Bahaya “Dust Explosion” Pada Proses Pengelasan

Ditulis oleh Irvan Budiharjo (2511100063) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Dust explosion merupakan suatu ledakan yang disebabkan oleh adanya pembakaran secara tiba – tiba pada sekumpulan partikel debu (howstuffworks.com, 2009). Pada proses pengelasan, bahaya ini dapat timbul terutama pada saat pengecekan mesin las dan ketika pengarahan mesin las ke logam. Contoh kasus dust explosion pada pengelasan yang pernah terjadi adalah pada tahun 2003 lalu di kota Shenyang, China terjadi dust explosion pada perusahaan kayu bernama Fuxing Floor Plant, yang menewaskan 3 orang pekerja. Hasil dari investigasi kejadian menunjukkan bahwa dust explosion terjadi karena kesalahan dari tukang las pabrik yang melakukan proses pengelasan pada saat terjadi pembersihan dari 3 orang petugas kebersihan. 3 orang petugas kebersihan tesebut langsung mati dan mencederai tukang las tersebut.

Resiko dari dust explosion ini meningkat seiring dengan meningkatnya volume partikel debu pada tempat kerja. Berdasarkan pengamatan penulis pada bengkel las Bintang Jaya, banyak pekerja yang tidak mengetahui pengertian, penyebab dan dampak  dust explosion. Selain itu, kondisi bengkel las Bintang Jaya yang bersifat bangunan terbuka, dekat dengan jalan raya yang banyak dilalui kendaraan, jarangnya dilakukan pembersihan rutin, membuat resiko bahaya dust explosion makin besar terjadi. Berdasarkan pengamatan penulis pada bengkel las Bintang Jaya, banyak pekerja las yang cenderung tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai pada saat melakukan proses pengelasan, seperti sarung tangan, dan topi las untuk melindungi wajah. Pekerja hanya menggunakan APD berupa kacamata las, dan banyak pekerja yang sering bermain – main dan tidak serius dalam melakukan pekerjaan, seperti bercanda dan merokok pada saat bekerja. Hal ini sangat berbahaya, terutama kurangnya keseriusan pekerja pada saat bekerja, karena dapat meningkatkan resiko human error. Dalam melakukan penyalaan mesin las misalnya, terdapat pekerja yang bercanda sambil merokok dan menyalakan mesin las dengan tidak sesuai dengan prosedur kerja, yang seharusnya menyalakan mesin las di dekat objek las, dimana pekerja menyalakan alat las pada jarak yang cukup jauh dari objek las tanpa melakukan pengecekan debu di sekitar keluarnya api las. Kondisi ini sangat berbahaya, dimana dapat menyebabkan terjadinya dust explosion yang dapat terjadi sewaktu – waktu ketika mesin las dinyalakan dan berdampak serius terhadap pekerja. 

Untuk mengatasi hal ini, digunakan metode SHERPA untuk melakukan analisis terhadap human error yang terjadi pada bengkel las Bintang Jaya. Metode ini menggunakan hierarchical task analysis (HTA), yang merupakan urutan dari kegiatan pekerja pada saat melakukan proses pengelasan. Berikut merupakan hierarchical task analysis dari proses pengelasan logam :

dsa

Berdasarkan gambar 1, proses pengelasan yang berkemungkinan besar menimbulkan dust explosion adalah proses kedua atau pada saat pengoperasian welding. Selanjutnya dilakukan penilaian karakteristik error berdasarkan pada tabel SHERPA Error Modes di bawah :

Capture

Berdasarkan tabel 1, dibuat rekap analisis metode SHERPA sebagai berikut :

Captureasdsa Capturesaddsasa

Salah satu solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi hal ini, berdasarkan metode SHERPA adalah diberikannya SOP atau Standard Operating Procedure yang diberikan oleh pemilik usaha bengkel las Bintang Jaya kepada para pekerja dan pemberlakukan penaatan pekerja secara keras terhadap SOP harus diberikan dari pemilik. Pemilik bengkel las Bintang Jaya harus memastikan bahwa pekerja menaati SOP yang tersedia dan mengajak pekerja yang kurang mau menaati SOP tersebut untuk menaatinya. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara pemberian reward dan punishment bagi pekerja agar mematuhi SOP yang berlaku. SOP tambahan yang dapat diberikan untuk mengatasi adanya dust explosion adalah pekerja las yang harus membawa objek las ke bagian dalam bengkel sebelum memulai proses pengelasan, dan membersihkan objek las sebelum memulai pengelasan. Pembersihan rutin pada bengkel juga perlu dilakukan untuk mengurangi volume debu pada bengkel las.

Sumber : Dust Explosion, http://science.howstuffworks.com/dust-explosion-info.htm, dilihat pada 16 Juni 2014

Gang, L & Chen, B. Human Errors and Dust Explosion Prevention and Protection http://www.bse.polyu.edu.hk/researchCentre/Fire_Engineering/summary_of_output/journal/IJEPBFC/V8/EPBFCv8n1p1.pdf, dilihat pada 16 Juni 2014

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s