ANALISA KECELAKAAN LALU LINTAS DI INDONESIA DENGAN PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR SERTA PENYEBABNYA

Ditulis oleh Faly Arnando (2510100053) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Indonesia merupakan salah satu dari negara berkembang di dunia. Salah satu ciri dari negara yang sedang berkembang adalah meningkatnya jumlah penduduk yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Kenaikan jumlah penduduk ini berbanding lurus dengan semakin meningkatnya taraf kebutuhan hidup manusia. Fasilitas yang merupakan kebutuhan masyarakat negara berkembang adalah kebutuhan akan fasilitas transportasi. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin tinggi pula penggunaan fasilitas transportasi baiki itu transportasi umum maupun transportasi pribadi.

Namun belakangan diketahui bahwa semakin tingginya penggunaan fasilitas transportasi diikuti dengan semakin tingginya kecelakaan yang melibatkan fasilitas transportasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2012 diketahui bahwa pada tahun 2002 kecelakaan di Indonesia terjadi sejumlah 12.267 kecelakaan dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 117.949 atau hampir sepuluh kali lipat terjadinya kecelakaan dalam sepuluh tahun. Data tersebut juga menyatakan bahwa ada peningkatan pada jumlah korban meninggal, luka berat, dan luka ringan.

sadas

Berdasarkan sebuah artikel pada Suara Pembaruan, kecelakaan lalu lintas didominasi oleh pengendara sepeda motor yaitu sekitar 72% dari total keseluruhan kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada tahun 2013. Kementerian Perhubungan pada data statistiknya di tahun 2007 menyatakan bahwa kecelakaan tertinggi dialami oleh pengendara di usia produktif yaitu usia 26-30 tahun dengan total 18.776 kecelakaan. Apabila diklasifikan menurut jenjang pendidikan, jumlah kecelakaan tertinggi dialami oleh pengendara yang sedang mengenyam pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas dengan total 31.488 kejadian diikuti di bawahnya yaitu pengendara Sekolah Menengah Pertama dengan total 15.362 kejadian.

Kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasarkan data dari Korlantas Mabes Polri, penyebab kecelakaan tertinggi disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri dengan persentase sebesar 65.67%. Stress atau tekanan yang dialami oleh pengendara ketika berkendara di jalan raya tentu berbeda-beda setiap individu. Apabila stress yang dialami sangat tinggi maka bisa menyebabkan pengendara tersebut tidak fokus atau kurang konsentrasi pada kondisi sekitarnya sehingga menyebabkan kecelakaan. Penyebab lainnya adalah kegagalan pengendara dalam memahami rambu-rambu lalu lintas baik yang disengaja atau tidak disengaja. Kecelakaan pada dasarnya terjadi apabila seorang pengendara melanggar rambu-rambu lalu lintas baik secara sengaja atau tidak sengaja. Sengaja apabila pengendara tersebut sedang tidak fokus pada lalu lintas, sedangkan tidak sengaja apabila pengendara tersebut tidak menyadari adanya rambu-rambu lalu lintas atau tidak memiliki knowledge yang cukup misalnya pengendara kurang menguasai kendaraan yang digunakan.

sda

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s