Human Reliability dalam Dunia Kemaritiman dan Pekerjaan Lepas Pantai

Ditulis Oleh : Wildhan Annoraga (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

wildahSebuah permasalahan pada bidang kemaritiman dan pekerjaan lepas pantai tidak menjadi perhatian utama para peneliti dalam bidang keandalam manusia, akan tetapi tetap ada penelitian yang dilakukan akan bidang ini. Kali ini akan penulis mencoba mengangkat isu yang sebenarnya cukup menarik. Dalam melakukan penelitiannya beberapa ahli mengatakan bahwa metode HR Human Entropy (HENT) merupakan langkah awal pada bidang HR Kemaritiman. Dengan motode ini akan mengupas tentang penilaian kualitatif dan kuantitatif dan juga Performance Shaping Factor dalam bidang kelautan dan operasi lepas pantai.

Dalam melakukan penelitian para ahli melakukan research terhadap laporan-laporan terkait dan database untuk mengetahui akar dari terjadinya failures pada saat operasi. Dari research yang dilakukan oleh para ahli ternyata melahirkan Sembilan kualitatif dan kuantitatif dalam fakor manusia yang selanjutnya disebut Human Entropy Boundary Conditions (HEBC) selanjutnya dari kesembilan HEBC melahirkan 137 quantifable variable yang selanjutnya dinamakan Hypotical Construct (HyC). HyC sendiri nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi adanya potensi resiko yang terjadi saat dilakukannya penyusutan di standar keselamatan pada kegiatan lepas pantai.

Latar belakang dari dilakukannya penelitian ini adalah karena menurut para ahli bidang maritime adalah bidang yang unik, luas, dan cukup kritis. Maritim dan kegiatan lepas pantai dikatakan kritis karena terletak di lautan lepas, waktu operasinal yang lama, dan merupakan pekerjaan yang cukup lama diisolasi ditengah laut sehingga pada bidang ini dibutuhkan human reliability yang cukup tinggi. Selain itu selama ini cukup banyak kecelakaan yang terjadi dilautan yang ternyata 70% diantaranya diakibatkan oleh faktor human failures. Dalam industri maritim ternyata sebuah tugas atau prosedur tidak memperhitungkan perilaku manusia yang sedang bertugas, sedangkan pada kondisi ril hal ini tetap dipaksakan untuk melakukan efisiensi sehingga malah berakibat ternyadinya human error.

Pada saat bekerja dilaut dibutuhkan kekuatan fisik yang sangat baik karena bukan tidak mungkin terjadi kejadian tak diduga yang butuh ditangani saat itu juga sebelum mendapatkan bantuan dari luar. Misalnya adalah jika terjadi kebakaran, orang pertama yang melihat kejadian tersebut diharapkan bisa langsung bertindak untuk memadamkan, atau misalkan terjadi kerusakan yang mengakibatkan adanya objek besar yang menghalangi perkerjaan maka harus secepatnya disingkirkan dan hal ini tentunya perlu adanya fisik yang sangat kuat dari pada pekerja di laut. Karena posisinya yang berada ditengah laut maka bantuan akan datang terlambat dan para pekerja sudah harus bisa menangani masalah disaat itu juga.

Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pembentukan HEBC menggunakan penentuan dari para ahli, dan Delphi elicitations. Pada ahli dan nine generic human entropy boundary digunakan untuk mengetahui pola dan kebiasaan manuasia dalam melakukan kesalahan pada saat berada dilaut.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa klasifikasi pada factor manusia dalam terjadinya kecelakaan diidentifikasi menggunakan Delphi dan judgement pada ahli. Sembilan faktor pada manusiannya adalah comprise crew quality, pelatihan, prosedur, logistik, supervision, komuniksi, welfare, stres dan kondisi lingkungan. Faktor – faktor tersebut disebut sebagai HEBC. Skala pada HEBC juga dijadikan panduan dalam membentuk model human entropy (HENT). Model HENT diusulkan sebagai dimensi baru yang berfokus pada mengidentifikasi resiko operasional yang terjadi didalam system.

References : S.B. El-Ladan, O. T., 2010. Human reliability analysis—Taxonomy and praxes of human entropy. pp. 43-54.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s