STATISTIK KECELAKAAN LAUT BERDASARKAN PENYEBABNYA (2003-2008)

Ditulis oleh Choirunnisa Dhara Pamungkas (2511100121) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau. Oleh sebab itu, alat transportasi laut merupakan salah satu pilihan untuk berpindah tempat baik orang maupun barang dari satu pulau ke pulau yang lain. Tingginya permintaan akan transportasi laut ini yang mencapai 8juta penumpang pertahun menyebabkan rendahnya kesadaran akan kepentingan safety karena terfokus dalam memenuhi permintaan yang ada. Rendahnya kesadaran akan keselamatan pada penyelenggara transportasi laut ini mengakibatkan tingginya angka kecelakaan. Dalam kurun waktulima tahun yakni tahun 2003-2008 tercatat setiap tahun rata-rata terjadi 115 peristiwa kecelakaan dan 42 kecelakaan pertahun yang disebabkan oleh human error. Berikut ini adalah data statistik kecelakaan laut berdasar faktor penyebabnya :

sfd

Grafik di samping menunjukkan bahwa kecelakaan laut yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yakni manusia, alam, teknis, dll. Untuk faktor manusia ini jumlah kecelakaan yang terjadi cukup tinggi yaitu mencapai 56 kejadian yakni pada tahun 2005. Namun selanjutnya angka ini terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Hal tersebut menunjukkan adanya perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pihak pengelola transportasi laut dalam mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan oleh manusia dengan memperketat sistem safety dan lebih memperhatikan endurance para awak kapal

Pada grafik selanjutnya menunjukan presentase kecelakan berdasarkan faktor penyebab (2003-2008) bahwa manusia adalah penyebab kecelakaan tertinggi kedua setelah alam. Hal ini tentu harus diperhatikan secara seksama oleh pihak-pikah pengelola transportasi laut untuk lebih mengutamakan safety

sdfsdf

Dalam analisisnya, kecelakaan yang disebabkan oleh manusia ini terjadi karena beberapa hal antara lain :

–¬† Kondisi fisik petugas yang kelelahan (mengantuk, tidak konsentrasi)

– Kurangnya pengetahuan petugas dalam menjalankan tugasnya maupun dalam mengatasi kondisi bahaya

– Kurangnya kesadaran petugas akan pentingnya mematuhi SOP (muatan maksimal, pelaksanaan K3

Aktivitas-aktivitas tersebut dalam klasifikasi human error termasuk error pada proses operasi dimana hal tersebut dapat dicegah dengan person approach yang meliputi kampanye poster, pembuatan atau penambahan prosedur, tindakan displin, ancaman litigasi dan training. Tindakan tersebut sebaiknya diimplementasikan untuk seluruh awak kapal baik nahkoda maupun petugas yang lain untuk mempersempit peluang terjadinya human error yang berakibat fatal.

Referensi :

Depertemen Perhubungan, 2009. Laporan Analisis Trend Kecelakaan Laut 2003-2008, <http://www.dephub.go.id/knkt/ntsc_maritime/Laut/Publications/Laporan%20Analisis%20Trend%20Kecelakaan%20Laut%202003-2008.pdf>

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s