Cepat atau Selamat?

Ditulis oleh Fitria Kurnia Putri (2511100001) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Kereta api merupakan salahsatu moda transportasi darat yang sering digunakan oleh masyarakat, baik untuk mobilitas orang maupun barang. Kereta api kerap dipilih oleh masyarakat dikarenakan cepat serta aman. Namun apakah kereta api merupaka moda transportasi yang aman?

Berdasarkan data liputan tribunnews.com yang bersumber pada penjelasan Kepala Sub Komunikasi Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) Eddy Sungkono menyatakan bahwa pada tahun 2007 terdapat 14 kecelakaan, tahun 2008 menurun menjadi 8 kejadian kecelakaan, tahun 2009 8 kejadian kecelakaan, tahun 2010 terdapat 10 kejadian kecelakaan kereta api, tahun 2011 terdapat 1 kejadian kecelakaan, tahun 2012 terdapat tiga kejadian kecelakaan, dan tahun 2013 terdapat 2 kejadian kecelakaan kereta api. Dari tahun ke tahun statistik kecelakaan kereta api fluktuatif. Salahsatu faktor penyebab kecelakaan kereta api adalah human error (kesalahan manusia). Human error tersebut dapat disebabkan karena kesalahan pada operator pembuka palang pintu perlintasan kereta api, masinis, maupun pengguna jalan. Artikel kali ini akan membahas secara lebih dalam human error yang terjadi di kawasan palang pintu perlintasan kereta api Jl. Demak Surabaya dekat dengan Pusat Grosir Surabaya (area belanja).

sdfsdf

cxvx

 Pusat Grosir Surabaya (PGS) merupakan pusat perbelanjaan yang melayani pembelian baik secara satuan maupun grosir. Tepat di dekat area PGS terdapat palang pintu perlintasan rel kereta api dengan jadwal yang cukup padat setiap harinya, yakni 39 jadwal kereta melintas. Di sekitar area PGS yang dekat dengan palang pintu perlintasan kereta api terdapat banyak penjual kaki lima yang menjajakan jualannya, terdapat tukang becak yang sedang memakirkan kendaraannya, serta terdapat pejalan kaki yang lalu lalang. Dapat kita bayangkan bagaimana padatnya arus lalu lintas di area palang pintu perlintasan kereta api PGS.  Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis, serta wawancara dengan Bapak Arif (petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api), ketika kereta tengah melintas terdapat beberapa perilaku yang salah (action error) yang dilakukan oleh masyarakat, berikut merupaka daftar perilaku yang salah (error) yang dilakukan oleh pengguna jalan :

  1. Pejalan kaki dan becak :

–          Menyebrang di rel kereta api saat pintu perlintasan kereta api telah ditutup namun kereta belum lewat

–          Menyeberang dengan berlari di rel kereta api saat pintu perlintasan kereta api telah ditutup dan kereta berjarak ±10 meter dari pintu perlintasan

–          Berhenti di depan palang pintu perlintasan kereta api saat kereta lewat

–          Berhenti di belakang palang pintu perlintasan kereta api saat kereta api lewat

–          Menyeberang tanpa memerhatikan lampu hijau dan pintu telah terbuka

  1. Pengendara kendaraan bermotor :

–          Menerobos palang pintu perlintasan kereta api

–          Melakukan pengereman mendadak sehingga mengakibatkan palang pint rusak (patah)

–          Melintasi rel kereta api saat pintu perlintasan telah ditutp namun kereta belum lewat

–          Berhenti di depan palang pintu perlintasan kereta api saat kereta api lewat

–          Berhenti di palang pintu perlintasan kereta api

–          Melanjutkan perjalanan tanpa memerhatikan lampu hijau pintu perlintasan kereta api

Perilaku eror yang dilakukan oleh pengguna jalan dapat membahayakan keselamatan jiwa baik individu maupun kelompok, serta kerugian material yang akan diterima. Berdasarkan analisa penulis, sebagain besar pengguna jalan ingin cepat sampai tempat tujuan namun menghiraukan keselamatan dirinya sendiri dan orang lain. Rekam data palang pintu perlintasan kereta api dekat area PGS, palang pintu perlintasan kereta api pernah patah pada 2 tahun yang lalu dikarenakan petugas penjaga palang pintu perlintasan tidak melakukan pengereman ketika menutup pintu perlintsan dan pengguna jalan tidak mematuhi aturan yang berlaku, sehingga pengguna jalan tersebut menabrak palang pintu perlintsan kereta api. Sebagian besar perlau eror yang dilakukan oleh pengguna jalan disebut slips. Slips dalam taxonomi human error dapat diartikan sebagai right intention incorrectly executed (niatan nyabenar, namun salah dalam eksekusi). Slips bukan dikarenakan kurangnya pengetahuan ataupun kesalahan peraturan, namun slips dikarenakan kurang sadarnya tiap individu dalam menggunakan pengetahuannya untuk mematuhi aturan yang telah ada.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s