Bagaimana Aspek Psikologis Manusia Dapat Ter-capture dalam Komputer?

Ditulis oleh Ilma Mufidah (2512204004)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

Picture11

Psikologi dan fisiologi merupakan dua kata yang sering terdengar, terutama di dunia medis. Namun, bagaimana jika kedua kata tersebut digabungkan? Psychophysiology yang berasal dari bahasa yanani ( ψῡχή, psȳkhē, “breath, life, soul”; φύσις, physis, “nature, origin”; and -λογία, -logia),merupakan suatu cabang ilmu psikologi yang menjelaskan aspek psikologi dari proses fisiologi manusia. Psychophysiology mengkaji aspek psikologis dari suatu proses fisik yang terjadi pada manusia. Setiap gerakan fisik maupun perubahan fisik yang terjadi pada tubuh manusia akan menggambarkan seperti apa kondisi psikologis manusia tersebut. Kondisi inilah yang akan dipelajari dalam ukuran-ukuran psychophysiology.

Psychophysiology sudah cukup lama dikaji dalam banyak riset di bidang yang berbeda-beda seperti ergonomi, faktor manusia, militer, termasuk dalam ilmu-ilmu mengenai Human Computer Interaction  (HCI). Dalam ilmu ergonomi, dikenal taglinefitting the task to the man” yang berarti menyesuaikan segala sesuatu, termasuk komputer, dengan penggunanya. Dalam HCI dikaji bagaimana manusia bisa berinteraksi dengan komputer. Itu berarti, komputer harus dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan manusia sebagai penggunanya. Komputer harus bisa menangkap aspek fisik dan psikologis manusia. Dalam HCI, ukuran psychophysiology menyajikan hal yang mendasar dan tersirat sehinga keadaan kognitif dan afektif yang terjadi karena interaksi antara tubuh dan jiwa manusia dapat diketahui. Bahkan dikatakan bahwa ukuran-ukuran  psychophysiology dapat mengungkap area “indra ke-enam” pada perubahan perubahan psikologis pengguna komputer. Jenis ukuran psychophysiology yang umum digunakan ada tiga, yaitu Elektroencephalogram (EEG), Hearth Rate Variability (HRV) dan Electro dermal activity (EDA).

Ukuran-ukuran Psychophysiology dalam  kaitan dengan HCI memiliki kelebihan, yaitu bersifat objektif karena pengukuran aspek psychophysiology tidak bergantung pada persepsi pengguna. Selain itu pengukuran ini juga bersifat multidimensi karena bisa menggambarkan kedaan seseorang yang berbeda-beda. Pegukuran psychophysiology juga sering digunakan karena bisa memberikan informasi yang tersirat sekalipun. Meskipun begitu, ukuran-ukuran psychophysiology juga  memiliki kelemahan, diantaranya pengukurannya membutuhkan alat khusus yang mahal. Selain itu data-data yang dihasilkan cenderung sulit diinterpretasikan dan di analisa, bahkan oleh para ahli sekalipun.

Di era di mana komputer telah semakin mereplikasi manusia seperti sekarang ini, bahkan aspek psikologis pun sudah dapat tercapture dalam komputer. Jika kita sebagai manusia tidak bisa mempertahankan nilai-nilai dan norma kemanusiaan kita, jangan-jangan di masa depan orang akan sulit membedakan mana komputer dan mana manusia.

Referensi:

Dirican, A. C., & Göktürk, M. (2011). Psychophysiological measures of human cognitive states applied in human computer interaction. Procedia Computer Science, 3(0), 1361-1367.

http://en.wikipedia.org/wiki/Psychophysiology

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s