Saat Lansia Mulai Menggunakan ATM

Ditulis oleh Ilma Mufidah (2512204004)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

Picture12Perlukah lansia menggunakan ATM? Bisa jadi ‘ya’ adalah jawaban yang tepat, terlebih jika dikaitkan di masa di mana waktu dan kepraktisan merupakan hal yang mulai jadi prioritas seperti sekarang ini. Mesin ATM, salah satu simbol kepraktisan di dunia transaksi keuangan, sekarang memiliki pengguna yang semakin meluas dari segi usia, termasuk para lansia. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa Automated Teller Machine (ATM) sekarang telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Sayangnya,  ATM yang ada hanya seperti khusus didesain untuk pengguna dengan kemampuan yang standar (normal), padahal perlu diperhatikan, dari sekian banyak pengguna ATM, terdapat golongan-golongan tertentu yang memiliki keterbatasan, salah satunya golongan lanjut usia (lansia).

Lansia ditengarai mengalami kesuitan saat menggunakan mesin ATM, diantaranya adalah kesulitan dalam memilih tombol yang harus ditekan, mengenali perintah yang diinstruksikan mesin, mengingat nomor identitas, mengambil uang sejumlah yang dibutuhkan, serta menyelesaikan langkah-langkah penggunaan mesin ATM. Lebih lanjut lagi, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dibandingkan dengan pengguna ATM berusia lebih muda, pengguna ATM lansia cenderung memiliki kemampuan verbal yang lebih rendah, kemampuan memililah dan mendeteksi yang lebih buruk serta kemampuan proses yang lebih lambat secara signifikan.

Desain mesin ATM lansia ini,  khususnya pada desain fungsi dan tampilannya,  mempertimbangkan dua aspek, yaitu aspek kognitif dan  kemampuan fungsional lansia. Melihat keterbatasan dan jenis transaksi via ATM paling umum yang banyak digunakan kaum lansia, maka ATM khusus lansia ini hanya mengakomodasi dua fungsi transaksi, yaitu pengambilan uang dan transfer uang saja. Selain itu, melihat kemampuan lansia yang lebih rendah dibandingkan pengguna ATM berusia lebih muda, desain ATM khusus lansia ini mengadaptasi desain tampilan yang lebih sederhana, dengan operasi yang juga lebih sederhana, sehingga lebih lancar dan ebih efisien, dan dengan fungsi-fungsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan ATM konvensional. Hal ini terefleksi pada input atau instruksi yang lebih sedikit dan tampilan gambar yang juga minimalis pada ATM khusus lansia.

Mesin ini telah diuji pada 141 pengguna ATM berumur 60 tahun ke atas. Para pengguna tersebut telah mencoba menggunakan ATM khusus lansia atau ATM konvensional. Hasilnya uji coba menunjukkan capain yang signifikan, dimana lansia yang menggunakan ATM khusus lansia cenderung lebih berhasil mengoperasikan ATM dari pada lansia yang menggunakan ATM konvensional. Signifikansi keberhasilan tersebut bahkan meningkat untuk lansia yang memiliki keterbatasan lebih tinggi dalam menggunakan ATM, berpendidikan rendah, dan lansia yang belum pernah menggunakan ATM sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan desain universal da partisipatif sangat berguna untuk memodifikasi desain ATM agar lebih cocok digunakan para lansia.

Kecanggihan teknologi tidak seharusnya mempersulit merea yang memiliki keterbatasan, termasuk para lansia. Bagaimanapun juga, keterbatasan adalah justru hal yang harus ter-capture dalam teknologi itu sendiri. Itu mungkin yang ingin dikatakan kakek nenek kita saat melihat cucu-cucunya mengoperasikan ATM, seraya mengernyitkan dahi.

Referensi:

Chan, C. C. H., Wong, A. W. K., Lee, T. M. C., & Chi, I. (2009). Modified automatic teller machine prototype for older adults: A case study of participative approach to inclusive design. Applied Ergonomics, 40(2), 151-160.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s