Task Complexity as A Performance Shaping Factor:SPAR-H Adaption

Ditulis Oleh : Ananda Airlangga (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

dzQuantitive risk analysis adalah pendekatan yang melihat dari scenario sebuah kejadian atau kecelakaan dan mengevaluasi keseluruhan keamanan sistem probabilistik. QRA digunakan oleh Norwegian Petroleum sejak pertengahan 1970. Secara tradisional QRA focus pada sistem teknis dan kapabilitas dengan sedikit perhatian pada factor manusia dan organisasinya. Paper ini merupakan bagian dari project dari petro HRA yang bertujuan untuk mengadaptasi HRA pada industri petroleum. Proyek ini didanai oleh pemerintahan Norwegia, yang bernama PETROMAKS Program. Pada program ini HRA akan disesuakan dengan kebutuhan industri petroleum. Metode yang digunakan adalah metode HRA yang sering diaplikasikan di industri nuklir. Metode tersebut adalah Standarized Plant Analysis Risk-Human Reliability Analysis Method.

            SPAR-H adalah metode HRA yang mengestimasikan HEP dengan mengalikan nominal error rate dengan PSF. PSF merepresentasikan aspek dari karesteristik individu, lingkungan, organisasi, atau pengurangan atau peningkatan tugas dari performa manusia, dengan begitu kenaikan atau penurunan  kemungkinan human error bisa dilihat. 8 PFS yang ada dalam SPAR-H adalah available time, stress/stressor, complexity, experience/training, procedures, ergonomics, fitness on duty, dan work processes.

            PetrolHRA adalah metode yang sedang dikembangkan. Metode tersebut merupakan guideline untuk cara bagaiman mengumpulkan data, bagaimana memodelkan event dan mengukur HEP. Perhitungan didasarkan pada SPAR-H dan PetroHRA memiliki pendekatan perhitungan diamana nominal HEP dikalikan dengan pengali PSF untuk memeberikan pekerjaan untuk HEP. PSF yang ada di PetroHRA adalah, available time, Threat stress, Task Complexity, Experience, procedures, human machine interface, adequacy of organitation, teamwork dan ergonomics.

            Definisi complexity pada SPAR-H adalah seberapa sulit sebuah pekerjaan yang diberikan untuk dikerjakan pada suatu konteks tertentu. Complexity mempertimbangkan semua pekerjaan dan lingkungan yang akan dikerjakan, dan aspek yang kemungkinan besar dituju adalah human error. Analyst SPAR-H berharap dapat menggunakan complexity untuk mengevaluasi PSF factor. Pada SPAR-H, analis mengevaluasi sebuah pekerjaan dari sudut pandang operator. Dengan begitu operator dipilih sebagai pengukuran untuk complexity.

            Dalam penugasan PSF level, analis mengevaluasi PSF dari sudut pandang operator. Dengan begitu, analis membutuhkan diagnosis atau tindakan langsung untuk scenario atau jarak dari scenario dari sudut pandang operator. Dalam SPAR-H, PSF dibagi menjadi 4 level yaitu, highly complex, moderately complex, nominally complex dan obvious diagnosis task.

            Keputusan pertama adalah menetukan perspektif yang digunakan untuk mengukur PSF. Jika factor yang diukur lebih dari satu perspektif maka hal tersebut bisa disebut overlap. Jika perlu tenaga kerja tersedia di HRA, subjektif perspekrif dari pengukuran complexity melalui kombinasi dari psikologi dan laporan individu agar pengukuran complexity menjadi ideal untuk dilakukan dan dimengerti.

            Complexity kategori terdapat tujuh macam, kategori tersebut didapatkan dari 13 kategori complexity. Dari 13 kategori tersebut terpilih 6 karena rekomendasi. Rekomendasi tersebut berdasarkan PSF yang dipresentasikan pada paper PetroHRA sebelumnya. Keenam kategori tersebut didapatkan dari goal complexity. Karena goal complexity merupakan jalur yang akan digunaka untuk mencapai tujuan dari berjalannya metode tersebut. Setelah itu ada size complexity, step complexity, connection complexity, dynamic complexity, structure complexity dan exclude categories.

            Salah satu tujuan dari dibuatnya PetroHRA adalah untuk membuat metode yang memiiliki keandalan lebih tinggi dari metose HRA yang sudah tersedia saat ini. SPAR-H tidak termasuk dalam sebauh algoritma yang digunnakan untuk mengkombinasikan fakto complexity. Level dari PetroHRA tidak sama dengan SPAR-H. PetroHRA dan SPAR-H mempunyai dua level tugas, dimana complexity mempengaruhi kenaikan performa. Pada PSF di PetroHRA memiliki beberapa level Task Complexity antara lain, highly negative effect o performance, moderate negative effect on performance, nominal, dan moderate positive effect.

             

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s