Indeks Thermal (PMV dan PPD)


Ditulis oleh : Indra Taqy Pramana (2511100068) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Kenyamanan termal merupakan kondisi yang mengekspresikan kepuasan terhadap lingkungan termal dan diukur melalui evaluasi subjektif. Faktor utama yang berpengaruh terhadap kenyamanan termal adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap panas yang masuk dan keluar ke dalam tubuh, yaitu metabolic rate, clothing insulation, air temperature, mean radiant temperature, air velocity, dan air humidity. Berdasarkan ISO 7730, kenyamanan termal diinterpretasikan dalam bentuk indeks PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage Dissatisfied).

Predicted Mean Vote (PMV)
Pada ISO 7730, dijelaskan bahwa PMV merupakan indeks yang memprediksi nilai rata-rata pada sekumpulan kelompok manusia terhadap 7 skala sensasi termal, berdasarkan keseimbangan panas dari tubuh manusia. Keseimbangan termal diperoleh saat produksi panas internal dari dalam tubuh sama dengan hilangnya panas ke lingkungan. Indeks PMV juga dapat diukur secara langsung melalui sensor yang terintegerasi. Continue reading

Posted in Artikel Ergonomi | Tagged | Leave a comment

Human Reliability Dalam Sistem Kereta Api


Ditulis Oleh : Muhammad Arief Hendarwan (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

bejoKereta merupakan salah satu alat transportasi yang sering digunakan, baik dalam memindahkan orang atau barang. Salah satu alasan penggunaan kereta sebagai alat transportasi adalah kereta memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan bepergian menggunakan mobil sendiri untuk jarak/waktu tempuh yang cukup panjang. Namun walaupun kereta merupakan salah satu alat transportasi yang gemar digunakan, bukan berarti kereta luput dari kelemahan.

Kereta membutuhkan kontribusi manusia (operator) dalam menjalankan fungsinya dengan baik, seperti perawatan, pengendalian sistem kereta api,maupun hal teknis lainnya. Hal tersebut menimbulkan ketergantungan kereta dengan manusia. Disisi lain manusia memiliki keandalan yang amat sangat sulit untuk dijaga konsistensinya karena berbagai faktor yang tidak dapat dikendalikan dengan baik. Karena itu dibutuhkan suatu inovasi/peningkatan teknologi dalam sistem kereta api sehingga manusia dapat memberikan kontribusi terbaiknya untuk kereta. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | Leave a comment

Menggunakan Pelindung Mata saat Bekerja. Pentingkah ?


Ditulis oleh : Auditya Danial J., Mahasiswa Teknik Industri ITS.

apd maheSalah satu cedera yang sering kali terjadi di lingkungan kerja adalah cedera mata. The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), lembaga nasional untuk keselamatan dan kesehatan melaporkan sekitar 2000 pekerja AS mengalami cedera mata yang berhubungan dengan pekerjaan yang memerlukan perawatan medis setiap harinya. Namun, para ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan dokter mata percaya pelindung mata yang tepat bisa mengurangi cedera mata ini hingga 90%. Cukup menggunakan pelindung mata yang tepat pada pekerjaan bisa mencegah ribuan cedera setiap tahun.

Cedera mata umum terjadi di tempat kerja adalah akibat dari bahan kimia atau benda asing di mata ataupun luka atau goresan pada kornea. Penyebab lainnya adalah percikan dengan minyak, luka bakar, ultraviolet atau paparan radiasi inframerah. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | Leave a comment

Penggunaan Metode Kuantitatif Dalam Human Reliability


Ditulis oleh : Ravendra Syahinda L (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

dzHuman reliability quantification (HRQ) menjadi salah satu metode yang sangat penting dalam penilaian resiko dan kecelakaan kerja yang biasanya berhubunga terhadap sistem industri yang berteknologi tinggi seperti industri nuklir dan pabrik kimia. Metode ini mulai berkembang setelah beberapa kecelakaan yang disebabkan oleh human error atau aktivitas manusia yang tidak memadai seperti mengontrol dan mengelola proses teknologi yang sangat kompleks.

