Analisis Human Error sebagai Potensi Penyebab Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Ditulis oleh Aulia Fikriati (2511100014) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

asddsa

(Sumber: http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/perlintasan-kereta-api-ilustrasi_131210163932-557.jpga)

Sarana transportasi kereta api merupakan salah satu sarana yang cukup menjadi perhatian pemerintah dalam usaha peningkatan keamanan. Dari tahun ke tahun dilakukan peningkatan entah itu dari maintenance kereta maupun dari sumber daya manusia di pihak perkeretaapian. Sekarang sudah tidak ada lagi kasus kecelakaan karena petugas tidak dapat mengartikan makna dari simbol perkereta apian (seperti kejadian kecelakaan kereta api Bintaro 1987). Sekarang pun pemerintah sudah menerapkan kuota penumpang di kereta ekonomi sejak tahun 2012. Namun ternyata meskipun sudah dilakukan pengimprovean di berbagai bidang, angka kecelakaan untuk kereta api masih tinggi. Berdasarkan data dari Ditjen Perkereretaapian pada kurun waktu 2006-2012 kecelakaan kereta api mencapai 526 kejadian meliputi 22 kejadian tabrakan antar kereta, 385 kejadian anjlok, 35 kejadian terguling, 29 banjir/longsor dan 55 kejadian lain-lain. Dari kejadian tersebut salah satu lokasi yang menjadi tempat favorit terjadinya kecelakaan kereta api adalah persilangan perlintasan kereta api, di mana lokasi tersebut merupakan perpotongan antara jalan raya dan rel lintasan kereta api. Pada lokasi tersebut adanya kendaraan umum yang melintas menambah potensi kecelakaan.

Salah satu aspek yang menyumbangkan angka terbesar sebagai penyebab kecelakaan kereta api di area persilangan perlintasan kereta api merupakan human error. Human error dapat didefinisikan suatu keputusan.tindakan yang mengurangi atau potensial untuk mengurangi efektifitas keamanan atau performansi suatu sistem (Mc Cormick, 1993). Terdapat beberapa aktivitas yang berpotensi human error, yaitu aktivitas yang dilakukan oleh petugas penjaga pintu perlintasan KA, aktivitas yang dilakukan oleh pengguna jalan di sekitar perlintasan KA (termasuk pejalan kaki) dan aktivitas yang dilakukan oleh petugas kantor pusat KA.

            Dilakukan pengamatan terhadap perlintasan KA di daerah Staisun Gubeng Surabaya sebagai bahan analisis siapa dari 3 kemungkinan pelaku (petugas PJKA, petugas pusat atau pengguna jalan) yang berpotensi paling besar menyebabkan human error. Ternyata dari hasil pengamatan dan wawancara, ketiganya berpotensi melakukan human error yang menyebabkan timbulnya potensi kecelakaan KA. Pertama yaitu petugas penjaga pintu perlintasan KA. Menurut Bapak Purwono selaku petugas penjaga pintu perlintasan KA Stasiun Gubeng, sejak tahun 1992 sampai sekarang (2014) pada daerah perlintasan tersebut tidak ada kasus kecelakaan KA sama sekali. Bapak Purwono menyatakan untuk kecelakaan KA di area perlintasan di Surabaya sering terjadi di area yang tidak memiliki palang/pintu perlintasan. Penjaga pintu perlintasan memang sering melakukan error dalam pekerjaannya, namun menurut Bapak Purwono, hal tersebut berpotensi sangat kecil menyebabkan kecelakaan KA, misalnya salah mengirimkan info nama KA yang melintas kepada petugas penjaga di perlintasan lain. Kondisi yang menyebabkan petugas bertindak error, misal kondisi mengantuk atau lelah diatasi dengan adanya sistem shift yaitu 3 shift dalam sehari.

            Untuk petugas pusat, kemungkinan dilakukannya error yang berpotensi menyebabkan kecelakaan memang tinggi. Misalnya saja terlambat memberikan instruksi kepada petugas perlintasan untuk menyalakan lampu peringatan dan sirine, atau menyalakan early warning system, hal ini sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan. Namun kejadian tersebut belum pernah terjadi di daerah perlintasan KA stasiun Gubeng.

            Sedangkan untuk pengguna jalan, banyak sekali error yang dilakukan pada saat pengamatan dan dibutuhkan peran dari petugas perlintasan untuk menertibkan kondisi error tersebut. Dari hasil pengamatan, error terbanyak yang dilakukan oleh pengguna jalan khususnya pengguna kendaraan bermotor yaitu tidak mengurangi kecepatan kendaraan. Hal ini berpotensi menimbulkan kecelakaan. Seharusnya pada saat melintasi rel KA, pengendara mengurangi kecepatan kendaraannya karena mengantisipasi kereta yang akan melewati perlintasan tersebut. Jika pengendara ngebut terdapat beberapa potensi kecelakaan yang terjadi, yaitu kecelakaan karena terkena palang, terpeleset di rel dan yang paling parah kecelakaan tertabrak kereta api. Bahkan banyak penggendara yang pada saat palang mulai diturunkan malah menerobos dengan kecepatan tinggi. Peran petugas sangat dibutuhkan di sini dalam mengontrol penutupan palang dan menertibkan pengguna jalan saat kondisi lalu lintas sedang padat misalnya di pagi hari.

            Sehingga saran untuk pemerintah dan  PT KAI selaku badan resmi pemerintah yang menangani perkerereta apian, perbaikan sistem tidak hanya ditujukan untuk fasilitas dan personil lapangan saja, karena justru terkadang human error yang dilakukan oleh pengguna jalan menimbulkan potensi tinggi terjadinya kecelakaan dan tidak bisa diabaikan. Misal bisa dengan menambah personil keamanan di sekitar perlintasan .

REFERENSI

Iridiastadi, Hardianto, Wanurmarahayu, Citra & Oemyati, Ani, (2013) Kajian Kecelakaan Kereta Api dengan Memanfaatkan Human Factors Analysis And Classification System, diakses pada 15 Juni 2014, <insentif.ristek.go.id/PROSIDING_PHP/PROSIDING2013/3_TT/RT-2013-1411.pdf>

Dwiatmoko, H. (2012). Road Map Keselamatan Perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Mc. Cormick, Ernest.J. (1993). Human Factor in Engineering and Design. McGrawHill, Inc., New Jersey.

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/perlintasan-kereta-api-ilustrasi_131210163932-557.jpga

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s