Pelatihan Peningkatan Kemampuan Multi-Tasking melalui Permainan Aksi Videogame

Ditulis oleh Danang Setiawan (2512204902)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

multitaskingPerkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh pada peningkatan kompleksitas sistem. Sebagaimana yang terjadi di era globalisasi, perkembangan teknologi kearah penerapan teknologi terotomasi, memberikan dampak positif pada penurunan beban kerja fisik namun di sisi lain memberikan pengaruh negatif pada peningkatan beban mental. Peningkatan beban mental tersebut terjadi karena peningkatan fokusan kerja, dimana pekerja dimungkinkan melakukan lebih dari satu pekerjaan di waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut mengarah pada kebutuhan akan pemberian pelatihan sebagai sarana untuk dapat meningkatkan kapabilitas pekerja. Hasil akhir training yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pekerja, namun di sisi lain juga perlu mempertimbangkan aspek biaya.  Penelitian ini dilakukan oleh Chiappe (2013) dan bertujuan untuk menguji apakah permainan video dapat meningkatkan kemampuan kerja multi tasking pada kondisi beban kerja tinggi dan di sisi lain dapat mengefisiensi biaya. Beberapa penelitian menyatakan bahwa permainan aksi pada videogame berpotensi untuk meningkatkan kemampuan multi-tasking dikarenakan permainan aksi pada videogame dapat merepresentasikan berbagai tugas kompleks.

Penelitian ini dilakukan dengan membagi perlakukan ke dalam  dua kelompok, yaitu kelompok kontrol tanpa perlakukan dan kelompok dengan pemberian perlakuan permainan aksi video game. Sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat sarjana dengan jumlah 24 perlakukan dengan komposisi 12 laki-laki dan 12 perempuan, serta 25 tanpa perlakuan dengan komposisi 12 laki-laki dan 13 perempuan. Permainan yang digunakan dalam penelitian adalah permainan First Person Shooter (FPS) yang dikembangkan oleh Sony PS3.   Kelompok diberikan perlakuan selama kurun waktu 5 jam per minggu selama 20 minggu. Dalam kurun waktu tersebut, partisipan memainkan permainan di rumah dengan diberikan kebebasan waktu permainan.

Pengujian tingkat peningkatan kemampuan multi tasking dilakukan setelah 20 minggu perlakuan dan dilakuan dengan metode Multi-Attribute Task Battery (MATB). Metode MATB setidaknya terdiri dari empat komponen kerja, yaitu tugas tracking, tugas manajemen bahan bakar, tugas pengawasan sistem dan tugas komunikasi. Hasil pengujian dengan MATB menunjukkan bahwa kelompok dengan perlakukan training  dengan videogame dapat meningkatkan kapabilitas kerja partisipan, dalam hal waktu reaksi respon dan waktu terjadinya kesalahan. Waktu reaksi respon mengamali penurunan sebagai indikasi bahwa partisipan dapat merespon lebih cepat dan waktu terjadinya kesalahan mengalami kenaikan sebagai indikasi bahwa partisipan dapat meminimalkan terjadinya kesalahan kerja.

Referensi:

Chiappe, D.(2013). Improving multi-tasking ability through action videogames. Applied Ergonomics, Vol 44.hal 278-284.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s