Kecelakaan Kereta Api di Indonesia

Ditulis oleh Satrio Dewantoro Raharjo (2511100050) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Kereta Api merupakan moda transportasi yang diharapkan memiliki Zero Accident karena moda transportasi ini bergerak pada jalurnya sendiri. Dimana peran fungsi masinis hanya sebatas memberangkatkan kereta, memperlambat atau mempercepat laju kereta, dan menghentikan kereta. Namun tidak dapat dipungkiri, tingkat kecelakaan yang terjadi pada KA ternyata cukup tinggi. Penyebab kecelakaan yang terjadi pada KA sangatlah beragam, antara lain disebabkan kerusakan sarana prasarana hingga kelalaian manusia (human error). Berikut grafik data kecelakaan KA di Indonesia sejak tahun 2006 – 2011.

Capture

Berdasarkan grafik, dapat kita lihat bahwa faktor ketiga yang menjadi penyebab kecelakaan KA adalah kelalaian SDM (Sumber Daya Manusia) atau human error. Mayoritas human error yang terjadi akibat desain sistem yang kurang memadai sehingga menciptakan kondisi yang mendukung terjadi. Penyebab utama kecelakaan KA di Indonesia seringkali diklaim disebabkan oleh kesalahan manusia dalam hal ini adalah masinis, data Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyebutkan selama 2008, dari 147 kecelakaan kereta api, 33 persen disebabkan human error atau akibat kesalahan masinis maupun petugas perkeretaapian lainnya. Sedangkan dari 90 kecelakaan kereta api di tahun 2009, faktor human error mencapai 27 persen (Ishomuddin, 2010). Masinis sebagai orang yang mengendalikan laju dari KA sering dikatakan sebagai orang yang paling bertanggungjawab pada terjadinya kecelakaan KA. Kelalaian yang terjadi seperti yang telah dikatakan diatas salah satu penyebabnya adalah kelelahan yang dialami masinis KA tersebut.

            Penjaminan kesejahteraan kru KA terutama masinis sebagai front liner pada suatu perjalanan KA juga harus diperhatikan dan menjadi suatu hal yang penting. Pada suatu penelitian pernah terungkap bahwa penyebab kelalaian yang dilakukan masinis tersebut adalah akibat masinis tersebut melakukan pekerjaan sampingan sehingga kekurangan waktu beristirahat yang menyebabkan tidak waspada saat melihat sinyal saat mengemudikan KA.

            Penurunan jumlah kecelakaan KA sesungguhnya tidak lepas dari pembenahan yang dilakukan oleh PT. KAI sendiri. Prosedur pemeriksaan kesehatan pada kru KA sebelum menjalankan tugas, serta usaha pembuatan prosedur perbaikan yang harus dilakukan lebih kompleks mulai dari faktor internal manusia tersebut agar tidak berbuat lalai, misalnya berkendara dalam keadaan sehat atau tidak kelelahan hingga faktor eksternal yaitu berbagai sinyal, tanda, atau display yang mencegah manusia melakukan kelalaian.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s