Implementasi CREAM untuk Identifikasi Human Error dalam Dunia Maritim

Ditulis Oleh : Ghoffar Albab Maarif (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

gohfarKegiatan pengiriman barang menggunakan kapal dilakukan melalui sistem manusia-mesin yang sangat canggih di mana faktor teknologi, sosial dan lingkungan sering menyebabkan terjadinya kegagalan manusia. Dikarenakan risiko tinggi yang disebabkan oleh kegagalan tersebut, Human Reliability Analysis (HRA) selalu menjadi perhatian serius dalam penentuan keselamatan setiap kegiatan di laut. Selama dekade terakhir, aktivitas manusia telah menjadi sumber bencana alam, dibuktikan dengan kecelakaan seperti tragedi ”Three Mile Island”, ”Chernobyl” dan ”Prestige”. Industri perkapalan yang merupakan bagian dari semua ini mencatat bahwa sebanyak 80-85% dari semua kecelakaan maritim disebabkan karena kesalahan manusia atau berhubungan dengan kesalahan manusia (Harati-Mokhtari et al., 2007). Oleh karena itu Asosiasi Masyarakat Perkapalan telah mengambil serangkaian langkah-langkah untuk meminimalkan kejadian tersebut melalui pembentukan badan-badan internasional seperti Organisasi Maritim Internasional (IMO). Badan tersebut melakukan analisa mengenai Human Analysis Assesment (HRA) sampai Formal Safety Assesment (FSA).

FSA dikembangkan bertujuan untuk membuat aturan/metodologi pengaturan keamanan maritim berbasis risiko yang selama ini kurang efektif menggunakan pendekatan preskriptif untuk membuat peraturan baru sehingga mengurangi risiko dalam operasi dan desain kapal. Namun, pelaksanaan terdapat beberapa kesulitan seperti kurangnya data historis statistik kegagalan manusia dan lainnya khususnya adalah masalah mengenai penelitian keselamatan maritim (Ren et al, 2008;.. Yang et al, 2010).

Permasalahan seperti kurangnya data ditambah dengan kompleksitas perilaku insinyur kelautan, telah melemahkan penerapan metode HRA (yaitu, metode analisis keandalan dan kesalahan kognitif (CREAM)) dalam konteks maritim. Pada dasarnya modifikasi CREAM digunakan untuk memfasilitasi kuantifikasi human reliability dalam rekayasa kelautan dengan Fuzzy Evidential Reasoning dan Bayesian Inference Logic. Inti dari metode baru ini adalah dengan menggunakan Fuzzy Evidential Reasoning yang bertujuan untuk menetapkan aturan dasar IF-THEN dengan struktur keyakinan, dan menggunakan mekanisme Bayesian Inference Logic untuk semua aturan agregat yang terkait dengan tugas seorang insinyur kelautan untuk memperkirakan probabilitas kegagalannya. Oleh karena itu, perhitungan ini juga dapat memberikan keselamatan kepada pekerja dengan sebual tools untuk mengestimasi Human Reliability Performance untuk tugas yang spesifik.

Referensi : ZL Yang, S. Bonsall. A.Wall, J.Wang, M.Usman., 2013. A Modified CREAM to Human Reliability Quantification in Marine Engineering. Volume 42 pp 293-303

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s