Diskriminasi terhadap kaum Disabilitas

 Ditulis oleh ARYO NUGROHO SUSANTO (2509100009)

disabledDiskriminasi di bidang transportasi ini bukan kali pertama terjadi. Meskipun secara eksplisit memang tidak terlihat, namun hal ini terjadi secara implisit. Contoh mudah untuk melihatnya adalah halte bus. Ada beberapa titik halte yang sangat tidak ramah terhadap kaum disabilitas ini. Tangga yang begitu curam tentunya membuat orang-orang yang memakai tongkat dan kursi roda sangat kesulitan untuk menaikinya. Meskipun hal ini tidak terjadi di semua titik namun, hal ini jelas menunjukkan ketidakramahan terhadap kaum ini.

Selain itu, kaum disabilitas sebenarnya sangat membutuhkan trotoar yang layak untuk mereka berjalan. trotoar hanya dibiarkan tergeletak tanpa ada perawatan lebih lanjut atau bahkan ada yang tidak bertrotoar sama sekali.

Diskriminasi juga terjadi pada gedung-gedung perkantoran, baik pemerintah maupun swasta, yang tidak memiliki jalanan landai yang tentunya sulit diakses bagi penyandang cacat. Hal ini akan mempersulit akses masuk kaum ini, apalagi jika gedung tersebut merupakan fasilitas umum. Realitas ini setidaknya menunjukkan bahwa akses-akses dalam transportasi dan mobilitas masih tidak ramah terhadap kaum disabilitas.

Oleh karena itu, untuk ke depannya diskriminasi terhadap kaum ini harus mulai dihilangkan. Bagaimanapun, tidak ada orang yang berkehendak untuk menjadi demikian. Setidaknya, harus ada akses yang memadai bagi mereka sehingga mereka pun tidak mengalami kesulitan untuk mengakses transportasi.

Gedung-gedung pun sudah selayaknya diberikan jalanan landai sebagai akses masuk kepada kaum ini. Jika perlu, sediakan satu atau dua petugas yang dikhusukan untuk melayani kaum disabilitas ini. Toh, jumlah kaum ini yang akan mengakses gedung diperkirakan tidak akan sebanyak orang-orang lain pada umumnya. Jadi, tidak ada salahnya untuk memberikan pelayanan khusus kepada mereka.

Selain itu, peran serta masyarakat juga perlu untuk ditingkatkan. Hal ini dilakukan dengan tidak bersikap tidak acuh kepada kaum disabilitas serta tidak mendiskriminasikan mereka.

Dalam sebuah percakapan penulis dengan salah seorang kaum disabilitas, ia mengaku bahwa sebenarnya jika mereka diberikan akses yang memadai, mereka pasti bisa melakukannya. Sayangnya, yang terjadi saat ini akses tersebut sangat tertutup untuk mereka. Ia pun mengaku pernah didiskriminasi juga dalam urusan penerbangan.

Dalam perbincangan tersebut, ia juga menyatakan bahwa cukup dengan tidak mendiskriminasi dan memberikan akses kepada mereka, maka mereka akan mampu untuk melakukannya.

Menurutnya, kaum-kaum disabilitas itu bukan untuk dikasihani, melainkan untuk dimengerti dan diberikan bantuan yang memadai dari orang sekitar sehingga mereka bisa mandiri dan tidak menyusahkan.

Hal inilah yang seharusnya menjadi catatan penting untuk pemerintah kota dimanapun, yakni bahwa kaum disabilitas ini harus diberikan akses pada moda transportasi umum dan mobilitasnya sebab tidak semua dari mereka mampu memiliki kendaraan pribadi dan mampu untuk melewati tangga-tangga yang curam. Hal ini tentunya juga sebagai bagian dari upaya untuk memandirikan dan tidak mendiskriminasikan mereka.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s