Human Error dan Kaitannya pada Kecelakaan Kereta Api di Indonesia

Ditulis oleh : Rozy Fatahurrohman [2509100088], Mahasiswa Teknik Industri ITS – kelas Human Reliability

Human Error atau yang lebih familiar dikenal sebagai bentuk kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Beberapa kecelakaan yang terjadi khususnya pada kereta api di Indonesia rata-rata disebabkan oleh human error. Dimana terjadi kesalahan mendasar dari segi manusia yang menjadi stakeholder terkait pada kereta api. Tentunya suatu penyebab yang cukup riskan mengingat dampak yang ditimbulkan sangatlah besar, terutama pada korban yang nantinya akan muncul akibat dari kecelakaan tersebut. Maka dari itu, hal yang merugikan ini seharusnya dapat diminimalisir ataupun bahkan dihilangkan, agar jasa transportasi di Indonesia khususnya kereta api semakin meningkat performansinya, semakin berkembang, dan tentunya aman untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Kecelakaan Kereta Api

Data direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian menyatakan, dari 147 kasus  kecelakaan kereta api yang terjadi selama tahun 2008, 33 persen diantaranya disebabkan oleh human error dari masinis ataupun petugas penjaga palang pembatas kereta api. Berikut ini data-data kecelakaan kereta api yang terjadi selama kurun waktu 7 tahun (2004-2010) :

Dari hasil analisis yang dilakukan oleh Hermanto Dwiatmoko , Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, menyimpulkan bahwa faktor manusia masih dominan sebagai penyebab kecelakaan kereta api dibanding empat faktor lainnya.

                Bertindak cepat, kemudian Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan mengeluarkan Peraturan Menteri (PM) yang memberikan kewenangan kepada Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menjadi satu-satunya pihak yang melakukan pengujian dan memberikan sertifikasi terhadap penjaga pintu perlintasan. Saat ini pemberian sertifikasi tentang standar kompetensi penjaga pintu perlintasan diberikan oleh PT KAI setelah menjalani pendidikan selama 3-4 hari.

                Disisi lain, beberapa dukungan muncul, salah satunya dari PT Len Industri yang melalui anak perusahaannya yaitu PT Len Railway Systems bekerja sama dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengadakan suatu Focus Group Discussion dengan tema Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang. Selain itu, diutarakan oleh Kepala Dinas Perhubungan & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, pihaknya telah mulai memasang Early Warning System pada perlintasan yang tidak berpintu. Dan untuk tahun ini pihaknya telah menganggarkan sebanyak ± Rp 17 Milyar untuk pemasangan Early Warning System. Di Jawa Timur sendiri terdapat 1431 perlintasan sebidang, yakni 350 resmi dijaga, 1048 resmi tidak dijaga, dan 33 liar/tidak resmi.

Human Error dan Solusinya

Berangkat dari data jumlah dan korban kecelakaan kereta api selama kurun waktu 7 tahun diatas, maka dapat diidentifikasi bahwa dampak dari kecelakaan kereta api ini sangatlah besar. Banyak sekali pihak yang dirugikan dalam kejadian ini. Jika dilihat dari sebab permasalahannya, human error menjadi salah satu hal yang mempengaruhi kecelakaan ini. Human error pada persilangan jalan menjadi salah satu penyebab yang sering kali terjadi. Baik itu disebabkan oleh petugas jaga persilangan KA yang lalai dalam penjadwalan jam lewat kereta ataupun pada kendaraan baik bermotor ataupun tidak yang kurang memahami keselamatan dalam berkendara. Selain itu juga dapat disebabkan human error pada masinis kereta yang kurang mekanisme dalam mengatasi berbagai situasi yang mungkin terjadi pada kereta api yang dikendarainya.

