Penerapan Human Computer Interaction (HMI) di Kokpit Pesawat

Ditulis Oleh : Hutomo Dwiki Adiguna
Mahasiswa Jurusan Teknik Industri (ITS)

dikiPada gambar diatas merupakan ilustrasi instrumen penerbangan yang digunakan di dalam cockpit pesawat terbang. Instrumen tersebut difungsikan untuk memberikan informasi kepada pilot mengenai arah pesawat, ketinggian, kecepatan dll. Konsep human computer interaction (HMI) berusaha untuk menciptakan sistem komputer yang interaktif sehingga mempermudah pekerjaan manusia. Penerapan konsep HMI membantu kinerja pilot menjadi lebih efektif dan efisien serta mengurangi resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor kesalahan manusia (human error).

Secara umum instrumen yang terdapat pada cockpit pesawat terbang dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu pitot-static instruments, compass systems, dan gyroscopic instruments. Informasi yang ditunjukkan oleh instrumen pitot-static diantaranya adalah ketinggian pesawat terhadap permukaan laut (altimeter) dan kecepatan pesawat (airspeed indicator) dalam satuan knots atau mach. Gyroscopic instruments terdiri dari heading indicator dan turn indicator. Pada gambar diatas digunakan sistem hibrid, dimana terdapat komponen instrumen analog serta glass cockpit atau dapat disebut sebagai head up display (HUD).

Keunggulan penggunaan glass cockpit diantaranya adalah mampu mengintegrasikan fungsi monitoring pesawat, sistem autopilot serta navigasi. Beberapa fungsi tersebut ditampilkan dengan layar LCD sehingga tampilan atau interface menjadi lebih sederhana, mudah dimengerti, dan pilot juga lebih fokus untuk mengolah data penerbangan. Sistem tersebut juga didesain sesuai dengan penggunaan personal computer (PC) dimana terdapat fungsi point and click serta dilengkapi dengan fitur touchsreen.

Sistem hibrid pada cockpit pesawat terbang masih menggunakan beberapa instrumen analog untuk memberikan informasi penerbangan pada pilot. Satu instrumen analog mewakili satu informasi yang menjelaskan mengenai kondisi pesawat terbang, instrumen analog dengan jumlah cukup banyak menyebabkan pilot harus lebih konsentrasi untuk memperhatikan setiap panel instrumen yang ada. Jika diperlukan analisis beberapa informasi dengan beberapa analog maka pilot membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan informasi tersebut telah ditampilkan dalam satu layar LCD yang terintegrasi.

Untuk membantu kinerja pilot sehingga lebih efektif dan efisien serta meningkatkan faktor keselamatan dalam dunia penerbangan, maka instrumen analog sebaiknya diganti dengan sistem glass cockpit secara terintegrasi. Sistem ini harus didukung dengan sistem manajemen penerbangan dimana mencakup fungsi peringatan dini terhadap kerusakan pesawat terbang sekaligus memberikan informasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) untuk mengatasi kerusakan tersebut.

Referensi:
Admin. (2011, May 15). Retrieved from https://avionika01.wordpress.com/2011/05/15/instrumen-dasar-pesawat-terbang/
Bless, R. (2013, December 19). Retrieved from http://anetotallyrandom.blogspot.com/2013/12/teknologi-glass-cockpit-it-on-plane.html
Tata Technologies. (2013). Home : Manufacturing. Retrieved from Tata Corporation Web site: http://www.tatatechnologies.co.uk/manufacturing/human-machine-interface-robotics/

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s