Aplikasi Ergonomi Desain Virtual Keyboard

Ditulis oleh : Elsa Camelia Harmadi (Mahasiswa Teknik Industri ITS) 

echaPenggunaan keyboard sebagai salah satu alat peripheral komputer personal memiliki banyak aplikasi dan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Efisiensi dan efektivitas dari penggunaan keyboard ini dapat dijadikan sebagai parameter pengukuran produktivitas pengguna, salah satunya adalah evaluasi user interface (UI), usability, dan user experience (UE). Berikut akan dijelaskan analisa mengenai desain virtual keyboard yang menjadi salah satu opsi penggunaan keyboard untuk aktivitas mengetik. Virtual keyboard adalah alat pelengkap perangkat komputer semu yang didesain dengan fleksibilitas sebagai tujuan utama pembuatan. Seiring dengan kemajuan teknologi, desain virtual keyboard untuk smartphone dan personal digital assistant (PDA) mengalami pengembangan. Sebagai alat bantu untuk input karakter dalam bentuk huruf, simbol, dan angka, virtual keyboard didesain untuk dapat memasukkan informasi secara tepat dan tepat. Salah satu fitur virtual keyboard adalah sebuah program dapat menjadi program virtual yang berperan sebagai kontrol, dengan kelengkapan tombol-tombol dan tuts yang terdapat pada keyboard umumnya.

Virtual keyboard dapat digunakan hampir pada semua platform seperti personal komputer, komputer, smartphone, hingga PDA. Penggunaan virtual keyboard tergolong mudah, dengan memasukkan teks seperti biasa sesuai dengan tombol yang ada pada hologram yang diproyeksikan pada bidang permukaan datar. Inovasi ini sangat membantu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan implementasi teknologi infra merah dan laser untuk menghasilkan invisible circuit dan proyeksi tombol-tombol keyboard virtual. Tingkat kepekaan yang dimiliki oleh keyboard ini sama dengan keyboard biasa, dengan port infra merah pada bagian bawah transmitter dan kamera kecil yang dapat mendeteksi, mengukur, dan menentukan lokasi ujung jari yang menyentuh permukaan bidang proyeksi (Putri 2010). Beberapa fitur yang tersedia dalam desain inovasi keyboard ini adalah adanya kontrol untuk efek suara pada keyboard (key clicks), intensitas proyeksi cahaya, tingkat sensitivitas keyboard, serta aplikasi timeout pada saat keyboard tidak digunakan.

Analisa ergonomi pada desain keyboard visual ini terletak pada aspek user interface (UI), usability, dan user experience (UE). User interface mencakup seberapa mudah suatu produk memberikan respon atau timbal balik dari yang diperintahkan pengguna (User Interface 2012). Pada desain virtual keyboard ini dinilai cukup baik, karena dengan penggunaan teknologi infra merah dan laser, manusia akan lebih mudah dalam input huruf, simbol, maupun angka dengan tingkat kenyamanan yang tinggi. Kegunaan virtual keyboard ini jika ditinjau dari aspek usability, mengacu pada pengurangan error dan contact stress. Jika dibandingkan dengan contact stress penggunaan keyboard manual, akan memicu tingkat tekanan dan temperatur pada kulit yang bersentuhan langsung dengan keyboard. Keluhan yang sering dijumpai pengguna keyboard pada saat mengetik dalam waktu yang lama adalah kesemutan, nyeri pada telapak tangan, dan ketidaknyamanan posisi pergelangan tangan. Penggunaan virtual keyboard dinilai dapat menjawab permasalahan ergonomi pada tubuh manusia. Operator akan mengeluarkan gaya yang lebih sedikit dalam mengetik karena tidak ada gaya menekan tombol dan tuts pada keyboard biasa.

Penerapan teknologi tentunya tidak ada yang memberikan kegunaan yang sempurna. Dibalik desain keyboard virtual dengan posisi QWERTY, beban tangan manusia tidak terdistribusi secara sempurna. Tombol A, S, D, dan F diletakkan berdekatan padahal huruf tersebut yang paling sering digunakan. Selain itu, pemeliharaan dan kontroling sensitivitas tombol dan tuts bagi orang awam akan terasa sulit dengan adanya setting mengenai laser dan inframerah pada kamera input.

Dengan demikian, perbaikan yang dapat dilakukan pada pengembangan desain virtual keyboard adalah perancangan urutan tombol sesuai dengan beban dan gaya yang dikeluarkan oleh pengguna, dengan memperhatikan kluster huruf yang paling sering digunakan. Selain itu, tampilan virtual keyboard berupa warna dan font dapat disesuaikan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam peletakan di permukaan datar. Dengan adanya penyesuaian warna tombol yang sesuai dengan warna latar belakang dan ukuran font yang sesuai akan memudahkan penggunaan dalam aktivitas pengetikan.

 

REFERENSI
Putri, Dian Kemala dan Ainul Haq. 2018. Virtual Keyboard dalam Pendekatan Ergonomi. Proceedings. Teknik Industri Universitas Gunadarma.
Wendy, Theresia. 2006. Perancangan Desain Keyboard Sesuai dengan Penggunaan Bahasa Indonesia dengan Mempertimbangkan Aspek Ergonomis. Seminar Nasional Ergonomi. Diakses pada 24 November 2014. < http://repository.ubaya.ac.id/390/1/Wendy_Perancangan%20Desain%20Keyboard_Abstract_2006.pdf>
Wijayanto, Hendro. 2014. Faktor User Interface, Usability, dan User Experience pada Perancangan Website dalam Konteks Interaksi Manusia-Komputer (IMK). Artikel online. Diakses pada 24 November 2014. <https://banghendrowijayanto.wordpress.com/2014/10/21/faktor-user-interface-usability-dan-user-experience-pada-perancangan-website-dalam-konteks-interaksi-manusia-komputer-imk/>

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s