Proses Identifikasi Kemungkinan Human Error pada Fasilitas Lepas Pantai

Ditulis Oleh : Ahmad Furqoni (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

wildahPerkembangan industri yang semakin meningkat harus diimbangi dengan peningkatkan keselamatan dari proses operasionalnya. Tidak dipungkiri bahwa meningkatnya beban perkerjaan akan mengarah bagi performansi pegawainya. Apabila beban pekerjaan tersebut tidak dapat diimbangi maka menyebabkan overload sehingga berdampak adanya human error. Dampak tersebut apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kecelakaan (accident).

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kecelakaan besar disebabkan oleh proses operasional dan perawatan yang tidak baik. Hasil penulusuran menyebutkan bahwa terdapat peran manusia dari kejadian tersebut. Faktor-faktor yang membuat terjadinya human error disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Dalam kegiatan perawatan, faktor-faktor ini menjadi penyebab utama dari human error.

Tujuan dari amatan ini akan menghitung nilai kemungkinan terjadinya eror (HEP) pada proses dua proses perawatan mesin kondensasi, yaitu sebelum perawatan dan sesudah perawatan, di fasilitas lepas pantai. Perawatan ini melibatkan beberapa jabatan yaitu manajer perawatan, teknisi, supervisor, dan manajer pergudangan serta tiga operator lapangan. Lamanya pekerjaan tiap operator selama 8 jam per hari.

 Metode THERP digunakan untuk memperkirakan nilai HEP. Namun semua nilai tidak terdapat pada buku panduan THERP. Dalam mengantasipasi hal tersebut akan digunakan metode SLIM dengan beberapa penyesuaian. Hal ini dilakukan agar lebih merepresentasikan dengan keadaan yang sebenarnya.Dalam melakukan metode THERP, beberapa langkah sistematis harus diikuti.

  1. Membuat task analysis untuk proses pre-maintenance dan post maintenance

Pada tahap ini dilakukan analisa pekerjaan dari proses sebelum dan sesudah perawatan. Tiap pekerjaan utama dipecah lagi menjadi beberapa elemen pekerjaan yang lebih kecil. Proses membagi pekerjaan ini diperlukan bantuan dari ahli yang mengerjakan proses tersebut.

  1. Mengidentifikasi kesalahan untuk proses pre-maintenance dan post maintenance

Pada tahap ini tiap pekerjaan dianalisa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya eror. Beberapa faktor yaitu simultaneous error, ketergantungan (dependency), performance shaping factor. Simaultaneous error merupakan eror yang terjadi ketika lebih dari satu operator melakukan pekerjaan yang sama atau dapat dikatakan sebagai eror dari satu tim. Ketergantungan (dependency) adalah kemungkinan keberhasilan atau kegagalan yang mempengaruhi secara langsung keberhasilan/kegagalan orang lain. Kemudian performance shaping factor merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja operator yang terdiri dari faktor internal dan eksternal. Beberapa contoh dari faktor internal yaitu

  1. Internal : durasi dari stress, beban kerja, resiko yang tinggi, pekerjaan yang sama dan tidak bermakna, sensory deprivation, kelelahan, lapar/haus, dan radiasi.
  2. Eksternal : pengalaman, kemampuan, kepintaran, motivasi, dan sikap bekerja.
  3. Membuat event tree dan menghitung total nilai HEP

Pada tahap ini digambarkan hubungan antar tiap perkerjaan dalam sebuah diagram event tree. Penggambaran ini dilakukan agar mempermudah menghitung nilai HEP keseluruhan. Secara keseluran nilai HEP dari kejadian tidak berhasilnya pompa kembali dinyalakan sebesar 5,72 % dengan toleransi sebesar 1,448 x 10-2 hingga 1,1452 x 10-1 .

No Aktivitas Pokok HEP
1.0 Menyiapkan pekerjaan
1.1 Melakukan diagnosa peralatan 7,41E-04
1.2 Identifikasi peralatan yang terpengaruh 1,000E-05
1.3 Melakukan dan mendokumentasikan uji gas 1,363E-03
1.4 Mengatur kadar cairan dalam pompa 2,250E-03
1.5 Mengidentifikasi metode isolasi yang paling tepat 9,390E-03
1.6 Merapihkan peralatan 2,346E-03
  1. Membuat kisaran nilai HEP

Pada tahap ini akan dibuat perkiraan nilai dari HEP. Karena terdapat penilaian yang subjektif dari nilai PSF dan ketergantungan (dependency) maka dibuat kisaran nilai HEP. Kisaran ini membantu untuk memasukan seluruh kemungkinan yang tidak konsisten dari perbedaan diantara operator.

            Dalam penelitian ini juga dijelaskan pengaruh teknologi RFID dalam proses perawatan. Penggunaan RFID berdampak pengurangan nilai HEP sebesar 1,09%.

Sumber : Abbasi, R. et al., 2015. An Integrated Method for Human Error Probability Assessment During the Maintenance of Offshore Facilities. Process Safety and Enviromental Protection, Volume 94, pp. 172-179.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s