Bangladesh Berteriak : Rana Plaza Accident

Introduction

Rana Plaza merupakan sebuah bangunan yang terdiri dari beberapa pabrik pembuat pakaian , sebuah bank dan beberapa took lainnya. Bangunan ini didirikan pada tahun 2004 dan berlokasi di Savar Upazila, pada wilayah Dakka, Negara Bangladesh. Bangunan ini dimiliki oleh Sohel Rana, pimpinan dari local Jubo League, yang merupakan bagian dari Awami League.  Rana Plaza terdiri dari 4 pabrik pakaian serta beberapa took dan bank yang memproduksi pakaian dengan merek-merek seperti Benetton Group, The Children’s Place, Primark, Monsoon, dan DressBarn yang akan dikirimkan ke sejumlah negara di Eropa.  Ketika kecelakaan tersebut terjadi ketua asosiasi Bangladesh Garment Manufacturers and Exporters  mengkonfirmasi bahwa terdapat 3122 pekerja yang sedang berada dalam bangunan tersebut. Sampai saat ini, pada tanggal 3 Mei 2013  setidaknya tercatat bahwa terdapat 531 korban yang meninggal dunia, 2500 korban yang mengalami luka ringan dan berat, dan diperkirakan lebih dari 149 pekerja masih belum ditemukan.

Bangunan tersebut runtuh pukul 08.45 pagi dimana pada periode tersebut merupakan periode sibuk dan aktivitas pabrik berjalan seperti biasa walaupun pada hari sebelumnya telah terdapat peringatan untuk tidak melakukan pekerjaan dalam gedung tersebut dikarenakan terdapat crack pada lantai tujuh gedung tersebut. Berdasarkan banyaknya jumlah korban, kecelakaan ini dianggap kecelakaan yang paling mematikan yang terjadi pada sejarah pabrik garment, serta kegagalan struktural yang paling mematikan dalam sejarah manusia modern, berbeda dengan runtuhnya gedung World Trade Center yang terjadi sebagai akibat dari tindakan atau kekerasan yang disengaja oleh orang-orang tertentu.

Chronology

Berikut adalah kronlogi runtuhnya Rana Plaza di Bangladesh yang merupakan tempat industry garmen.

Tahun 2004

  • Massood Reza, arsitek yang mendesain dan menyusun Rana Plaza, diminta untuk sebuah pusat perbelanjaan komersial dengan tiga atau empat lantai untuk pasar dan dua lantai atas untuk kantor. Desain awal ini tidak ditujukan untuk keperluan industri. (Sumber : http://www.telegraph.co.uk)

Satu hari sebelum kejadian

Selasa, 23 April 2013

  • Seorang insinyur, Abdur Razzaque Khan, yang juga berperan dalam pembangunan gedung Rana Plaza dipanggil untuk datang ke Rana Plaza oleh pemiliknya ketika adanya retakan pada pilar beton. (Sumber : http://news.yahoo.com)
  • Abdur Razzaque Khan memerintahkan evakuasi paksa karena dia sudah menyimpulkan bahwa bangunan sudah tidak aman lagi dan Rana Plaza harus ditutup sampai para ahli bisa melakukan investigasi secara menyeluruh. Tetapi pendapat Abdur Razzaque Khan ini kemudian dibantah oleh pemilik gedung, Rana Sohel, dan pemilik pabrik yang mengatakan bahwa Abdur Razzaque Khan memberitahu bahwa retakan itu hanya masalah kecil. (Sumber : http://www.nytimes.com)

Hari Kejadian

Rabu, 24 April 2013

  • Polisi memerintahkan evakuasi karena adanya laporan bahwa gedung Rana Plaza terdapat retakan dan tidak aman lagi. (Sumber : Farid Hossain, The Associated Press)
  • Pemilik gedung, Rana Sohel, mengatakan kepada pegawainya bahwa gedung masih aman untuk digunakan kemudian memerintahkan pegawainya untuk tetap tenang dan tetap masuk kerja. (Sumber : Farid Hossain, The Associated Press)
  • Seluruh pekerja masuk seperti biasa.

Tragedi

  • Bangunan Rana Plaza runtuh pada hari Rabu pagi  tanggal 24 April 2013 sekitar jam 09:00 waktu setempat ( 03:00 GMT)

Causes

Runtuhnya Rana Plaza atau pabrik Garment sebagai salah satu pemasok baju murah dengan kualitas baik bagi Negara barat ini secara umum disebabkan oleh kurangnya kepedulian pihak management terhadap peraturan keamanan dan keselamatan dalam membangun infrastruktur bangunan.Selain itu pihak management juga kurang memperhatikan kesejahteraan para pegawai yang bekerja dalam pabrik tersebut. Hal ini menyebabkan desain  infrastruktur bangunan yang dibangun menjadi buruk karena tidak sesuai dengan standard akibat lebih mengutamakan pengurangan biaya pembangunan pabrik. Adapun faktor pendukung yang mempengaruhi kecelakaan tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Desain bangunan yang salah dan tidak standard

Secara umum, runtuhnya gedung Rana plaza disebabkan oleh metode konstruksi yang buruk. Bangunan tersebut didirikan tanpa memperhatikan peraturan keamanan dan keselamatan.

