DATA STATISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS PER TAHUN 1992

Ditulis oleh Mandra Ayi Restika Maulidya (2510100040) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

qewdq

Dari data yang diberikan diatas, dapat dilihat bahwa kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Pertambahan penduduk tersebut akan mempengaruhi jumlah pengendara jalan yang akan semakin bertambah pula. Menurut WHO “kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi pembunuh terbesar ketiga pada dua tahun terakhir, di bawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis/TBC (dikutip dari bin.go.id). Data WHO menyebutkan kurang lebih 3.000 orang di seluruh dunia atau 33 orang di Indonesia meninggal setiap harinya, karena kecelakaan lalu-lintas. Berdasarkan Laporan Kesehatan Dunia, 85% dari 90% angka kematian di Negara berkembang disebabkan oleh kecelakaan lalu-lintas. Karena itu isu kecelakaan pada tahun 2000 – 2020 menempati urutan ke-3 (era 1990 ke-9) yang mendapat perhatian WHO untuk bidang penelitian dan pengembangan progam pencegahan angka kematian (WHO, 2004:16). 

Dari data diatas pada tahun 2009 jumlah kecelakaan berjumlah 62960 dengan angka 19979 korban meninggal dunia, 23469 luka berat, dan 62936 luka ringan. Kecelakaan tersebut pasti akan memberikan dampak berupa materi, pada tahun tersebut menunjukkan angka yang cukup besar yaitu Rp 136.285.000.000. Pada tahun 2010 data menunjukkan bahwa kecelakaan pada tahun tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 66488 dengan jumlah korban meninggal 19873, luka berat 26196, dan luka ringan 63809. Kerugian materi yang diderita pada tahun tersebut yaitu sekitar Rp 158.259.000.000. Terlebih pada tahun 2011 yang jumlah kecelakaannya meningkat tajam yaitu menyentuh angka 108696 dengan kerugian materi yang sangat besar Rp 217.435.000.000.

            Kurang sadarnya masyarakat akan keselamatan berkendara memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Strategi yang harus dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan yaitu pertama,perlu penguatan kesadaran publik tentang keselamatan pejalan kaki, selain mempromosikan keuntungan berjalan kaki bagi kesehatan dan lingkungan. Dibutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk kampanye publik tentang kesadaran dan pemahaman dari sejumlah individu di bidang kesehatan, keselamatan, komunitas, selain penegak hukum. Kedua,merubah perilaku dan sikap pejalan kaki dan pengendara untuk berbagi jalan. Pada pendekatan Behavior Change Communication, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seseorang untuk dapat merubah perilaku dan sikap dari hal yang negatif ke hal yang positif, antara lain: sosialisasi tentang keselamatan di jalan secara terus-menerus kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat memiliki pola piker untuk mementingkan keselamatan dirinya masing-masing.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s