Benarkah Lola (Loading Lama) Mampu Meningkatkan Emosi Operator Komputer?

Ditulis oleh Retno Widyaningrum (2512204901)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

Picture17No network service, penyimpanan file, system update, atau virus scanning pada komputer yang lama. Pernahkah anda mengalami beberapa masalah di atas? Permasalahan tersebut mampu memicu delay dalam melakukan operasi pada komputer. Sebagian besar orang pasti merasa bosan dan sedikit emosi jika menunggu terlalu lama saat mengoperasikan komputer. Respon yang lama (lama loading) mampu memicu beberapa kendala seperti distorsi performasi secara significant, indikasi delay pada (HCI) mampu menurunkan produktivitas, kepuasan kerja dan kesehatan kerja menurun.

Pentingnya aspek HCI diperhatikan dikarenakan performansi komputer memiliki keterkaitan pada human computer interface (HCI). Kecenderungan pemakaian komputer atau laptop yang semakin meningkat dalam kurun waktu terakhir ini mampu menyebabkan beberapa kendala dalam pengoprasian komputer. Dampak yang dihasilkan karena rendahnya aspek human computer interface (HCI) menjadi penting untuk diperhatikan mengingat komputer mampu meningkatkan produktivitas manusia.

Penelitian yang berjudul “Behavioral and Emotional Consequences of Brief Delays in Human Computer Interaction” meninjau mengenai efek dari operator saat menunggu delay pada komputer. Penelitian tersebut melakukan observasi dengan menggunakan game.

Picture18Gambar 1. Tampilan Game Penelitian

Pada game tersebut kesabaran seorang operator diuji. Character stimulus adalah seekor “kancil” dan “target stimulus” adalah wortel. Seekor kancil harus menangkap wortel, namun wortel selalu menghilang dan saat kancil salah mengejar maka pointer akan menghilang. Error yang dilakukan oleh operator akan dikalkulasi dan diuji dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) sehingga dapat diketahui respon-respon apa saja yang dihasilkan oleh operator.

Berdasarkan hasil analisa game tersebut dapat diketahui bahwa saat tidak terjadi delay maka waktu reaksi operator lebih cepat dan tingkat error semakin keci. Saat terjadi delay maka waktu reaksi operator cenderung lambat dan tingkat error semakin meningkat. Sedangkan saat terjadi delay untuk kedua kalinya maka seorang operator cenderung lebih siap sehingga waktu respon cenderung lebih cepat dibandingkan delay yang pertama dan tingkat error cenderung lebih menurun dibanding delay yang pertama.

Langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk mempercepat komputer adalah mengurangi program-program yang berat, menghapus file system C jika sudah penuh, dan menutup program yang start up. Jadi, saat laptop atau komputer anda mulai lemot segera lakukan langkah-langkah di atas sebelum Anda menjadi emosi.

Referensi :

Szameitat, J.Andre, Rummel,Jan, Szameitat, Diana, dan Sterr, Annete. 2009. Behavioral and Emotional Consequences of Brief Delays in Human Computer Interaction. Vol 67 P. 561-570.

Gunawan. Agung. 2012. Belajar Komputer Lagi. Diakses di .http://belajarkomputerlagi.blogspot.com/2012/04/cara-mengatasi-lambat-loading-komputer.html pukul 14.29, 6 April 2013.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Benarkah Lola (Loading Lama) Mampu Meningkatkan Emosi Operator Komputer?

  1. Muhammad Andry Suryanata says:

    Emosi yang timbul karena menunggu loading komputer yang lama seringkali disebut dengan hourglass syndrome atau sindrom jam pasir. Hal ini tentu dapat merugikan dalam segi efektifitas kerja dan peningkatan probabilitas human error. Apalagi jika loading lama ini terjadi berulang kali dan rentang waktu loading sangat variatif (tidak dapat di prediksi).

    Menurut Harris Interactive Study yang disponsori oleh Intel, sebanyak 80% pengguna teknologi PC atau mobile phone mengalami rasa frustasi ketika menunggu loading peralatan elektronik mereka. Bisa kita bayangkan jika seorang pekerja sedang fokus untuk mengerjakan sebuah tugas menggunakan komputer, tiba tiba terjadi loading yang membuat pekerjaan terhenti sementara, tentunya hal ini akan sangat merugikan. Ketika komputer kembali ke kondisi normal, ketidaksiapan penguna untuk mengerjakan kembali seringkali menimbulkan human error yang mengganggu, hal ini memicu efek domino peningkatan emosi dan stres pekerja. Untuk kembali ke track performance sebelumnya akan membutuhkan waktu, jika ditilik dari segi efektifitas kerja ini merupakan sebuah kerugian. Bukan hanya itu, jika ditinjau dari bisnis lain misalkan e-commerce business yang tidak bisa lepas dari peran komputer dan internet. Sebuah lag/slowness akan membuat perusahaan mengalami kerugian besar dalam sisi penjualan.

    Artikel yang ditulis oleh Retno Widyaningrum (2512204901), Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS ini merupakan sebuah contoh pendekatan yang baik dalam mengatasi masalah slow loading perangkat komputer. Penurunan reliabilitas manusia dikarenakan emosi dan kelelahan atas slow loading merupakan sebuah sorotan masalah yang penting untuk ditindak lanjuti dalam kaitannya dengan HCI (Human-computer Interface). Semakin majunya teknologi mengakibatkan tidak dapat dipisahkannya interaksi antara manusia dengan komputer. Kecelakaan / kerugian fatal akibat salah operasi dalam komputer masih jamak terjadi, dan hal tersebut seharusnya bisa di minimalisir. Tingkat keandalan manusia sebagai operator komputer juga bisa ditingkatkan melalui berbagai upaya antisipasi dan pembekalan tindakan untuk mengatasi lag/slow, dan faktor faktor lainnya. Tentunya semua ini memerlukan pengkajian / study lebih lanjut.

    Refference : Patrick Darling. 2010. Stress by technology ? You’re not alone. Intel Newsroom.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s