Keandalan Pengemudi pada Persimpangan Kota

Ditulis Oleh : Rahmadita Filaili (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

ditaSebuah kesalahan atau error seringkali terjadi dalam kehidupan manusia. Terdapat beberapa faktor penyebab kesalahan antara lain, kesalahan desain, kesalahan operator, kesalahan inspeksi, kesalahan instalasi, kesalahan penanganan, dan lain sebagainya. Saat ini, ilmu keandalan manusia atau human reliability sudah sering diterapkan dalam dunia industri untuk mengoptimasikan manusia dan pekerjaan sehingga  dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan manusia atau human error. Di Indonesia, jalan raya merupakan tempat yang sering terjadi human error. Sebagian besar kecelakaan yang terjadi di Indonesia diakibatkan karena kesalahan manusia, seperti pengemudi mengantuk, tertidur, kapabilitas pengemudi, dan lain sebagainya.

Terdapat beberapa komponen yang digunakan untuk mengukur keandalan pengemudi mobil. Komponen tersebut antara lain taksonomi tugas mengemudi, definisi perilaku mengemudi yang benar dalam setiap tugas, daftar kesalahan yang merupakan penyimpangan dari tugas yang seharusnya, dan metode observasi yang memadai. Sebuah penelitian di Jerman dilakukan untuk menguji keandalan pengemudi pada persimpangan kota. Objek sasaran dari penelitian ini adalah  62 pengemudi mobil dari beberapa golongan umur. Pengemudi yang diuji dibagi menjadi tiga golongan, yaitu 22 pengemudi tidak berpengalaman, 20 pengemudi berpengalaman, dan 20 pengemudi usia lanjut. Pengemudi tidak berpengalaman didasarkan pada kategori umur 18-24 tahun dan pengalaman mengemudi kurang dari 30.000 km. Sedangkan pengemudi berpengalaman merupakan pengemudi antara 25-55 tahun dan pernah mengemudi lebih dari 100.000 km serta memiliki surat izin mengemudi lebih dari 6 tahun. Pengemudi usia lanjutatau older drivers merupakan pengemudi dengan umur lebih dari 63 tahun dengan pengalaman mengemudi lebih dari 100.000 km dan memiliki lisensi sama dengan atau lebih dari 6 tahun.

Dari penelitian yang dilakukan pada 18 persimpangan jalan di daerah Munich ini, diketahui bahwa kesalahan atau error yang sering terjadi adalah melewati persimpangan dan bundaran tanpa memberikan sinyal (lampu sein) terlebih dahulu. Selain itu, diketahui pula bahwa pengemudi yang sering melakukan kesalahan merupakan golongan pengemudi usia lanjut. Hal ini didapatkan hampir disetiap tugas yang dilakukan, mayoritas pengemudi dari golongan ini melakukan kesalahan yang secara signifikan lebih besar dari golangan pengemudi lainnya. Sebagian besar kesalahan terjadi dikarenakan beban tugas yang cukup besar dan tingkat kesulitan tugas yang dilakukan pada persimpangan.

Jurnal : Gstalter, H. & Fastenmeier, W., 2010. Reliability of drivers in urban intersections. Accident Analysis and Prevention, Volume 42, pp. 225-234.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s