Faktor Penyebab Kecelakaan Kereta Api Di Indonesia Dan Solusinya

Ditulis oleh Satrio Dewantoro Raharjo (251100050) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara.

            Namun demikian, dibalik larisnya layanan kereta api di Indonesia, pengawasan pemerintah Indonesia masih dirasa kurang, dan juga oleh karena masal-nya transportasi ini membuat pengelola sering mengabaikan peraturan peraturan fatal yang bisa menyebabkan kecelakaan. Demikian pula perkeretaapian di Indonesia masih belum diimbangi dengan adanya jaminan keselamatan bagi penumpang maupun awak kereta. Sejumlah kecelakaan kereta api pernah terjadi, dengan jumlah korban meninggal maupun luka berat yang bervariasi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari aspek kelalaian manusia, masalah tidak lengkapnya perlintasan kereta dengan palang pintu, hingga masalah perawatan kereta yang kurang baik hingga menyebabkan kecelakaan (seperti rem blong). Mengingat pentingnya moda transportasi kereta api di Indonesia, khususnya kota-kota besar, maka perlu dikaji secara mendalam faktor-faktor penyebab kecelakaan kereta api di Indoensia, sehingga dapat dilakukan penanggulangan untuk meningkatkan keselamatan bertransportasi dengan menggunakan kereta api.

Melihat fakta dilapangan, dapat ditemukan beberapa faktor penyebab adanya kecelakaan ini. Seperti human error (kelalaian petugas pengatur jalur, pelangaran sinyal, dan pelanggaran perlintasan), pemeliharaan infrastruktur meliputi rem KA blong, bantalan rel bergeser, besi bantalan rem hilang, gerbong jatuh, dan lain sebagainya. Hingga kecelakaan yang disebabkan oleh tidak adanya palang pintu pada perlintasan kereta api. Kemudian dapat diusulkan beberapa solusi penyelesaian menanggapi faktor penyebab kecelakaan tadi.

            Untuk kecelakaan yang disebabkan oleh human error dapat diberikan solusi berupa penegakan disiplin kerja bagi pegawai KA dengan menerapkan sanksi dan reward yang tegas bagi pegawai yang melanggar sekecil aturan apapun. Hal ini juga berlaku bagi pengguna jalan yang melintas di perlintasan kereta. Sanksi tegas harus diberikan kepada pengguna jalan yang melanggar lintasan ketika sudah terjadi peringatan kereta akan lewat. Dalam hal pemeliharaan infrasturktur, solusi yang dapat diberikan adalah dengan adanya pemeliharaan rutin infrastruktur KA, serta pembaharuan terhadap rel kereta yang dianggap sudah tidak layak. Pun juga dapat melibatkan peran masyarakat untuk ikut menjaga rel dari ancaman pencurian bantalan rel kereta api atau tindak sabotase lainnya. Dalam hal perkembangan teknologi, mungkin dapat bisa dipertimbangkan untuk menggunakan teknologi kereta tanpa rel (dengan tenaga induksi magnet) atau kereta tanpa sambungan antar gerbong. Faktor kecelakaan lainnya adalah tidak adanya palang pintu pada perlintasan. Hal tersebut dapat ditanggulangi dengan melengkapi semua perlintasan dengan palang pintu, mulai mempertimbangkan membuat rel kereta tidak melintas di jalan raya, dapat dengan rel kereta bawah tanah atau melayang serta dengan mulai menerapkan sistem pengereman mendadak di kereta api untuk meminimalisir angka kecelakaan pada perlintasan kereta api.

            Kesimpulannya adalah Kereta api merupakan alat transportasi publik yang harus terus diperbaiki kinerja layanannya karena semakin meningkatnya jumlah pengguna dari tahun ke tahun, khususnya untuk kereta yang melayani lalu lintas dari kota besar ke kota-kota penunjang disekitarnya. Seharusnya, prioritas utama penyelesaian masalah kereta api adalah penegakan disiplin pegawai kereta api dalam mengatur jalur lalu lintas kereta, juga disiplin pengguna jalan ketika melintas di lintasan kereta, karena faktor inilah yang menyadi penyebab tingginya korban jiwa dari kecelakaan kereta api di Indonesia. Baru setelah itu, prioritas berikutnya adalah masalah pemeliharaan fasilitas dan harus mulai mempertibangkan penggunaan teknologi canggih untuk meingkatkan keselamatan berkereta api di Indonesia. Peningkatan jaminan keselamatan kereta api, pasti penumpang pun akan semakin merasa nyaman.

Referensi :

Wikipedia. “Data Kecelakaan Kereta Api di Indonesia.” 2014. (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kecelakaan_kereta_api_di_Indonesia). Tanggal Akses 16 Juni 2014

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s