Pengaplikasian Pengaturan Kualitas Cahaya pada HMI: Studi Kasus Mesin Manufaktur

Ditulis oleh Bahalwan Apriyansyah (Mahasiswa Teknik Industri ITS)

bahalwanDalam dunia manufaktur, hubungan antara manusia dengan sebuah mesin tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Hubungan antara mesin dan manusia menyangkut semua panca indera yang terdapat di manusia salah satunya indera penglihatan. Sehingga kesuksesan dalam Human Machine Interface sangat dipengaruhi oleh desain dari sebuah display dalam mesin tersebut. Banyak desain instrument/display pada mesin tidak didasari oleh suatu pengetahuan yang memeadai tentang nilai fungsionalnya. Kebanyakan desain hanya sekedar menampilkan fungsi impression sehingga kecelakaan kerja yang menimpa operator industri banyak ditemukan. Salah satu akibat desain yang kurang memperhatikan aspek fungsionalnya seperti, operator salah baca, salah menginterpretasikan, atau bahkan lambat untuk menginterpretasikan data. Oleh karena itu prinsip-prinsip ergonomi yakni Human Machine Interface. Hubungan antara mesin dengan manusia terjalin sebuah sistem komunikasi, mesin sebagai alat peraga, selain sebagai fungsi operator, manusia juga berfungsi sebagai controller, yakni manusia mampu mengubah keadaan mesin. Sebagaian dari system teknologi, sistem control seringkali dirancang untuk membuat lebih canggih dibandingkan manusia itu sendiri, namun perancangan atau desain ini harus memperhatikan kaidah kaidah ergonomic sehingga human error yang terjadi bisa diminimalisir oleh manusia.

Fungsi utama dari Human Machine Interface (HMI) yakni komunikasi serta Kontrol manusia terhadap mesin, sehingga mesin mampu memberikan informasi baik secara kuantatif dan kualitatif. Melalui peragaan visual berupa tombol-tombol ataupun simbol-simbol, operator mampu menjalankan fungsinya. Fungsi dari pembacaan kualitatif yang terdapat pada mesin-mesin tersebut

  1. menentukan status atau kondisi dari suatu variabel, (semisal kondisi suatu temperature pada mesin)
  2. menjaga suatu kondisi tertentu agar tetap stabil. (kecepatan mesin drilling dalam kondisi stabil)
  3. mengamati kecenderungan perubahan, kecepatan. (merekam kegiatan atau aktifitas pada mesin drilling)

Pada salah satu studi, operator membuat pembacaan kualitatif yang meliputi: tinggi,, sedang, dan rendah, untuk tiga rentang nilai numerik, dengan menggunakan skala kuantitatif dan menggunakan skala yang sama untuk pembacaan kuantitatif.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa, display pada mesin ini sebagai alat komunikasi terhadap fungsi fungsi mesin serta dapat dikontrol oleh manusia yang berperan sebagai kontroler. Fungsi fungsi mesin tersebut yang semula bersifat bergerak secara mekanik, elektrik, pneumatic maupun hydraulic kemudian di kunci dalam sebuah tombol, atau tampilan yang mampu menjalankan fungsi atas mesin tersebut. Sehingga aktifitas manusia tersebut dapat diakomodasi oleh mesin tersebut sesuai perintah yang telah diinputkan melaui pesan dalam bentuk.

Untuk memahami suatu display atau alat peraga dalam mesin, seorang operator memerlukan kemampuan yang memadai, keahlian manusia dan pengentahuan yang dimiliki dalam upaya pemahaman tentang display. Sayangnya, kemampuan setiap manusia berbeda beda dan terdpat penelitian bahwasanya pada lansia tingkat daya ingatnya akan menurun seiring bertambahnya waktu dikarenakan rusaknya sel sel di otak. Sehingga belum ada desain mesin yang memiliki kamampuan yang bisa mengakomodasi kekurangan manusia yang pada umumnya dialami oleh seorang lansia. Masalah yang dapat dialami oleh beberapa manusia terhadap pengllihatan (Vision). Salah satunya disebabkan oleh kualitas pencahayaan yang meliputi brightness distribution, glare, shadow, distraction background, serta veiling reflection.

Usulan Human Machine Interface yang baik adalah mampu mengakomodasikan aktifitas kebutuhan manusia serta meminimalisirkan human error. Pada dasarnya, sebuah interface yang baik adalah mampu memberikan pesan dengan mudah, serta pegoperasian dapat digolongkan mudah. Namun yang belum teraplikasikan adalah check reading, yakni penambahan kemampuan mesin untuk melakukan aktifitas pengontrolan apakah sesuatunya berjalan dengan normal atau abnormal baik untuk pembancaan kualitatif dan kuantitatif. Dan layout tombol menggunakan touch screen system, hal ini akan memudahkan pengguna dalam mengoperasikan sistem kerja. Dilain sisi untuk mengurangi kendala cahaya yakni brightness distribution, glare, shadow, distraction background, serta veiling reflection. Dengan memberikan tombol adjustment untuk pengaturannya.

 

Referensi
Nurmianto, Eko. 2003. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya- Edisi Pertama . Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s