Penyelarasan dan himbauan pada setiap elemen yang terkait dalam transportasi khususnya kereta api, menjadi kunci penting dalam meminimalisir human error selama proses berlangsung. Mengingat bahwa tingginya tingkat kecelakaan kereta api, padahal disisi yang lain kereta api merupakan suatu alat transportasi yang banyak diminati masyarakat maka kesalahan khususnya dalam segi human error layak untuk dihilangkan. Opsi lainnya dapat juga berupa himbauan berupa tulisan pada setiap bagian jalan (bagi kendaraan) untuk berhati-hati terutama di sekitar perlintasan kereta api, memberi himbauan serupa pada setiap sisi rel bagi penduduk yang memiliki tempat tinggal di sekitar perlintasan kereta api, serta alarm pengingat bagi masinis maupun petugas jaga perlintasan untuk setiap jadwal dimana kereta api akan melintasi jalan.

Beberapa dukungan dan kerjasama yang dilakukan ini diharapkan mampu mendorong stakeholder  lainnya untuk berperan aktif dalam meningkatkan keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Karena kecelakaan kereta api yang diakibatkan oleh kelalaian manusia (human error) telah menjadi rahasia umum di Indonesia. Maka dari itu, beberapa langkah preventif diatas mungkin akan meningkatkan keamanan kereta api sebagai alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat dan kereta api pun akan kembali pada masa kejayaannya.

Referensi

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Human Error dan Kaitannya pada Kecelakaan Kereta Api di Indonesia

  1. 2509100141_Rachma Indah Lestari says:

    Menurut saya, artikel di atas telah cukup lengkap menggambarkan kejadian human error yang terjadi pada kecelakaan kereta api di indonesia. Human error dapat terjadi akibat dan pada siapa saja, penjaga pintu lintasan kereta api, masinis kereta api, ataupun pengendara kendaraan bermotor lainnya. Bukan berarti apabila pintu lintasan kereta api tidak menutup, pengendara motor tetap melajukan kendaraannya tanpa menoleh ke kanan-kiri. Mengecek apakah ada kereta api yang berjalan atau tidak juga merupakan tanggung jawab kesadaran dari masyarakat sendiri, meminimalisir kemungkinan kecelakaan akibat human error dari penjaga pintu lintasan dan masinis. Pemerintah telah cukup baik memberikan informasi di beberapa perlintasan kereta api berupa audio. Semoga perlintasan kereta api yang belum memiliki fasilitas lengkap segera diperbaiki (penambahan fasilitas penjaga).

  2. Aulia Fikriati says:

    Saya setuju dengan pendapat bahwa yang menjadi penyebab utama dari kecelakaan kereta api adalah human error. Petugas KA, maupun pengendara kendaraan bermotor, masing-masing memiliki kemungkinan eror tinggi dalam menjalankan tugasnya, diakibatkan oleh keandalan yang menurun yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Contohnya, kecelakaan KA sering terjadi di daerah persilangan. Error yang dilakukan oleh petugas yaitu misalnya terlambat membuka pintu persilangan, lupa mengecek jadwal kereta api, atau tidak responsif terhadap informasi bahaya dari stasiun sebelumnya. Namun bukan hanya ini yang menjadi penyebab kecelakaan. Kesalahan yang dilakukan pengendara juga perlu diperhatikan. Misalnya tidak mengurangi kecepatan, dan tidak memeriksa rambu peringatan. Keandalan manusia sangat berpengaruh terhadap hasil pekerjaan yang dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah, yaitu dinas perhubungan dan PT KAI melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi terjadinya human error untuk pekerja KA dan melakukan perbaikan sistem untuk meningkatkan keandalan pekerjanya
    Selain itu keandalan dari mesin juga perlu diperhatikan. Misalnya saja early warning system yang telah di pasang pada perlintasan tidak berpintu. Dengan biaya yang tinggi saat pemasangannya, jika tidak dilakukan maintenance secara rutin, maka probabilitas tidak andalnya makin tinggi. Karena sudah terdapat kasus di beberapa daerah bahwa EWS tidak berfungsi sebagaimana mestinya, contoh di daerah Pasuruan, error dari EWS hidup lampunya saja sementara sirinenya tidak berbunyi, atau ada perangkat yang baru berbunyi setelah KA lewat. Jadi sebaiknya dilakukan maintenance terjadwal untuk semua tools per Kereta Apian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s