Faktor Penyebab K3 di Area Kerja

Ditulis oleh Noris Dian K P (2512204001)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

Pada saat ini banyak penelitian yang membahas tentang kesehatan dan keselamatan kerja pada berbagai area kerja. Seperti pada area kerja di industri kimia, makanan, perakitan dan industri konstruksi. Dari berbagai area kerja tersebut yang memiliki tingkat kecelakaan kerja yang paling tinggi adalah industri konstruksi. Industri konstruksi merupakan industri yang keselamatan dan kesehatan kerjanya terabaikan, padahal pada industri konstruksi ini banyak sekali pekerja yang terlibat dalam proyek.

Kecelakaan kerja pada industri konstruksi ini bisa disebabkan karena pengaruh cuaca, terbatasnya waktu penyelesaian proyek dan banyaknya pekerja – pekerja yang berpendidikan rendah sehingga kemampuan teknisnya kurang mendalam. Disamping hal tersebut juga dipengaruhi oleh pihak manajemen,dimana pada industri konstruksi ini sangat banyak manajemen perusahaan yang tidak mempedulikan faktor keselamatan dan kesehatan kerja sehingga kecelakaan kerja tidak dapat di minimalisir.

Grafik dibawah ini adalah grafik tentang angka kecelakaan kerja di indonesia, data dari Depnakertrans pada tahun 2011.

Picture21

Kecelakaan kerja banyak disebabkan karena faktor lingkungan dan perilaku dari pekerja yang tidak memperhatikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk itu diperlukan media komunikasi yang bisa menjelaskan dengan cermat dan jelas tentang bahayanya jika mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja,salah satunya yaitu dengan menggunakan media foto. Media foto digunakan sebagai alat komunikasi visual yang tidak bergerak namun bisa menjelaskan dengan tepat selain itu untuk memudahkan pengawasan dan pelaksanaan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Selain menggunakan media foto untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja juga dapat digunakan dengan program safety culture dimana pada safety culture ini merupakan suatu produk yang didasarkan pada nilai, keinginan, attitude dan poin – poin dari behaviour berdasarkan pada pendekatan top – down yang di perhatikan dengan meminimalkan dampak untuk kondisi berbahaya. Indikator pada safety culture antara lain Leadership,Komunikasi 2 arah,Keterlibatan Pekerja, Learning Culture dan rasa untuk menyalahkan.

Referensi

Human Engineering,2000.A Review of Safety Culture and Safety Climate Literature for the Development of the Safety Culture Inspection Toolkit. Bristol : 68 Westbury Hill,2005

http://www.depnakertrans.co.id

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Faktor Penyebab K3 di Area Kerja

  1. Andre Ridho Saputro says:

    Industri konstruksi adalah Industri dengan rate keselamatan kerja terendah. Bukan hanya di Indonesia, fakta membuktikan di Amerika sendiri Industri Pembangunan menjadi sebuah Industri yang memakan banyak korban apabila dibandingkan dengan industri yang lain. Apabila ditelaah lebih lanjut, faktor penyebab Industri ini memakan banyak korban adalah ketimpangan jenjang pendidikan dari human resource yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Mulai dari yang tidak lulus Sekolah dasar hingga para sarjana dan pasca sarjana yang terlibat dalam pembangunan ini. Dengan ketimpangan tersebut maka juga akan terdapat ketimpangan pemahaman akan pentingnyaa keselamatan kerja. Oleh karena itu penyelarasan akan pentingnya keselamatan kerja menjadi prioritas untuk dapat mengurangi jumlah kejadian kecelakaan dan sebagai fungsi preventif untuk menghindari resiko kecelakaan. (Andre Ridho Saputro -2510100038)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s