Uneven Footing

Henri Gavin, seorang ahli sipil dan lingkungan dari Duke University, menyatakan bahwa diperkirakan sebagian pondasi bangunan didirikan pada kondisi yang tidak sama dengan pondasi lainnya.  Ada kemungkinan salah satu sisi bangunan didirikan di atas tanah yang lebih lunak dari kondisi disekitarnya sehingga sebagian bangunan sedikit lebih turun dari kondisi semula. Hal ini menyebabkan bangunan menjadi tidak stabil dan bangunan menjadi runtuh. Pada saat mendesain bangunan, seorang engineer harus menetapkan alokasi berat maksimum yang berbeda pada setiap titik di pabrik tersebut. Penetapan alokasi berat maksimum dapat dengan mudah dilakukan apabila menggunakan computer dan software yang tepat. Namun bagi Negara-negara berkambang seperti Bangladesh melakukan perhitungan berat pada masing-masing titik lokasi memerlukan waktu yang cukup lama sehingga proses ini seringkali diabaikan.

Construction Problems

Proses mendirikan suatu bangunan memerlukan bahan baku baja tulanganatau yang biasa disebut rebar dalam jumlah yang sangat besar. Bahan ini diperlukan untuk mencegah terjadinya excessive cracking. Di beberapa negara, harga bahan baku baja tulangan bias menjadi sangat mahal. Sehingga di beberapa negara berkembang penggunaan baja tulangan sedikit dikurangi dengantujuan untuk mengurangi biaya. Berdasarkan pengamatan dari foto puing-puing bangunan yang tersisa, diduga penggunaan baja tulangan yang digunakan untuk mendirikan gedung dinilai tidak cukup. Berdasarkan tipe reruntuhan yang terjadi, kecelakaan itu menunjukkan adanya lack of redundancy pada bangunan tersebut. Selain itu runtuhnya bangunan Rana Plaza juga diperkuat karena kurangnya semen pada campuran beton yang digunakan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa kandungan dalam beton memiliki lebih banyak pasir daripada jumlah standar semen yang dibutuhkan.

  • Terdapat beberapa Crack pada dinding bangunan

Walaupun salah satu kadar rebar atau kadar semen yang digunakan kurang dari standar yang dibutuhkan, hal tersebt menyebabkan terjadinya sebuah crack pada lantai ketujuh gedung Rana Plaza. Crack tersebut terlihat oleh para pekerja pada hari selasa 23 April 2013 tepat sehari sebelum gedung Rana Plaza runtuh. Setelah mendapat informasi tersebut seharusnya pihak manager mengatakan kepada para pekerja untuk tidak datang bekerja pada hari Rabu 24 April 2013, tetapi yang dilakukan pihak manager adalah sebaliknya. Crack sendiri memang bukan satu-satunya alasan untuk menghentikan kegiatan perusahaan, namun yang perlu dihindari adalah apabila crack tersebut bergerak dan semakin bertambah dari waktu ke waktu. 

Di Amerika Serikat, sebuah bangunan menetapkan standar minimum sebagai upaya menciptakan redundancy structural dan mengurangi resiko kegagalan yang akan terjadi. Apabila suatu bangunan kekurangan redundancy karena bahan baku yang dibawah standar, maka bangunan tersebut hanya tinggal menunggu bencana yang akan terjadi. Dan ketika beton tanpa baja tulangan tersebut telah retak, maka sebaiknya perusahaan menghentikan aktivitas produksinya. Saat crack tersebut telah cukup besar, factor tersebut cukup untuk mempercepat runtuhnya keseluruhan bangunan tersebut.

  • Vibrasi dari high-capacity generator pabrik

Penyelidikan yang dilakukan pemerintah telah menemukan penggunaan bahan standard selama konstruksi dan alat-alat berat diletakkan pada 3 tempat diantara masing-masing pabrik. Kepala penyelidik utama berpendapat bahwa selain mesin-mesin berat yang digunakan oleh unit garmen. Vibrasi yang dihasilkan dari high capacity generator yang berada pada lantai atas gedung juga berkontribusi pada runtuhnya Rana Plaza. Salah seorang pakar mengatakan bahwa generator set yang digunakan oleh pabrik-pabrik yang diaktifkan setelah pemadaman listrik di gedung sekitar pukul 08.30 menciptakan getaran yang besar dan akhirnya menjadi salah satu factor dalam keruntuhan gedung tersebut. Hal ini dikarenakan getaran tersebut memperburuk kondisi crack yang sudah terlihat pada hari sebelum Rana Plaza runtuh. BSS menambahkan: Sebuah komite penyelidikan pemerintah telah menemukan bahwa mesin-mesin berat dan generator berkapasitas tinggi didirikan di unit garmen sebagian besar bertanggung jawab pada runtuhnya bangunan yang berlokasi di wilayah Safar tersebut.

