Mesin ATM dari Sudut Pandang HMI

Auditya Danial Jiwandono (Teknik Industri ITS)

toleDi masa globalisasi sekarang ini, ATM adalah sebuah kebutuhan yang harus dimiliki setiap orang. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, semakin banyak fasilitas yang disediakan ATM mulai dari transfer, penarikan tunai, pembayaran tagihan, bahkan baru-baru ini terdapat beberapa bank yang memberikan fasilitas penyetoran tunai. Namun, tahukah anda cara kerja mesin ATM ? Tahukah anda bahwa ternyata masih banyak yang perlu diperbaiki pada mesin ATM ? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Dalam bahasa Indonesia ATM berarti Anjungan Tunai Mandiri, sedangkan dalam bahasa Inggris ATM berarti Automatic Teller Machine. Pada dasarnya, ATM adalah alat elektronik yang memudahkan nasabah untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh “teller” manusia. Pada kebanyakan ATM saat ini, pengguna ATM dapat diidentifikasi dengan memasukan kartu ATM ke dalam mesin ATM. Kartu ATM saat ini masih berjenis “Magnetic Card Reader” atau kartu magnetic yang memiliki garis hitam di sisi belakang kartu, yang berisikan nomer kartu yang bersifat “unik” dan beberapa informasi keamanan, seperti tanggal kadaluwarsa kartu ATM. Keamanan juga ditunjang oleh personal identification number (PIN) yang dimasukan oleh pengguna ATM.

Untuk menggunakan ATM, pengguna harus memasukan kartu dan memasukkan nomor sandi, serta jumlah uang yang akan diambil. Nomor sandi ini kemudian akan dikirim ke host processor. Host processor akan melihat, apakah pengguna memiliki uang simpanan yang akan diambil atau tidak menurut data informasi dari computer bank. Selanjutnya, host processor akan memberikan sinyal kepada pengguna (yang menggunakan ATM). Jika pengguna memiliki dana yang diinginkan maka ATM akan mengeluarkan sejumlah uang sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu, pemakai dapat melihat informasi saldo dari tabungan yang dimilikinya. Pemindahan bukuan secara otomatis akan dilakukan oleh host processor.

Penerapan teknologi tentunya tidak ada yang memberikan kegunaan yang sempurna. Dibalik kegunaanya yang simple dan mudah digunakan, terdapat beberapa kerugian pada mesin ATM. Yang pertama tentu saja adalah masalah keamanan. Tidak seperti teller di bank, ATM tidak memerlukan manusia untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, pengguna harus memasukan kartu bank dan nomor PIN. Jika kartu dicuri dan nomor PIN diketahui, maka pencuri tersebut dapat dengan mudah mengakses akun pemilik kartu. Kerugian yang lainnya adalah ketidakmampuan ATM untuk melakukan transaksi kompleks. ATM hanya dapat melakukan transaksi dasar. Ini berarti orang yang membutuhkan transaksi yang lebih kompleks terpaksa harus menghubungi teller di bank. Kerugian yang ketiga adalah masalah kebebasan pribadi. Tidak seperti di bank, dimana penjaga keamanan dan teller ada untuk memastikan privacy orang yang melakukan transaksi, di ATM mungkin orang lain dapat mencoba untuk memata-matai pengguna ataupun layar pengguna, tanpa disadari pengguna. Selain itu, pada bank dengan pengamanan kurang, sudah banyak terjadi pembajakan kartu ATM akhir-akhir ini. Kerugian yang terakhir adalah ”makan kartu”. Seringkali terjadi, termasuk yang dialami penulis dan teman-teman penulis, ATM yang mengalami malfungsi dan menelan kartu pengguna. Pelanggan kemudian akan diarahkan untuk menghubungi nomor layanan dan menghubungi teknisi perbaikan untuk mengambil kartu ini, ataupun pengguna terpaksa harus membuat kartu ATM yang baru. Hal-hal itulah yang jarang sekali terjadi jika menggunakan jasa teller bank daripada mesin ATM.

Selanjutnya, adakah solusi yang bisa mengantisipasi kerugian-kerugian tersebut ? Jawabannya adalah “ya”. Baru-baru ini sudah ada ATM berbasis sidik jari, khususnya di Polandia. Cara kerjanya hampir sama seperti ATM pada umumnya, perbedaannya adalah transaksi tidak lagi menggunakan kartu ATM, namun cukup menggunakan jari dan sensor akan mengidentifikasi pengguna melalui pembuluh darah pada jari. Inovasi ini sangat dapat meningkatkan kemanan penggunaan ATM. Selain itu, keuntungan yang lain adalah dengan tanpa menggunakan kartu ATM, maka tidak mungkin terjadi ATM yang “makan kartu”. Dengan adanya alat ATM biometrik ini, nantinya penggunaan ATM akan semakin aman dan mudah.

Referensi:

Mengenal lebih dekat mesin ATM. 2014. Just Blog: Mengenal lebih dekat mesin ATM. [ONLINE] Available at: http://benedictusadiyanto.blogspot.com/2012/04/mengenal-lebih-dekat-mesin-atm.html. [Accessed 27 November 2014].
Biometric ATM gives cash via ‘finger vein’ scan – CNN.com. 2014. Biometric ATM gives cash via ‘finger vein’ scan – CNN.com. [ONLINE] Available at: http://edition.cnn.com/2010/WORLD/europe/07/05/first.biometric.atm.europe/. [Accessed 27 November 2014].
The Disadvantages of Using an ATM Card. 2014. The Disadvantages of Using an ATM Card | The Classroom | Synonym. [ONLINE] Available at: http://classroom.synonym.com/disadvantages-using-atm-card-9370.html. [Accessed 27 November 2014].

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s