Tahap Evaluasi Human Computer Interface

Ditulis oleh Danang Setiawan (2512204902)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

23Penggunaan teknologi dalam proses kerja pada dasarnya ditujukan untuk menutupi kelemahan manusia. Kapabilitas manusia, baik dari segi kelebihan maupun kelemahan, menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dalam interaksi manusia-mesin (komputer) untuk menuju proses kerja yang optimal. Dunia industri telah banyak menggunakan bantuan teknologi terkomputerisasi karena tuntutan kapasitas produksi dan perhatian pada aspek keselamatan kerja, salah satunya adalah penggunaan ruang kontrol. Ruang kontrol secara luas digunakan di industri yang berisiko tinggi, seperti industri peleburan baja, pembangkit nuklir, industri kimia, dan telah berkembang dari kontrol mekanik menjadi sistem monitor dan kontrol terkomputerisasi.

Aspek manusia dalam ruang proses kontrol menjadi isu penting yang perlu diperhatikan untuk menghindari kesalahan kerja manusia dan kegagalan fungsi peralatan kerja. Penelitian tentang interaksi manusia dan komputer telah banyak dilakukan untuk mengevaluasi dan mendesain ulang interface sistem komputer. Namun, kebutuhan akan standard dan prosedur dalam evaluasi interaksi manusia dan komputer menjadi hal penting, untuk mengurangi subjektivitas designer,  yang salah satunya diteliti oleh Han, dkk (2007).

Metode evaluasi interface manusia dan komputer, yang dirumuskan oleh Han, dkk (2007) terdiri dari enam tahap, yaitu: (1) peninjauan petunjuk desain yang sesuai, (2) penentuan kebutuhan desain interface baru, (3) evaluasi interface eksisting, (4) pengembangan aturan dan petunjuk pembuatan interface baru, (5) desain interface dan pengembangan prototype implementasi, dan (6) evalausi prototype dan desain ulang (Gambar 1). Proses desain interface seringkali melibatkan dua pihak, yaitu pihak evaluator dan designer yang mengerti aspek ergonomi dan pihak perancang interface yang memahami bahasa pemrograman.

Picture2 Gambar  1 Tahap Evaluasi Desain Interface

Implementasi keenam metode dalam evaluasi interface perlu dilakukan penyesuaian terhadap karakteristik dari interface yang dievaluasi, khususnya pada tahap pengembangan aturan dan petunjuk desain. Aturan dan petunjuk dalam desain interface, pada dasarnya telah banyak dikembangkan oleh lembaga penelitian internasional yang juga dijelaskan secara mendalam oleh penelitian Han, dkk (2007).

Referensi:

Han, S. H, Yang, H. dan Im, D, (2007), “Designing a human–computer interface for a process control room: A case study of a steel manufacturing company”, International Journal of Industrial Ergonomics, Vol. 37, Hal.  383-393

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Tahap Evaluasi Human Computer Interface

  1. Muhammad Rahman Arif (2510100005) says:

    Artikel yang ditulis oleh saudara Danang, memberikan pengetahuan umum mengenai Human Computer Interface, dalam pengaplikasian untuk desainer, alangkah sebaiknya nantinya jika mengaplikasikan mengenai ergonomi juga karena pada dasarnya desain yang dibuat seharusnya dapat memberikan kenyaman kepada pengguna saat menggunakan interface yang ada. Jika dilihat dari aplikasi ergonomi yang ada, yang dianalisa dapat berupa warna yang digunakan apakah sudah sesuai apa belum, jumlah menu yang ditampilkan di layar tersebut, seta informasi yang diberikan apakah sudah tepat apa belum.

  2. Review ulang yang dipaparkan oleh saudara Danang menjelaskan mengenai proses evaluasi dan desain ulang interface sistem komputer dan hubungannya dengan melibatkan dimensi dari aplikasi dalam keilmuan ergonomi. Human-computer interface, sangat erat kaitannya jika dihubungkan dengan keandalan manusia dan probabilitas human error dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Kenyamanan dan ketahanan manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat dirangkum dalam evaluasi usability yang termasuk dalam tahap desain ulang human-computer interface. Tingkat usability manusia akan berbanding lurus dengan kualitas human-computer interface, dimana dalam kondisi tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan dari pengguna, meminimasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan, membantu menjaga tingkat motivasi dan good will dari pengguna sistem, dan akan mengurangi biaya tambahan yang dikeluarkan akibat dari rendahnya tingkat kepuasan pengguna sistem komputer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s