Opinion

Tragedi yang terjadi di Rana Plaza Bangladesh ini merupakan contoh salah satu tragedi yang terjadi karena kesalahan manusia, atau yang biasa disebut human error, dalam dunia kerja khususnya pada bidang industry. Human error yang terjadi pada tragedy ini menyebabkan 500 orang lebih meninggal dunia yang keseluruhannya adalah pekerja industri garmen di Rana Plaza. Adapun human error yang menyebabkan tragedi ini berada pada desain pembangunan, penetapan pemilihan lahan, pemiliharan maupun perawatan, dan pengawasan aka bangunan dari gedung Rana Plaza

Pada desain bangunan, perancang bangunan pada awalnya tidak menghendaki desain bangunan untuk digunakan sebagai industri garmen melainkan hanya diperuntukkan toko dan kantor umum. Perubahan fungsi ini terjadi ketika bangunan telah selesai dan pemilik bangunan mengubah fungsi tempat tersebut menjadi industri garmen. Hal ini seharusnya tidak terjadi jika kedua orang yang terlibat dalam pembangunan Rana Plaza melakukan komunikasi akan fungsi dan tujuan pembangunan maupun ketika terjadinya perubahan fungsi bangunan yang telah dibangun tersebut.

Desain bangunan ini pun pada awalnya didesain hanya memiliki lima tingkat. Tetapi hal ini berubah dari rencana awal menjadi delapan tingkat bangunan. Ketidaksesuain antara desain awal dan proses pembangunan ini menyebabkan bangunan tersebut tidak layak digunakan. Selain itu, bangunan ini dibangun diatas lahan bekas rawa-rawa yang labil. Hal ini menyebabkan konstruksi bangunan Rana Plaza labil. Ini diperparah dengan menggunakan fungsi bangunan sebagai industri yang secara tidak langsung menyebabkan getaran-getaran yang akan membuat tanah pondasi menjadi tidak stabil.

Pada saat hari sebelum kejadian, selasa 23 April 2013, pemilik gedung seharusnya mendengarkan rekomendasi dari kontraktor yang membangun Rana Plaza yang telah merekomendasikan untuk mengevakuasi karyawan karena adanya keretakan pada pondasi. Pemilik gedung lebih mementingkan sisi egoisnya akan keuntungan dan pemenuhan produksi perusahaan daripada keselamatan dan kesehatan pekerjanya. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa atas tragedi ini.

Daftar Pustaka

Bergman, David., Blair, David. Bangladesh: Rana Plaza architect says building was never meant for factories.http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/asia/Bangladesh/10036546/ Bangladesh-Rana-Plaza-architect-says-building-was-never-meant-for-factories.html. Viewed at may 04, 2013.

Hossain, Farid.  Bangladesh toll 547; search becomes more gruesome. http://bigstory.ap.org/article/bangladesh-toll-547-smell-proof-number-will-rise. Viewed at may 04, 2013.

Khandaker: Vibration trigerred Rana Plaza Collapse http://www.newstoday.com.bd/index. php?option=details&news_id=2343820&date=2013-05-03. Viewed at May 03 2013

KerThan: Bangladesh Building Collapse Due To Shoddy Construction. http://news.nationalgeographic.com/news/2013/13/130425-bangladesh-dhaka-building-collapse-world/. Viewed at May 03 2013

Mahaputra, Sandy Adam: Mencari Dalang Robohnya Pabrik Garmen Bangladesh. http://dunia.news.viva.co.id/news/read/408390-mencari-dalang-robohnya-pabrik-garmen-bangladesh. Viewed at May 03 2013

Paul, Ruma. Engineer who warned over Bangladesh building held, toll tops 500. http://news.yahoo.com/engineer-warned-over-bangladesh-building-held-toll-tops-065242287.html. Viewed at may 04, 2013.

Yardley, Jim., Ali Manik, Julfikar. Bangladesh Arrests Engineer Who Warned of Dangers. http://www.nytimes.com/2013/05/03/world/asia/engineer-arrested-in-bangladeshi-building-collapse.html?_r=1&. Viewed at may 04, 2013.

Kontributor :

Satya Christa H (2508100072), Dyah Isyana L (2509100047), M. Adi Yudanto (2510100034), Samir Joesoef (2510100120).

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Human Reliability and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s