Ketika Kebenaran Sistem Pengkodean Kecelakaan Dipertanyakan

Ditulis oleh Ilma Mufidah (2512204004)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

“Empat pekerja bangunan tertimpa konstruksi bangunan di Jalan Otista, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur,.” Senin, 10 September 2011, Radar Bogor.

K372245_100000602907743_800984135_nutipan di atas hanyalah satu dari sekian banyak kecelakaan industri di berbagai belahan dunia yang salah satu penyebabnya adalah human error. Menyadari hal ini, Industri pun berbondong-bondong melakukan perekapan segala macam jenis kecelakaan secara elektronik dengan sistem koding, dengan harapan data kecelakaan akan terekap sempurna, sehingga sehingga akhirnya dapat ditemukan penyebab dan solusi yang tepat guna mengurangi angka kecelakaan yang terjadi. Sekilas, perekapan data kecelakaan itu tampak sangat menjanjikan bagi kelangsungan K3 industri, Namun bagaimana jika ternyata kebenaran sistem koding perekapan data kecelakaan tersebut patut dipertanyakan?

Dalam ilmu statistik, dikenal istilah reliability yang dapat menjelaskan sejauh mana suatu data, temuan, ataupun sistem itu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dalam sistem koding  sendiri, reliability sangat perlu untuk menjamin kebenaran dari sistem koding tersebut. Sayangnya, dari sekian banyak paper tentang sistem koding, hanya sedikit yang menyertakan analisa reliability, dan lebih sedikit lagi yang dipublikasikan. Dalam sistem koding kecelakaan, idealnya reliability study dilakukan untuk meningkatkan teknik koding kecelakaan selama pengembangan teknik koding tersebut. Hal yang mengejutkan adalah, dalam kebanyakan paper yang dipublikasikan, reliability study hanya dilakukan setelah tahap pengembangan teknik koding, bukan dalam masa pengembangan teknik koding tersebut. Dalam hal ini, adalah Nikki S. Olsen dari departmen penerbangan University of South Wales yang menemukan fenomena mencengangkan terkait reliability sistem koding kecelakaan tersebut. Lebih lanjut, dalam jurnalnya yang berjudul “Reliability Studies of Incident Coding System in High Hazard Industries : A Narrative Review of Study Methodology”, Nikki juga mengungkapkan bahwa teknik koding kecelakaan yang diungkapkan di paper-paper terpublikasi hanya memiliki reliability paling tinggi sebesar 80%. Bahkan ada teknik koding kecelakaan yang reliability-nya hanya sekitar 40%, sangat jauh dari ideal. Satu hal lagi, bahwa dalam paper-paper tersebut nampak bahwa teknik koding yang dilakukan sangat bervariasi, mulai dari metode sampai subjeknya, sehingga seharusnya terdapat standardisasi penetapan teknik koding kecelakaan, sehingga hasil pengkodean kecelakaan akan lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya.

Seperti kata pepatah,tiada gading yang tak retak, tiada satu pun hal yang sempurna, begitu juga dengan sistem koding kecelakaan. Namun, jika sistem koding kecelakaan yang ada ternyata patut dipertanyakan kebenarannya, bagaimana angka kecelakaan kerja bisa dikurangi?

Referensi :

Olsen, N. S. (2013). Reliability studies of incident coding systems in high hazard industries: A narrative review of study methodology. Applied Ergonomics, 44(2), 175-184.

http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=101220

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s