ANALISA PERILAKU MANUSIA DALAM PENGGUNAAN JEMBATAN PENYEBERANGAN

Ditulis oleh Faly Arnando (2510100053) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan salah fasilitas umum yang digunakan sebagai sebuah sarana penyeberangan jalan raya yang dikhususkan untuk pejalan kaki. Dengan adanya jembatan penyeberangan ini dapat menjamin tingkat keamanan penyeberang lebih tinggi dibandingkan menyeberang tanpa menggunakan jembatan penyeberangan. Penggunaan jembatan penyeberangan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

dsadsa

Namun karena beberapa hal, sering ditemui masyarakat yang menyeberang jalan tanpa menggunakan fasilitas jembatan penyeberangan. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan masyarakat menyeberang sembarangan dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Kurangnya pengetahuan atau mistakes terjadi karena si penyeberang tidak mengetahui keberadaan dan fungsi dari jembatan penyeberangan. Sedangkan kebiasaan masyaratak dapat dikaitkan dengan adanya lapses yaitu masyarakat menyadari akan resiko apabila menyeberang sembarangan namun tetap melaksanakannya.

Lokasi yang digunakan sebagai objek pengamatan adalah jembatan penyeberangan yang terletak di Plaza Surabaya (Delta Plaza) Jalan Pemuda 33-37 Surabaya. Jalan Pemuda merupakan salah satu jalan strategis yang terletak di pusat kota Surabaya karena di sekitar jalan tersebut banyak ditemui pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti pusat perkantoran, perdagangan, bisnis, perbelanjaan, apartemen, dan lain-lain. Selain itu jalan ini juga digunakan sebagai akses utama masyarakat Surabaya kawasan utara dan timur menuju pusat kota. Maka dari itulah aktivitas lalu lintas pada jalan ini sangat padat.

Berikut ini adalah identifikasi error yang dialami oleh penyeberang jalan yang dibagi menjadi tiga error type antara lain mistakes, slips, dan lapses.

1

Dari tabel di atas diketahui bahwa penyeberang jalan yang melakukan error tipe mistake, kurang menyadari kondisi di sekitarnya sehingga mengambil keputusan yang justru membahayakannya. Untuk error tipe slips, si penyeberang jalan sudah terbiasa melakukan hal tersebut sehingga tidak ada rasa bersalah ketika melakukannya. Sedangkan untuk error tipe lapses, si penyeberang sudah mengetahui resiko apa yang akan dialaminya serta kondisi lingkungan sekitarnya. Namun karena ada beberapa hal lain maka penyeberang tersebut tetap menyeberang jalan tanpa menggunakan jembatan penyeberangan yang telah disediakan. Masyarakat yang menyeberang tanpa menggunakan fasilitas jembatan penyeberangan biasanya melakukan hal tersebut karena jembatan yang terlalu jauh, terlalu lama, terlalu lelah untuk naik, dan lain-lain.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s