MANUAL HANDLING PADA PEKERJA ANGKAT

 Ditulis oleh GALUH PRATIWI (2510100099)

  • Manual Material Handling dan Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Tukang angkat merupakan pekerjaan yang termasuk dalam kategori manual material handling atau penanganan material secara manual, dimana pekerjaan ini mengharuskan pekerja untuk mengeluarkan tenaga yang besar untuk pushing (mendorong), pulling (menarik), holding (memegang), dan carrying (mengangkut atau membawa). MMH memiliki persentase yang cukup besar (peringkat ketiga) sebagai pekerjaan yang paling banyak menimbulkan kecelakaan (cedera) pada tahun 2008 di Inggris (Fit3, 2008).galuh1

Gambar 1. Persentase Pekerjaan yang Paling Banyak Menimbulkan Cedera Tahun 2008

 Manual handling juga menjadi penyebab dari banyaknya jumlah hari yang hilang ketika bekerja, yaitu sekitar 1.6 juta hari  pada tahun 2009 hingga tahun 2013 (Health and Safety Executive, 2013) yang dapat dilihat pada Gambar 2. Hal ini disebabkan karena banyaknya pekerja yang absen akibat cedera (rata-rata lebih dari tiga hari).galuh2

Gambar 2. Estimasi Jumlah Hari yang Hilang Tahun 2009-2013

Di Indonesia sendiri, data statistik seperti pada Gambar 1 dan Gambar 2 masih belum ditemui, kemungkinan besar hal ini disebabkan karena masih minimnya pendataan dan juga penelitian mengenai penyebab kecelakaan kerja. Padahal, hal ini sangat penting untuk dilakukan karena pekerjaan dengan MMH, khususnya tukang angkat memiliki risiko yang cukup besar terkait dengan keselamatan kerja, seperti cidera berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem syaraf, struktur tulang, dan pembuluh darah atau yang lebih dikenal dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Berdasarkan Health and Safety Executive (n.d.), MSDs dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu Upper Limb Disorders (berhubungan dengan tangan, pergelangan tangan, lengan, siku, bahu, dan leher), Lower Limb Disorders (berhubungan dengan pinggul dan kaki), dan back pain (berhubungan dengan punggung). Menurut UCATT (n.d.) MSDs yang terjadi pada tukang angkat disebabkan karena beberapa kegiatan seperti:

  • Mengangkat beban berat secara berulang-ulang (repetitive).
  • Postur tubuh membungkuk dan memutar.
  • Seringkali mengulang suatu pekerjaan dengan cepat.
  • Posisi kerja yang tidak nyaman.
  • Mengerahkan kekuatan yang terlalu besar.
  • Bekerja terlalu lama tanpa adanya istirahat.
  • Mengerahkan kekuatan pada posisi statis pada periode waktu yang cukup panjang.
  • Lingkungan pekerjaan yang kurang baik (terlalu panas atau dingin dan lain-lain).

Berdasarkan data statistik dari Inggris (Health and Safety Executive, 2013) pada Gambar 3, Gambar 4, dan Gambar 5, dapat diketahui bahwa penyebab utama kasus MSDs dari tahun 2009 hingga tahun 2012 adalah manual handling yang meliputi lifting, carrying, pushing, dan pulling.

galuh3galuh4

  • Penelitian untuk Tukang Angkat

Penelitian yang pernah dilakukan untuk tukang angkat, khususnya untuk buruh angkut barang (porter) penelitian yang dilakukan oleh Ariani (2009) melalui metode pendekatan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan Ovako Working Posture Analysis System (OWAS).

Hasil yang didapatkan dari penelitian Ariani (2009) menunjukkan bahwa:

  1. Tingkat risiko MSDs dari porter paling tinggi terjadi pada kegiatan mengangkat dan menurunkan barang. Berdasarkan software REBA 6, tingkat risiko dari dua kegiatan ini sangat tinggi (very high) sehingga level action adalah perbaikan perlu dilakukan saat ini (necessary now).
  2. Beban angkat dari porter dalam melakukan kegiatannya sehari-hari adalah antara 20-60 kg, padahal beban angkat maksimum yang diperbolehkan menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi No. Per. 01/MEN/1978 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Penebangan dan Pengangkutan Kayu untuk menghindari kecelakaan kerja dapat dilihat pada Tabel 1. galuh5
  3. Durasi posisi kerja yang tidak nyaman saat melakukan MMH berisiko karena pengangkutan yang dilakukan berdurasi lebih dari satu menit. Menurut Valentina (2006) dan Humantech (1995) dalam Ariani (2009), durasi manual handling yang lebih besar dari 45 menit dalam satu jam kerja adalah buruk dan lebih dari 10 menit telah berisiko.

Selain itu, terdapat pula penelitian yang dilakukan oleh Muslimah, et al. (2009) kepada buruh angkut pupuk melalui metode pendekatan biomekanika (gaya angkat) dan fisiologis (kalori), berdasarkan batasan beban gaya angkat normal yang diberikan oleh National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dapat dilihat pada Tabel 2.galuh6

Hasil yang didapatkan melalui penelitian Muslimah et al. (2009) menunjukkan bahwa:

  1. Perhitungan pada aspek biomekanika menunjukkan bahwa besar energi yang dikeluarkan oleh buruh angkut pupuk melebihi batas 3.4 kN, sehingga menimbulkan risiko MSDs, terutama apabila dilakukan dalam periode waktu yang lama.
  2. Perhitungan aspek fisiologi menunjukkan bahwa besar energi yang dikeluarkan oleh buruh angkut pupuk tidak melebihi 4.7 kkal per menit, sehingga pekerja memiliki risiko seperti tidak dapat memulihkan diri dari kelelahan untuk kembali bekerja pada hari selanjutnya maupun tidak mampu menikmati kegiatan pada saat mereka tidak bekerja.

Referensi 

Ariani, T., 2009. Gambaran Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dalam Pekerjaan Manual Handling pada Buruh Angkut Barang (Porter) di Stasiun Kereta Jatinegara Pada Tahun 2009. Tugas Akhir, Universitas Indonesia.

Fit3 (Fit for Work, Fit for Life, Fit for Tomorrow), 2008. First Findings from Wave 1 of the Fit3 Employer and Worker Surveys. [Online] Health and Safety Executive. Tersedia di: <http://www.hse.gov.uk/statistics/publications/fit3.htm&gt; [Diakses pada 10 Januari 2014].

Health and Safety Executive, 2013. Handling Injuries. [Online] Health and Safety Executive. Tersedia di: <http://www.hse.gov.uk/statistics/causinj/kinds-of-accident.htm&gt; [Diakses pada 10 Januari 2014.

Musculoskeletal Disorders (MSDs). [Online] Tersedia di: <www.hse.gov.uk/msd/msds.htm> [Diakses pada 10 Januari 2014].

Muslimah et al. (2009). Analisis Aktifitas Angkat Beban Ditinjau dari Aspek Biomekanika dan Fisiologi. [Online] Tersedia di: <http://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123456789/1893/12.%20Paper_I-017.pdf?sequence=1> [Diakses pada 10 Januari 2014].

UCATT, n.d. Musculoskeletal Disorders. [Online] Tersedia di: <http://www.ucatt.org.uk/

musculoskeletal-disorders> [Diakses pada 10 Januari 2014].

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s