Tujuan utama dari metode HRQ adalah untuk menilai kemungkinan kecelakaan kerja untuk sistem eksisting maupun sistem yang baru. Penetapan kemungkinan kegiatan preventif, dimana termasuk pengaruh human error terhadap keamanan sistem juga dibutuhkan. Pada kasus Belgrade and railway traffic (Serbia dan Montenegro) teknik HRQ yang digunakan adalah Absolute Probability Judgement (APJ) dan Success Likelihood Index Methods (SLIM) untuk mengelola electropower sistem. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged , | Leave a comment

Efek Kelelahan Pada Kecelakaan Kerja


Ditulis Oleh : Bramantyo (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

bram

Belakangan ini efek dari kelelahan (fatigue) telah menjadi faktor utama dari penyebab kecelakaan, terutama kecelakaan yang terjadi pada industri. Tingkat dari kelelahan seseorang bisa mempengaruhi performansi manusia dari tingkat sepele hingga sangat berbahaya. Kasus kelelahan yang biasanya terjadi adalah kelelahan akibat kurangnya jam tidur, dan kasus tersebut juga bisa menyebabkan kecelakaan yang sangat fatal dan berakibat korban jiwa berjatuhan, kerusakan pada lingkungan, atau biaya perbaikan yang sangat mahal. Pada tahun 1999 National Safety Council melaporkan bahwa 80% dari kecelakaan yang ada di industri berasal dari human error dan mengakibatkan kerugian sebesar 98.5 milyar dollar. Sebagai beberapa contoh kecelakaan yang diduga akibat dari human error yaitu, Chernobyl, Exxon Valdez, Davis-Besse, Staten Island Ferry, dan sebagainya. Peristiwa kecelakaan yang memakan banyak korban tersebut diindikasikan berasal dari kesalahan operator yang terlalu lelah akibat bekerja terlalu lama dan kekurangan waktu tidur. Kondisi operator yang kurang prima mengakibatkan reaksi yang salah terhadap suatu kejadian sehingga berakibat pada kecelakaan yang sangat fatal. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged , | Leave a comment

Saat Proses Evakuasi, Justru Ada yang “Selfie”


Ditulis Oleh : Fiqi Anwar Hidayat (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

Berdasarkan sebuah riset tentang evakuasi yang telah dilakukan baru-baru ini disebutkan bahwa fokus saat ini lebih menekankan pada faktor manusia dan psikologis manusia. Pada penelitian-penelitian tentang evakuasi yang telah dilakukan sebelumnya diketahui bahwa meskipun rute evakuasi dan aspek fisik sudah baik tetapi proses evakuasi belum tentu berjalan dengan lancar. Sebelumnya, saat penelitian dilakukan, manusia hanya dianggap sebagai model yang homogen, tanpa memperdulikan emosi setiap individu, motivasi,dan kebutuhan fisik setiap individu. Sehingga manusia saat itu hanya dianggap sebagai karakter fisik dan hanya ukuran fisiknya yang diperhatikan. Untuk itu, penelitian ini dilalakukan untuk mengubah persepsi manusia sebagai karakter fisik menjadi sebuah objek yang memiliki emosi, aspek kognitif, motivasi dan variabel-variabel sosial lainnya.

fiqi

Sebuah kejadian unik terjadi pada kejadian kereta anjlok di Moscow tahun 2014. Disaat sebagian penumpang menganggap bahwa kejadian itu akan merenggut nyawanya dan mencoba mengamankan diri dari lokasi kejadian, sebagian justru sibuk memfoto kejadian tersebut. Hasilnya, evakuasi berjalan lambat dan pertolongan sulit diberikan pada sebagian korban. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged | Leave a comment

Penilaian Error pada Awak Pesawat


Ditulis Oleh : Wike Eriyandari (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

sukhoiData statistik menunjukkan sekitar 75% kecelakaan penerbangan  disebabkan oleh faktor manusia, dan human error  menjadi risiko utama pada keamanan penerbangan. Oleh karenanya menjadi sangat penting untuk mempertimbangkan faktor manusia dalam dunia penerbangan.

Technique For Human Error Rate Prediction (THERP) merupakan salah satu teknik dalam human reliability analysis (HRA) yang digunakan untuk menilai risiko. Teknik tersebut sudah sangat sukses digunakan dalam industri nuklir dan sekarang ini digunakan secara luas untuk banyak aplikasi diluar industri nuklir,  salah satunya yaitu digunakan untuk penilaian error pada awak pesawat.wike 1

Kemudian ditentukan human error probability (HEP). HEP ditentukan berdasarkan pendapat ahli, test analysis atau pengalaman. Pengaruh dari perbedaan individu dan lingkungan harus menjadi pertimbangan dalam penentuan Basic Human Error Probability (BHEP). BHEP merupakan probabilitas dari human error pada suatu tugas tertentu dengan rumus perhitungan sebagai berikut:

wike 2NHEP (nominal human error probability) merupakan probabilitas tanpa mempertimbangkan pengaruh lingkungan dan perbedaan individu, sedangkan PSF (performance shape factor) mempertimbangkan faktor lain. Continue reading

Posted in Artikel Human Reliability | Tagged , | Leave a comment