Pentingnya Metode Human Reliability Analysis dalam Pengobatan Radioterapi

Ditulis Oleh : Haris Saputra A (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

7Perkembangan dunia teknologi di dunia medis, terutama pada pengobatan Radioterapi, sangatlah pesat di akhir dekade ini.  Perubahan ini sering kali mengakibatkan beberapa aspek dalam dunia kedokteran tidak dapat diprogram secara otomatis dikarenakan kelayakan teknologi dan hambatan-hambatan dalam mengimplementasikannya. Akibatnya, hubungan secara langsung antara manusia dengan objek masih diperlukan dan kombinasi interaksi dari dua hal ini dapat memunculkan suatu kegagalan. Pada umumnya, suatu rekomendasi diberikan setelah analisis dilaksanakan pasca insiden terjadi. Maka diperlukanlah suatu metode yang dapat menganalisis kemungkinan suatu kegagalan yang akan muncul sehingga dapat memangkas ongkos yang dikeluarkan karena efek dari kegagalan tersebut. Metode yang digunakan pada kasus ini adalah Human Error Assisment and Reduction Technique (HEART). HEART digunakan untuk menganalisa pekerjaan-pekerjaan perawatan yang bersifat critical di dalam sistem radioterapi yang telah modern. Dan karena objek yang dianalisis adalah dunia medis maka beberapa modifikasi digunakan dengan melibatkan sebuah tim yang turut berpartisipasi untuk menyempurnakan metode pengukuran ini.  Perlu diketahui, radioterapi adalah sebuah pengobatan yang telah terbukti aman untuk mengobati beberapa keluhan pasien , terutama yang berhubungan dengan kanker.

                Pengobatan radioterapi dimulai dari prosedur dasar, seperti konsultasi dengan pasien, melihat data historis pasien, dll. Pasien yang akan diterapi akan dimasukkan dalam jadwal pengobatan. Kemudian , CT-scan akan dijalankan guna mengetahui tahap-tahap terapi lebih lanjut yang akan diperlukan. Hasil dari CT-scan ini akan ditelaah dengan menggunakan blood testing apakah terjadi keabnormalan di dalam darah pasien yang kemudian akan ditindaklanjuti melalui Record Abnormal Blood Results. HEART diperlukan untuk menganalisa hasil dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari  Record Abnormal Blood Results. Perbedaan dari metode HEART konvensional dengan HEART modifikasi untuk kasus ini adalah bahwa metode HEART konvensional memakai single expert assessor atau satu orang ahli penaksir dimana dalam kasus dunia medis seperti ini justru dibutuhkan beberapa orang yang ahli dalam bidangnya dan telah terbukti pengalamannya. Hal lain yang menjadi pembeda adalah para staf perawat bertanggungjawab untuk memilih Nominal Human Unreliability(NHU) yang berkaitan dengan Error-Producing Conditions (EPC) dan Assessed Proportion of Affect (PoA). Setelah dilakukan perhitungan, maka didapatlah rata-rata PoA yang selanjutnya digunakan untuk menghitung Assessed Nominal Likelihood of Unreliability (ANLU).

Metode HEART memanfaatkan sekumpulan kecil staf yang telah berpengalaman untuk mendapatkan hasil yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan menyeluruh. HEART dapat digunakan pada hampir seluruh aspek jika terdapat pengembangan lebih lanjut atau modifikasi di dalamnya, seperti modifikasi yang digunakan pada contoh kasus kesehatan ini.

Sumber : Chadwick, L., & Fallon, E. F. (2012, Januari). Human reliability assessment of a critical nursing task in a radiotherapy treatment process. Retrieved Mei 12, 2015, from Science Direct: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0003687011000469

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s