Angka Kecelakaan Industri pada Negara Maju dan Berkembang

Ditulis oleh Dinantiantie NTT (2509100006) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Kecelakaan kerja memang sudah sering dijumpai. Tetapi kecelakaan kerja merupakan salah satu penyebab kerugian di perusahaan. Perusahaan baik dalam skala nasional maupun internasional tidak bisa menghindari adanya kecelakaan. Walaupun tidak bias dihindari tetapi masih bias dicegah, dengan cara penerapan system keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja.

Setiap peruahaan memiliki system K3 yang diterapkan sesuai dengan bentuk-bentuk pekerjaan yang menjadi rutinitas sehari-hari. Investasi dalam hal K3 ini sangatlah penting bagi perusahaan karena munculnya insiden ataupun accident (kecelakaan) layaknya seperti domino, atau bia disebut domino theory (Heinrich, 1941). Menurut Heinrich (1941) kecelakaan dapat terjadi karena sebesar 88% adalah merupakan kesalahan manusia, 10% ketidak layakan alat/asset/barang, dan 2% tidak didefinisikan. Kesalahan yang disebabkan oleh manusia ini atau yang biasa disebut human factor, dapat ditanggulangi dengan penggunaan alat pelindung diri (APD)(Adzim, 2013). Tetapi walaupun sudah berusaha dievaluasi setiap periode, kecelakaan tetap saja tidak bias dihindari.

Penelitian yang dilakukan oleh Mihailidou, Antoniadis, and Assael (2012) menunjukkan dengan grafik angka kecelakaan yang besar pada Negara maju dan berkembang (tanpa kecelakaan transportasi). Criteria dikatakannya kecelakaan yang besar yaitu ada lebih dari 25 korban tewas atau, lebih dari 125 korban luka-luka atau, lebih dari 10.000 orang dievakuasi atau, lebih dari 10.000 kekurangan air. Berikut merupakan grafik dari angka kecelakan yang besar pada Negara maju dan berkembang.

Capture1# Capture

Pada penelitian juga disebutkan bahwa secara garis besar yang menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah ledakan. Misalnya saja pada penelitian Shin (2013) yang meneliti kecelakaan besar pada korea selatan periode tahun 1996 sampai 2011, menyebutkan bahwa dari 147 kasus yang terjadi (dengan standar penggolongan kecelakaan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya) 50% merupakan ledakan, 36% kebakaran, 13% kebocoran bahan kimia, dan 2% merupakan asphyxiations. Pada penelitian juga menyimpulkan bahwa human failure (kegagalan pada manusia/pekerja) merupakan isu yang besar sehingga membutuhkan perhatian lebih untuk diselesaikan. Dengan adanya penemuan ini diharapkan dapat membantu Negara tersebut maupun Negara lainnya dalam menjalan program safety pada perusahaan.

Adzim, H. I. (Producer). (2013, May 31, 2014). Jenis-Jenis APD (Alat Pelindung Diri). Retrieved from http://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/alat-pelindung-diri-apd.html

Heinrich, H. W. (1941). Industrial Accident Prevention. A Scientific Approach. Industrial Accident Prevention. A Scientific Approach.(Second Edition).

Mihailidou, E. K., Antoniadis, K. D., & Assael, M. J. (2012). The 319 Major Industrial Accidents Since 1917. International Review of Chemical Engineering-Rapid Communications, 4(6).

Shin, I. J. (2013). Major Industrial Accidents in Korea: The Characteristics and Implication of Statistics 1996–2011. Process Safety Progress, 32(1), 90-95. doi: 10.1002/prs.11551

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s