Probabilitas Kegagalan Recovery Human Error Di Ruang Kontrol PLTN

Ditulis Oleh : Muhammad Reza Suerman (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

reza1 Menilai kesalahan yang dapat terjadi pada suatu sistem sebesar pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN sangat menarik. Berdasarkan dari penelitian sebelumnya, didapatkan kecelakaan yang terjadi banyak disebabkan oleh kesalahan manusia. Ukuran yang digunakan untuk melakukan evaluasi disebut dengan Probabilistic Safety Assessments (PSA). PSA tidak hanya melihat kegagalan dari mesin dan lingkungan, namun juga dari kesalahan manusia. Sejauh ini, evaluasi yang dilakukan sampai dengan tahap pencegahan. Namun, pengamatan yang dilakukan lebih mengedepankan dampak yang terjadi dari kesalahan dibandingkan dengan probabilitas terjadinya. Ide ini telah memunculkan suatu gagasan baru yan dinamakan dengan recovery promotion. Biasanya recovery promotin melibatkan mulai dari deteksi eror sampai dengan tindakan pemulihan. Tahapan dari recovery yaitu deteksi permasalahan, penyebab, dan tindakan pemulihan. Namun, beberapa tindakan pemulihan masih belum berjalan lancar dikarenakan :

  1. Riset masih hanya berfokus pada model pemulihan dibandingkan dengan probabilitas
  2. Probabilitas pemulihan kegagalan pada satu industri tidak bisa diterapkan pada industri lain
  3. Probabilitas pada Main Control Room (MCR) yang masih konvensional tidak bisa diterapkan pada yang sudah canggih

Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis dari kesalahan manusia pada MCR dengan menggunakan simulator yang bernama compact nuclear simulator (CNS). Tujuan dari dilakukanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui probabilitas pemulihan dari suatu kesalahan yang disebabkan kesalahan manusia dan untuk mengetahui tipe human error mana yang memiliki tingkat probabilitas pemulihan yang tinggi.

Sistem MCR pada PLTN sudah berubah. Sistem MCR sudah menggunakan peralatan yang lebih canggih, seperti computer digital, layar panel, prosedur yang sudah menggunakan computer. Selain itu penggunaan software juga menjadi suatu hal yang penting. Selain itu, beberapa perubahan juga terjadi, seperti operator tidak perlu lagi mengoperasikan menggunakan kabel, namun bisa walaupun tanpa kabel. Dengan perubahan ini, bisa mengurangi human error, atau malah menambah human error dengan sistem operasi menjadi lebih sulit.

Task analysis adalah suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan oleh operator. Hal ini juga bisa dilakukan unutk mengetahui human error yang mungkin terjadi. Task analysis bisa dilakukan berdasarkan pada emergency operating procedure atau EOP. Metode untuk melakukan task anaylsis yaitu dengan SHERPA. Tujuan dari proses ini yaitu me-reset injeksi keselamatan dan peralatan tambahan. Urutan prosesnya yaitu :

  1. reza2Reaktivasi sistem layar
  2. Pilih “bypass” pada alat operator
  3. Tekan tombol “bypass”
  4. Tekan tombol “ok”

Kemudian dari tahapan tersebut, diidentifikasi kemungkinan human error apa saja yang dapat terjadi dari setiap kegiatan. Beberapa kemungkinan yaitu :

  1. Kelalaian operator (operator menghilangkan satu kegiatan atau lebih)
  2. Salah objek (objek yang terpilih bukan objek yang dimaksud)
  3. Salah tindakan (walaupun niat sudah benar, namun tindakan yang dilakukan salah)
  4. Operator bingung
  5. Operasi yang kurang
  6. Operasi tertunda (karena salah satu operasi salah, maka harus diulang dan tidak tepat waktu)

Percobaan yang dilakukan yaitu berupa simulasi pada suatu ruangan yang menyerupai PLTN di Korea. Tampilan yang dibuat pada ruangan simulasi dibuat semirip mungkin dengan MCR yang asli. Untuk mengukur probabilitas pemulihan dari error, dilakukan percobaan terhadap 48 mahasiswa dari bidang nuklir. Sebelum mengoperasikan, peserta dilatih terlebih dahulu. Pelatihan dibagi menjadi dua, yaitu secara teori dan praktek. Kemudian setelah diberikan pelatihan, peserta diuji. Pengujian dilakukan pada kondisi biasa, yaitu tidak ada tekanan mulai dari waktu, dan lain sebagainya. Pada eksperimen tersebut peserta melakukan kegiatan yang tertera pada prosedur tanpa adanya arahan dari supervisor. Pada setiap kegiatan, terdapat satu orang yang melakukan pengamatan untuk melihat apakah terjadi kesalahan atau tidak.

Hasil dari percobaan ini adalah seberapa besar probabilitas kegagalan dalam melakukan pemulihan ketika menggunakan soft control pada MCR. Pada table, ditampilkan beberapa hal, yaitu jumlah pekerjaan yang dilakukan, jumlah peluang, jumlah error, jumlah yang berhasil dilakukan pemulihan, dan probabilitas kegagalan dalam melakukan pemulihan error. Jika probabilitas pemulihan error memiliki nilai 0, hal ini menandakan bahwa pada setiap kesalahan yang terjadi, operator dapat melakukan pemulihan dengan baik. Namun jika nilai dari probabilitas pemulihan error memiliki nilai 1, maka operator tidak dapat melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan, nilai probabilitas pemulihan eror yang paling kecil yaitu terjadi pada kesalahan dalam memilih layar dengan nilai 0,073. Hal ini menandakan bahwa pada kesalahan memilih layar, hampir pasti dapat dilakukan pemilihan. Sedangkan untuk kesalahreza3an yang memiliki tingkat probabilitas paling tinggi yaitu tertundanya operasi. Nilai dari kegagalan ini yaitu sebesar 0,984 hampir mendekati satu. Hal ini menandakan bahwa hampir setiap tertundanya operasi, maka operator tidak dapat melakukan pemulihan. Ini disebabkan karena setiap kegiatan yang tertunda, tidak dapat dikembalikan. Cara satu-satunya untuk mengembalikan yaitu dengan melakukan pekerjaan lain dengan lebih cepat. Namun hal tersebut tentu saja sulit.

Sumber : Inseok Jang, R. K., Wondea Jung, Poong Hyun Seong. (2014). An empirical study on the human error recovery failure probability when using soft controls in NPP advanced MCRs. elsevier.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s