FAKTOR MANUSIA PADA KESELAMATAN BERLALU LINTAS

Ditulis Oleh : Ahmad Fraidee Pamungkas (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

cxvxPernahkah anda melihat kecelakaan lalu lintas di berita televisi, koran, dan media lain? Atau mungkin anda pernah melihat atau mengalaminya? Kira-kira apa penyebab kecelakaan itu? Tentu banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, dan salah satu hal yang tidak jarang menjadi penyebab ialah human error.

                Aplikasi dari konsep Human Reliability sudah banyak dilakukan, umumnya pada bidang-bidang industri yang memiliki risiko bahaya tinggi, seperti penerbangan, proses kimia, dan tentu saja pembangkit tenaga nuklir. Terlepas dari bidang-bidang tersebut, keselamatan berlalu lintas juga seharusnya menjadi sorotan penting, tidak sedikit kejadian human error yang menyebabkan faktor safety hilang ketika berkendara. Wolfgang Fastenmeier dan Herbert Gstalter adalah dua orang Jerman yang mencoba melakukan pendekatan Human Reliability untuk keselamatan berlalu lintas.

                Fastenmeier dan Gstalter menyatakan “…Kami mendefinisikan reliability pengemudi dengan menggunakan rasio antara tingkat kesalahan dan kinerja yang benar, yakni HEP (Human Error Probabilities)”. Untuk mendapatkan gambaran mengenai definisi error yang lebih valid, sebuah task analysis dikembangkan oleh keduanya, SAFE: Situational analysis of behavioural requirements of driving tasks, begitu mereka menyebutnya. Dengan menggunakan prosedur SAFE tersebut, kini mereka dapat dengan mudah memperoleh kategori error hanya dengan menjawab pertanyaan: “Apa jenis error yang akan terjadi ketika pengemudi tidak memenuhi requirement yang dibutuhkan?”

                Sebuah aplikasi dari pengembangan yang dibuat oleh Fastenmeier dan Gstalter pun dilakukan, mereka mencoba mengamati task pengemudi untuk berbelok kekiri di sebuah perempatan jalan dengan lampu lalu lintas. Dari hasil observasinya, mereka mendapati tingkat kemungkinan Human Error terjadi pada segmen 3 dan 6, dimana kedua segmen tersebut terletak tepat di belakang garis stop untuk segmen 3 dan pada daerah sebelum memasuki lajur yang dituju setelah berbelok. Kesalahan pengemudi yang paling banyak terjadi adalah pengemudi tidak melihat belakang ketika akan berbelok, diikuti dengan tidak memperhatikan apa yang ada didepan kendaraan, dan tidak memperhatikan sebelah samping kendaraan. Bagaimana dengan pengalaman anda? Apakah anda sudah benar-benar melakukan tiga hal ini dengan baik dan benar sebelum dan ketika berbelok?

                Bagaimana dengan faktor usia? Ya, hal ini adalah salah satu faktor yang juga memengaruhi human factor dalam mengemudikan kendaraan. Dua peneliti dari Institut für Angewandte Psychologie, ini mengelompokkan pengemudi dalam tiga kategori (I=inexperience, E=experience, O=older drivers).

                Dua peneliti Jerman ini mengklaim bahwa prakiraan reliability ini dapat dipergunakan sebagai upaya konstruktif untuk mengusulkan perubahan pada desain mobil, layout jalan dan regulasi, dan tidak lupa, pelatihan pengemudi.

Referensi: Fastenmeier, W dan Gstalter, H., 2010, The Human Reliability Approach in Road Traffic Safety, Muenchen: Institut fuer Angewandte Psychologie.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s