Hati-hati dengan Pengemudi Lansia

Ditulis oleh Retno Widyaningrum (2512204901)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

 

lansiaPernahkah anda mengalami kecelakaan di jalan raya? Apakah kecelakaan tersebut terjadi karena pengereman yang mendadak? Bisa jadi, kasus yang anda alami sesuai dengan suatu penelitian yang dilakukan oleh Shani Bromberg, Tal Oron-Gilad, Adi Ronen, Avinoam Borowsky, dan Yisrael Parmet dengan judul penelitiannya “The Perception of Pedestrians from the Prespective of Elderly Experience and Experienced Drivers”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kecelakaan dan tertabraknya pejalan kaki di Israel.

Pada penelitian tersebut dibahas mengenai aspek behavior atau tingkah laku seorang pengemudi dengan beberapa kategori usia. Pengkategorian usia ini dilakukan untuk melihat kecenderungan karakteristik pengemudi dalam menghadapi kemacetan, pejalan kaki, maupun traffic. Metode yang digunakan dalam mengukur tingkat kognitif dari seorang pengemudi adalah dengan menggunakan observasi video dan simulator drive. Pada video observasi seorang pengemudi diminta untuk mampu menganalisa dengan baik bahaya (hazard) yang terjadi di jalan raya secara riil. Sedangkan pada simulator drive pengemudi diminta untuk mampu menganalisa hazard dengan melakukan generate taffic secara akurat dengan menekan tombol hazard saat pengemudi menemukan bahaya yang ada di simulator drive.

Picture2

Gambar 1. Observation Video

Jurnal Accident Analysis and Prevention

Picture3

Gambar 2. Simulator Drive

Jurnal Accident Analysis and Prevention

Hasil dari pengamatan yang dilakukan pada seorang pengemudi dengan menggunakan observasi video dan simulator drive dianalisa dengan metode statistik dengan mengukur deteksi bahaya dengan menggunakan video observasi, deteksi bahaya dengan menggunakan teknik simulator drive, kecepatan longitudinal, dan pengereman. Aspek-aspek tersebut diukur untuk mengetahui behavior dari pengemudi kendaraan bermotor.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Shani Bromberg, et.al. dengan uji coba yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa seorang pengemudi lansia memiliki kecendrungan lebih memilih mengurangi kecepatan kendaraan daripada melakukan pengereman saat menghadapi bahaya. Hal ini dikarenakan lansia lebih mengutamakan kenyamanan dalam berkendara, karena pengereman yang mendadak mampu memberikan hentakan kepada pengemudi. Pengurangan kecepatan yang dilakukan oleh seorang pengemudi lansia dikarenakan kemampuan kognitif dan refleknya cenderung menurun, sehingga tak jarang pengemudi lansia mengalami kesulitan dalam melakukan pengereman mendadak. Maka, bagi anda pengguna jalan raya perlu berhati-hati dan waspada dengan pengemudi lansia.

Reference :

Bromberg, Shani, Gilad, Tal Oron, Borowsky, Avinoam, & Parmet, Yisrael. 2010. The Perception of Pedestrians from the Perspective of Elderly Experienced and Experienced Drivers. Journal of Accident Analysis and Prevention. Vol. 44. Pp 48-55.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s