Aplikasi Ergonomi pada Tukang Angkat

 Ditulis oleh WIDHANI PUTRI (2510100146)

Aktivitas pengangkatan secara manual tentu kita jumpai pada kehidupan sehari – hari. Ada yang melakukannya di pasar tradisional, pelabuhan, bahkan di rumah sendiri. Pengangkatan benda secara manual atau dalam ilmu ergonomi dikenal sebagai manual material handling adalah gerakan pemindahan benda oleh manusia yang menggunakan tenaga manusia sendiri (penanganan manual). Ciri – ciri dari material yang dipindahkan adalah memiliki berat kurang dari 40 kg, material dapat dijangkau oleh tangan serta mudah digenggam oleh tangan (astuti dkk, 2007). Kegiatan manual material handling yang sering dilakukan antara lain :

  1. Kegiatan pengangkatan benda (lifting task)
  2. Kegiatan pengantaran benda (carriying task)
  3. Kegiatan mendorong benda (pushing task)
  4. Kegiatan menarik benda (pulling task)

Diantara kita menganggap bahwa pemindahan manual merupakan kegiatan biasa yang muncul karena ketidaksengajaan. Namun tidak bagi para buruh angkat, yang membuat pemindahan material secara manual sebagai sumber penghasilan mereka.

            Pekerjaan sebagai buruh angkat dapat kita temui pada lingkungan pelabuhan, pasar tradisional, aktivitas tambang, stasiun kereta api, terminal bus, hingga ke bandara. Proses pekerjaan yang dilakukan secara manual memerlukan penggunaan tenaga otot yang lebih. Disadari atau tidak pekerjaan buruh angkat ini memiliki resiko yang tinggi bagi pekerja. Pemindahan material secara manual apabila dilakukan dengan posisi yang salah akan menimbulkan kecelakaan atau cidera. Apalagi frekuensi pengangkatan buruh angkat bisa lebih dari 10 kali per hari.

wiwid1

Resiko – resiko yang terjadi dari aktivitas mengangkat ini secara umum berkaitan dengan gangguan pada sendi dan tulang. Selain itu dalam jangka panjang dapat berakibat menimbulkan “over exertion-lifting and carriying” yaitu sebuah kerusakan jaringan tubuh yang diakibatkan oleh beban angkat yang berlebih (Nurmianto, 1996). Kebanyakan buruh angkat tidak menyadari bahwa pada usia menengah yaitu diatas 40 tahun adalah usia yang memiliki peluang besar untuk mengalami resiko back injury (nyeri punggung kronis).

            Dalam aktivitas pengangkatan manual, menurut astuti terdapat beberapa parameter yang harus diperhatikan seperti :

  1. Beban yang harus diangkat
  2. Perbandingan antara berat beban terhadap orangnya
  3. Jarak horizontal dari beban terhadap orang
  4. Ukuran beban yang akan diangkat

Selain itu terdapat beberapa panduan dalam melakukan aktivitas pengangkatan manual yaitu :

  1. Pastikan pegangan terhadap benda sudah erat dan berada pada posisi yang nyaman
  2. Tinggi beban yang diangkat tidak boleh melebihi garis mata orang yang mengangkat
  3. Gunakan bantuan kaki untuk menahan benda saat akan beranjak untuk berdiri
  4. Mintalah bantuan kepada orang lain untuk beban yang sangat berat

wiwid2

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Aplikasi Ergonomi pada Tukang Angkat

  1. Mandra Ayi Restika Maulidya says:

    Artikel diatas cukup menarik. Sering kali kita jumpai kegiatan tersebut, baik orang sekitar rumah maupun kegiatan di pasar. Tak dapat dipungkiri orang lebih memilih mengangkat beban secara manual dibandingkan dengan alat yang terhitung cukup mahal. Padahal resiko yang didapatkan saat mengangkat manual lebih tinggi, hal tersebut justru membuat kita mengeluarkan biaya yang mahal karena harus mengobati cidera yg didapatkan. Pengalaman yang pernah saya temui di sekitar, suatu hari terdapat kegiatan yang dilakukan sebuah agen air mineral dan LPG. Kejadiannya pada saat si pemilik sedang memindahkan galon dari truk yg besarnya sedang ke teras tokonya. Cara memindahkan yg sangat tidak ergonomis yaitu melemparkan ke orang yg berada di bawah. Tetapi entah kenapa terdapat salah satu galon yg jatuh (mungkin kelelahan) dan tertimpa kepada anaknya yg masih balita terdapat dibawah. Hal tersebut membuat anak merasa kesakitan akibat tidak diperhatikannya faktor ergonomi oleh sang ayah. Semoga dengan membaca artikel ini dapat menyadarkan kita untuk lebih memerhatikan faktor ergonomi yang sangat penting itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s