Malpraktek Medis di Indonesia

Ditulis oleh M Andry Suryanata (2511100097) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Malpraktek dalam dunia medis dewasa ini cukup jamak terjadi. Menurut Coughlin’s Dictionary Of Law , malpraktek medis merupakan kesalahan penanganan medis yang diakibatkan kurang keterampilan atau kehati-hatian didalam pelaksanakan kewajiban professional medis, berupa tindakan salah yang sengaja maupun tidak yang bersifat tidak etis. Penyebabnya bisa berupa kesalahan dalam standar profesi dokter (melingkupi kewenangan, kemampuan rata-rata dan ketelitian umum), SOP / instruksi baku untuk rutinitas tertentu, dan informed consent atau informasi tentang metode dan jenis rawatan yang dilakukan terhadap pasien, termasuk peluang kesembuhan dan resiko yang akan dialami oleh pasien.

Di indonesia, kasus malpraktek tidak tercatat secara rinci. Hanya upaya pengaduan ke lembaga bantuan hukum (LBH) Kesehatan yang menjadi acuan jumlah kasus malpraktek medis. Menurut data yang dihimpun dari LBH Kesehatan terdapat lebih dari 200 kasus dalam rentang 2003 – 2012.

Capture

Dari 182 kasus yang terjadi dalam rentang 2006-2012 malpraktek di seluruh Indonesia itu, sebanyak 60 kasus dilakukan dokter umum, 49 kasus dilakukan dokter bedah, 33 kasus dilakukan dokter kandungan, 16 kasus dilakukan dokter spesialis anak, dan sisanya 24 kasus merupakan pengaduan beragam. Akibat dari malpraktek yang terjadi, sebanyak 29 dokter terpaksa izin prakteknya dicabut sementara selama 3 bulan, ada juga yang 6 bulan.

Analisa human error dari banyaknya kasus malpraktek yang terjadi bahwa kelalaiandapat berupa 3 bentuk, yaitu malfeasance, misfeasance dannonfeasanceMalfeasance mengacu pada tindakan yang tidak tepat atau melanggar hukum (unlawful atau improper), misalnya melakukan tindakan medis tanpa indikasi yang memadai (pilihan tindakan medis tersebut sudah improper). Bentuk kedua adalah Misfeasance yang berarti melakukan indikasi tepat namun salah penanganan/eksekusi maupun salah penentuan prosedur (improper performance). Sedangkan  Nonfeasance adalah tidak melakukan tindakan medis yang seharusnya dilakukan. Ketiga bentuk ini sama dengan mistakes,slips dan lapses dalam kriteria human error.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa upaya penanganan medis tidak menjamin 100% kesembuhan untuk pasien. Dokter yang bersangkutan berupaya memberikan kinerja profesional yang terbaik dengan kemampuan mereka. Beberapa kesalahan penanganan medis di Indonesiaterjadi karena salah indikasi penyakit sehingga berimbas pada salah penanganan. Fasilitas yang kurang memadai, kurangnya kontrol terhadap dokter muda minim pengalaman, dan kekurangtahuan pasien terhadap penyakit serta resiko yang dihadapi juga berpengaruh terhadap kejadian malpraktek medis.

Data tersebut diatas adalah data yang tercatat pada lembaga bantuan hukum kesehatan. Kemungkinan masih banyak kasus yang tidak teradukan dan tidak diketahui karena kekurangtahuan pasien terhadap penyakitnyadan hasil pengobatan yang dirasakan.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s