Traditonal vs Modified HEART – “Sebuah Persembahan bagi Mereka yang Bekerja di Bidang Medis”

Ditulis oleh Ilma Mufidah (2512204004)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

7HEART, sekilas mirip dengan kata “heart“ dalam bahasa inggris. Namun jangan salah, arti heart dan HEART sangat berbeda. Dalam  ilmu ergonomi, tepatnya Human Reliability, HEART merupakan kependekan dari Human Error Assessment and Reduction Technique yang merupakan teknik untuk mengetahui tingkat kesalahan yang dilakukan manusia saat melakukan pekerjaan dan bahkan dapat menentukan proses mana dalam pekerjaan yang memiliki tingkat kesalahan tertinggi. Dengan kata lain, teknik ini dapat mengukur kecenderunan dan dampak dari unreliability pada manusia terhadap sistem. Teknik ini memiliki banyak kelebihan, diantaranya mudah dimengerti, sistematis, serta dapat diulang dalam mengidentifikasi hal yang utama berpengaruhh terhadap performansi manusia. Teknik ini juga telah digunakan untuk menganalisa berbagai macam pekerjaan, meskipun sat pertama kali dikembangkan, teknik ini lebih banyak digunakan di bidang nuklir.

Seseorang yang bekerja di dunia medis membutuhkan akurasi tinggi dalam bekerja. Oleh karena itu teknik HEART juga perlu diaplikasi. Sayangnya, meski telah digunakan di berbagai bidang, seperti energI, penerbangan, dan  sistem pengaman kebakaran, aplikasi HEART dalam dunia medis belum pernah dipublikasikan secara formal. Hal ini melatarbelakangi perlunya modifikasi HEART sehingga sesuai untuk digunakan di bidang medis.

Perbedaan antara HEART tradisional dengan HEART modifikasi khusus untuk bidang medis terletak dibeberapa aspek. Perbedaan tersebut tampak pada pihak assessor atau pihak yang melakukan pengukuran dengan teknik HEART. Jika pada tradisional HEART tim assessor terdiri dari orang luar yang merupakan ahli metode tersebut, pada HEART modifikasi, tim assessor terdiri dari orang yang memang berkecimpung dalam bidang medis, seperti perawat, jika yang di ukur juga perawat. Dengan begitu, tim assessor dapat memahami pekerjaan yang diassess dengan jauh lebih baik sehingga analisa yang dihasilkan juga lebih baik. Selain itu, HEART tradisional hanya menggunakan single expert assessor yang berarti hanya satu orang ahli yang melakukan pengukuran, sedangkan HEART modifikasi menggunaan tim sebagai assessor sehingga hasilnya akan lebih akurat. Perbadaan lain antara HEART tradisional dengan HEART modifikasi terletak pada penggunaan Graphic Rating Scale (GRS) yang memiliki validitas yang lebih tinggi. Hal ini akan membuat hasil analisa yang dihasilkan lebih akurat,

Dunia medis sangat sensitif terhadap kesalahan, Salah satu implikasinya adalah istilah mal praktek. Bisa jadi teknik HEART modifikasi khusus untuk biddang medis ini dapat mengurangi dugaan mal praktek yang beberapa waktu lalu sempat marak, semoga.

Sumber: Human reliability assessment of a critical nursing task in a radiotherapy treatment process by Liam Chadwick*, Enda F. Fallon. Journal of Applied Ergonomics 43 (2012) 89e97

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s