Ketahui Beban Angkat dan Tindakan yang Benar Dalam Manual Material Handling

arif1

Ditulis oleh oleh MUHAMMAD RAHMAN ARIF (2510100005)

Manual material handling(MMH)  adalah pemindahan barang  yang dilakukan oleh satu pekerja atau lebih yang meliputi mengangkat, menurunkan, membawa, mendorong dan menarik barang. MMH merupakan sumber utama terjadinya cedera punggung. Untuk menghindari dan mengurangi terjadinya resiko cedera ini maka perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu beban yang harus diangkat, perbadingan antara berat badan dan orangnya, jarak horisontal dari beban terhadap orangnya, ukuran beban yang tidak mengganggu jarak pandang, serta jarak tempuh pengangkatan. Untuk beban angkat yang dianjurkan oleh ILO adalah sebagai berikut:

  • Laki-laki dewasa 40 kg
  • Wanita dewasa 15-20 kg
  • Laki-laki (16-18 tahun) 15-20 kg
  • Wanita (16-18 tahun) 12-15 kg

Dalam kehidupan sehari-hari aktivitas MMH sebetulnya sering kali dijumpai, terutama di stasiun dan pasar-pasar tradisional. Dan sering kali pengangkatan yang dilakukan oleh para tukang angkat terkadang melebihi batas kemampuan mereka. Selain itu cara pengangkatan mereka sering kali juga tidak benar, karena pada prinsipnya tukang angkat berburu terhadap bayaran, semakin banyak dan semakin sering mereka mengangkat maka semakin besar juga biaya yang didapatkan. Padahal ini salah. Karena semakin sering mereka melakukan ini tanpa melihat berapa beban yang seharusnya mereka angkat dan juga berapa kali seharusnya pengangkatan itu dilakukan akan berdampak pada tubuh mereka sendiri. Dari cedera punggung yang dari ringan hingga berat. Sering kali cidera yang timbul adalah nyeri dan ngilu pada tulang belakang. Namun efek setelah melakukan pengangkatan ada beberapa yang muncul yaitu terkadang pusing, berkurangnya motivasi bekerja, hingga gangguan otot dan juga sendi pada semua bagian tubuh yang terlibat MMH.

 Cidera yang muncul ini bisa dikarenakan oleh postur tangan, leher, batang tubuh dan kaki yang salah. Postur tangan yang berisiko adalah ketika melakukan fleksi sebesar 45 derajat dan ketika posisi lengan berada pada bagian belakang tubuh yang ditandai oleh posisi siku berada di belakang tubuh dan untuk pergelangan tangan adalah ketika melakukan fleksi maupun ekstensi sebesar > 45 derajat (Humantech,1995). Untuk postur leher yang memiliki risiko adalah membungkuk lebih dari 20 derajat. Sedangkan untuk postur batang tubuh adalah disebabkan karena terjadinya perputaran batang tubuh ketika pengangkatan (Kumar, 2001). Dan untuk postur kaki menekuk lutut horizontal sebesar kurang dari 45°, berdiri dengan satu kaki dimana tumpuan berat badan tertuju pada satu kaki saja walaupun kaki yang lainnya menginjak permukaan lantai, dan berlutut dengan kedua kaki menyentuh lantai dan berjongkok. Sedangkan untuk batasan biomekanika menurut NIOSH (1981) gaya tekan sebesar 6500 Newton dan batasan gaya angkat normal yang disarankan adalah sebesar 3500 Newton. Untuk tindakan pencegahan yang harus dilakukan menurut Worksafe Australia (1986) jika dilihat dari batas angkat:

  • Beban angkat = 16 kg: tidak perlu dilakukan khusus
  • Beban angkat 16-25 kg: perlu diperhatikan dalam metode pengangkatannya
  • Beban angkat 25-34 kg: perlu diperhatikan dalam metode pengangkatannya dan  intensitasnya
  • Beban angkat >34 kg: Harus dibantu dengan peralatan mekanis

Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s