Pengukuran Human Error dengan CREAM pada Bidang Kemaritiman

Ditulis Oleh : Indah Purnasari (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

indahKecelakaan yang disebabkan manusia (human error) seringkali terjadi pada kehidupan sehari – hari, begitu pula dengan kecelakaan yang ada di kelautan. Awak kapal melakukan tugas dalam keadaan dimana teknologi, faktor lingkungan, dan sosial menyebabkan adanya kegagalan pada manusia sehingga menyebabkan kecelakaan. Metode CREAM (Cognitive Reliability and Error Analysis Method) akan digunakan untuk mengetahui bagaimana mengatasi kesulitan – kesulitan yang ada pada sistem pelayaran dan mengetahui faktor penting yang mengakibatkan human error bagi awak kapal pada saat pengiriman dengan kapal tanker. Namun metode CREAM tidak dapat memberikan hasil yang akurat karena keterbatasan data yang ada, sehingga perlu dikembangkan mengenai metode fuzzi CREAM yang lebih memperhatikan bobot dari masing – masing kondisi yang kemudian disebut dengan Common Performance Conditions (CPCs), penyempurnaan dari CPC dan Contextual Control Mode (COCOM) dan semua informasi yang berguna bagi masing – masing input pada aktivitas kelautan, khususnya pengiriman minyak mentah pada kapal tanker.

Human Reliability Analysis (HRA) merupakan probabilitas dari kesesuaian aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam melakukan aktivitas tanpa adanya pengaruh aktivitas lain yang dapat menurunkan kinerja manusia. HRA bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operator melalui identifikasi tingkat kesalahan operator dan penurunan kinerja mesin yang disebabkan oleh manusia baik karena prosedur pemakaian yang salah ataupun segala hal yang menyebabkan perubahan perilaku sistem. Metode yang dilakukan untuk dapat menyelesaikan kecelakaan akibat manusia pada bidang kemaritiman yaitu metode fuzzy CREAM. Metode CREAM dilakukan untuk mengetahui kesalahan manusia dengan memperhatikan kondisi lingkungan tempat beroperasinya sistem dan mengevaluasi tindakan – tindakan yang ada dalam sistem. Metode ini menjelaskan mengenai analisis peristiwa lampau (history) yang memiliki resiko tinggi sehingga dalam metode ini dilakukan proses yang berawal dari deskripsi tindakan operator dan mengetahui model kognitif untuk menjelaskan perilaku manusia. Metode CREAM belum dapat menjelaskan mengenai kesalahan manusia secara tepat dan signifikan akibat kurangnya data mengenai kegagalan yang membahayakan dalam sistem kemaritiman, sehingga pada jurnal ini metode CREAM dikembangkan dengan logika fuzzy yang lebih subjektif untuk mengevaluasi kegagalan manusia tersebut.

Pada metode fuzzy CREAM digunakan pembobotan pada masing – masing variabel dari rentang failure yang ada.  Sehingga akan diketahui variabel mana yang menyebabkan kecelakaan paling besar. Setelah itu dilakukan proses validasi dari model yang akan dikembangkan dengan cara memeriksa legalitas metode CREAM pada tanker minyak dalam aktivitas pengiriman barang di laut. Kemudian dari hasil yang diperoleh ternyata cukup konsisten, karena hasil yang keluar sangat sensitif terhadap perubahan kecil data input dan bobot yang ditetapkan. Sehingga dari hasil yang ada dapat diketahui probabilitas terjadinya human error pada bidang kemaritiman dan mampu menghasilkan solusi komplek yang dapat diterapkan pada bidang maritim.

Judul Jurnal     : A Weighted CREAM Model for Maritime Human Reliability Analysis
Penulis             : Shun-Tai Ung

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s