Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia

Ditulis oleh M Reza Firsada (2510100012) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang lalu lintas di Indonesia menghasilkan informasi berupa jumlah kecelakaan yang terjadi di lalu lintas meraih posisi ketiga pada kategori penyebab kematian di bawah penyakit jantung coroner dan Tuberculosis (TBC). Pada tahun 2011, sebanyak 67% korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif, yakni usia 22 – 50 tahun. Terdapat sekitar 400.000 korban di bawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, dengan rata-rata angka kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya. Berikut ini historis kecelakaan yang terjadi dari tahun 1992 – 2009 dan perbandingannya dengan perkembangan jumlah kendaraan bermotor menurut jenis tahun 1992 – 2009.*

dsasd

xcs

Berdasarkan data historis pada tabel 1 dan tabel 2 menunjukkan hubungan berbanding lurus. Pola jumlah kecelakaan menunjukkan peningkatan. Begitu juga dengan pola jumlah kendaraan jenis apapun mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh banyak faktor diantaranya kelalaian manusia (pengendara), kondisi jalan, kelaikan kendaraan, dan belum optimalnya penegakan hukum lalu lintas. Sebagai contoh nyata, pada tanggal 13 Mei 2014 terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu pengendara sepeda motor dan satu pengendara mobil. Kecelakaan yang terjadi di Jl. I Gusti Ngurah Rai, Pondok Kopi, Jakarta Timur ini mengakibatkan satu pengendara sepeda tewas di tempat. Kedua kendaraan bertabrakan dikarenakan pengendara sepeda motor mengendarai di jalur yang berlainan arah. Dari peristiwa tersebut dapat disimpulkan bahwa kelalaian manusia menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas. *

Solusi dalam pengurangan tingkat kecelakaan terdiri dari dua solusi. Solusi pertama adakah tugas pemerintah seperti perbaikan tata kota (sarana dan prasarana) dan mengoptimalkan hukum lalu lintas. Kecelakaan terjadi bukan hanya karena kelalaian pengendara melainkan juga fasilitas yang disediakan pemerintah menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, seperti volume jalan yang tidak lagi ideal. Solusi kedua adalah dari segi masyarakat (pengendara). Kesadaran tiap-tiap individu sangat diperlukan untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas, seperti saling bertoleransi antar pengendara di jalan.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s