A ROLE FOR HUMAN RELIABILITY ANALYSIS (HRA) IN PREVENTING DRINKING WATER INCIDENTS AND SECURING SAFE DRINKING WATER

Ditulis Oleh : Riza Octawirawan (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

8Sudah banyak insiden pencemaran air minum yang terjadi di dunia. Human errors diduga kuat menjadi salah satu penyebab utama dari banyaknya kasus pencemaran air minum tersebut. Terdapat 3 tahapan utama dalam mengatasi permasalahan ini yaitu 1) mengklasifikasi human errors yang terjadi berdasarkan 62 insiden pencemaran air minum mulai dari tahun 1974 sampai tahun 2001; 2) menentukan siklus hidup kasus pencemaran air secara umum 3) mengadaptasi model Swiss cheese untuk mengelompokkan faktor – faktor penyebab terjadinya wabah pencemaran air minum.

Distribusi air pada suatu wilayah sangat bergantung pada sumber air, pipa, dan elemen hidrolik control (pompa, keran, regulator, dan tangki). Distribusi air di suatu wilayah bertujuan untuk memberikan air yang aman untuk dikonsumsi kepada konsumen dalam jumlah dan tekanan yang sudah ditentukan. HRA pada sistem distribus air secara luas terdistribusikan errors-nya. 62 insiden pencemaran air minum yang banyak terjadi. Sebesar 38% disebabkan oleh active errors, 36% disebabkan oleh latent errors, sedangkan sisanya merupakan human error berdasarkan kegagalan sistem/lingkungan dan juga pengaruh dari konsumen (third parties). Contoh dari active errors (AE) yaitu gagal menyadari peringatan dan kesalahan dalam menanggapi masalah. Contoh dari kegagalan sistem/lingkungan (PE) adalah cuaca ekstrem, kotoran hewan, peralatan rusak. Contoh dari latent errors (LE) adalah error pada maintenance, operation error, kesalahan komunikasi. Contoh dari Pengaruh konsumen (CTE) yaitu kurangnya kerjasama antar konsumen dalam bertanggung jawab mengenai pencemaran air minum.

riza1Gambar disamping merupakan siklus tipikal yang terjadi jika terdapat kontaminasi/pencemaran air. Pada fase kontaminasi, air akan mulai terkontaminasi oleh berbagai macam unsur yang dapat membahayakan kesehatan. Kemudian fase sensing/penginderaan, adalah fase dimana keabnormalan mulai dirasakan oleh konsumen namun konsumen belum mengetahui apakah itu adalah hal yang wajar atau tidak. Fase yang ketiga adalah fase alarm, dimana pada fase ini banyak konsumen sudah mulai merasakan keabnormalan sehingga hal ini dirasa sudah tidak wajar, pada fase ini aka nada warning/peringatan sehingga semakin banyak orang yang tau mengenai kejanggalan pada air yang diminum. Fase keempat yaitu semakin banyak pihak yang sadar mengenai keabnormalan pada air minum, sehingga mulai dari fase ini akan dilakukan inspeksi menyeluruh untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran air minum. Dan fase yang terahir merupakan fase recovery dimana penceraman air minum akan dihentikan dan kemudian akan dilakukan investigasi kontinyu guna menghindari insiden yang sama.

riza2

Model swiss cheese dapat dikembangkan bersama dengan beberapa pertimbangan pendekatan yang digunakan dalam manajemen risiko untuk sistem dinamis. Model Swiss cheese tidak menyebutkan bahwa jumlah lubang dan lokasi dan ukuran lubang di sepotong dinamis dapat berubah. Faktor yang menyebabkan kecelakaan atau insiden masih bisa dapat dilacak untuk beberapa waktu, namun feedback yang diharapkan seringkali tidak muncul.

Secara umum, insiden besar yang terjadi hingga berawal dari akumulasi errors ataupun dari kombinasi errors. Tidak semua metode HRA dapat digunakan dan cocok pada sektor utilitas air. Insiden yang terjadi bisa diakibatkan karena sistem yang tidak baik, instalasi yang tidak sempurna, dan kurangnya maintenance, semua itu dapat dikategorikan sebagai human error. Menerapkan konsep aplikasi HRA pada kasus pencemaran air minum, mendefinisikan siklus hidup kasus pencemaran air minum, serta memperluas model swiss cheese untuk digunakan pada kasus ini, meruapakan langkah – langkah yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kasus pencemaran air yang disebabkan oleh human error.

Sumber : Wu, S. et al., 2009. Water Research. A role for human reliability analysis (HRA) in preventing drinking water incidents and securing safe drinking water, II(43), pp. 3227 – 3238.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s