A Simulator for Human Error Probability Analysis

Ditulis Oleh : Dellanov Mirza (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

9Rentannya kecelakaan kerja yang muncul karena manusia memunculkan studi terkait tentang keandalan manusia atau Human Reliability Analysis (HRA). HRA memiliki tujuan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya kegagalan sistem jika ditinjau dari sisi operator.

Pengukuran HRA dengan menggunakan simulasi kognitif menunjukkan perspektif baru dalam memandang permasalahan keandalan manusia. Salah satu metodologi HRA yang tepat dalam menghitung Human Error Probability (HEP) adalah dengan mengimplementasikan metode Simulator for Human Probability Analysis (SHERPA) untuk memprediksi kemungkinan terjadinya error pada operator tidak hanya pada kerja yang dilakukan namun juga fungsinya terhadap waktu.

SHERPA menggabungkan simulasi dengan metode HRA tradisional untuk memprediksi kemungkinan terjadinya operator error, untuk skenario tertentu, dalam setiap sistem industri atau lingkungan kerja lain yang didukung oleh pekerja-pekerja. SHERPA memiliki tiga langkah utama antara lain:

Keandalan manusia  diestimasikan sebagai fungsi dari kerja yang dilakukan, PSF yang dimiliki, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kerja. Estimasi ini dilakukan dengan tujuan mempertimbangkan bagaimana keandalan manusia bergantung terhadap kerja dan waktu yang telah dihabiskan operator dalam melakukan pekerjaan mereka. Metode SPAR-H berperan penting dalam mengevaluasi lingkungan kerja untuk menentukan faktor negatif yang bernilai paling besar.

Metodologi SHERPA dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Penentuan nominal HEP

Tahap awal metodologi SHERPA ini memerlukan pengetahuan mendalam mengenai probabilitas operator melakukan kesalahan, kemudian mengasumsikan distribusi probabilitas HEP tersebut ke dalam fungsi waktu dan tipe operasi yang dilakukan. Hal ini akan menjelaskan variasi performansi manusia dalam melakukan pekerjaan.

Selanjutnya SHERPA menggunakan metode HEART dalam melakukan task classification. Metode ini dirasa cocok karena cepat dan mudah dalam dioperasikan serta dapat digunakan dalam berbagai macam situasi keandalan manusia.

  1. Menentukan pengaruh PSF

Metode SPAR-H digunakan untuk mengkuantifikasi PSF dalam metode SHERPA. Berikut merupakan PSF yang digunakan dalam metode SHERPA:

  • Waktu tersedia

Yang dimaksud dengan waktu tersedia adalah waktu yang diperlukan oleh operator untuk mendiagnosis dan bereaksi terhadap terjadinya sesuatu yang abnormal. Parameter ini menunjukkan bagaimana operator bereaksi terhadap potensi terjadinya error.

  • Stres

Stres mengacu kepada situasi tidak ideal yang berpengaruh terhadap performansi operator.

  • Kompleksitas

Kompleksitas mengacu terhadap tingkat kesulitan yang dihadapi operator untuk menyelesaikan pekerjaannya, hal ini berkaitan dengan tipe pekerjaannya serta lingkungan pekerjaannya.

  • Pengalaman dan pelatihan

Parameter ini mengacu pada pengalaman yang dimiliki oleh operator serta pelatihan yang telah didapat operator berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan. Parameter ini biasa dikuantifikasikan dengan lamanya proses yang dilakukan.

  • Prosedur

Prosedur mengacu pada keberadaan kewajiban tertentu dalam menjalankan suatu pekerjaan.

  • Ergonomi kognitif

Ergonomi kognitif mengacu pada peralatan, display dan control, layout, kualitas, dan kuantitas informasi yang berada di lingkungan operator untuk melaksanakan pekerjaannya.

  • Kebugaran operator

Kebugaran operator mengacu pada kondisi fisik dan mental operator dalam melaksanakan pekerjaannya.

  • Proses kerja

Proses kerja mengacu pada budaya safety, tujuan perusahaan, komunikasi, dll.

  1. Menjalankan simulasi tiap skenario

Simulasi tiap skenario dijalankan dengan simulasi komputer untuk menemukan waktu ideal dan tidak ideal kerja sehingga probabilitas terjadinya error dapat ditentukan. Salah satu software simulasi yaitu Arena 14.0 memiliki template khusus untuk menjalankan metode SHERPA dengan combo box yang memudahkan pengguna untuk mengimplementasikan metode ini.

Keuntungan utama dari metode SHERPA adalah dengan kegunaannya dalam berbagai kondisi kerja menjadikannya dapat digunakan untuk mengukur tingkat keandalan manusia dalam berbagai sektor. Metode SHERPA juga tergolong fleksibel untuk dimanipulasi karena bobot tiap PSF dapat diatur dengan mengubah multiplier factor-nya. Hingga akhirnya, metode SHERPA dapat digunakan untuk mengatur shift kerja optimal yang berpengaruh langsung terhadap fungsi ekonomis perusahaan.

Referensi: Di Pasquale, Valentina, Miranda, Salvatore, Iannone, Raffaele, Riemma, Stefano. (2015). A simulator for human error probability analysis (SHERPA). Reliability Engineering and System Safety 139 (2015) 17-32 [Online]. Available at www.elsevier.com. Accessed on 8th April 2015, 10:20 AM.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s