Apakah Prajurit Perlu Memperhatikan Beban Fisik dan Kognitif ?

Ditulis oleh Nurul Hudaningsih (2512204003)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS 

Artikel 1

Sebagai garda terdepan dalam medan pertempuran, seorang prajurit militer haruslah memiliki ketanggapan dan kecekatan dalam mengahadapi lawan. Tidak hanya kekuatan fisik yang diunggulkan, namun kemampuan menganalisis serta  memanajemen stress sangat diperlukan oleh prajurit militer dalam medan perang.

Dalam sudut pandang Ergonomi, setiap beban kerja yang diterima oleh seseorang harus sesuai atau seimbang baik terhadap kemampuan fisik, kemampuan kognitif maupun keterbatasan manusia yang menerima beban tersebut. Seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Xingda Qu (2012), seorang peneliti dari Singapura, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban fisik serta beban kognitif pada gaya dan kecepatan berjalan prajurit militer. Pada penelitian tersebut, dengan menggunakan 12 taruna militer, masing-masing taruna diminta untuk berjalan di atas treadmill dengan membawa beban. Kecepatan berjalan diatur dan dinaikkan secara bertahap hingga mencapai nilai maksimal. Untuk uji beban fisik, beban yang dibawa oleh para taruna dinaikkan dengan bertahap. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan rata-rata prajurit terhadap beban fisik. Selama berjalan, para taruna juga diberikan pertanyaan untuk menguji respon kognitif meraka. Pengujian kognitif ini dilakukan dengan cara menyebutkan bulan dengan urutan terbalik, dari bulan yang terakhir menuju ke urutan yang bulan awal. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa beban fisik memberikan pengaruh secara langsung terhadap kecepatan berjalan seorang prajurit militer. Semakin berat bawaan maka kecepatan prajurit akan menurun serta gaya berjalan prajurit juga berubah.

Dari penelitian ini, beban kognitif tidak memberikan pengaruh langsung terhadap kecepatan dan gaya berjalan prajurit militer. Namun dari penelitian sebelumnya didapatkan hasil bahwa beban kognitif memberikan pengaruh kepada kemampuan mengontrol tubuh selama berjalan. Dari paparan singkat ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa seorang pajurit militer perlu mempertimbangkan beban fisik serta beban kognitif untuk memberikan hasil optimal selama melakukan tugas pertahanan.

Referensi :

Qu, Xingda. 2012. ’Effects Of Cognitive And Physical Loads On Local Dynamic Stability During Gait’.Applied Ergonomics Journal No.44

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Apakah Prajurit Perlu Memperhatikan Beban Fisik dan Kognitif ?

  1. ANISSA PUTRI HARWIYANI (2510100016) says:

    Ergonomi militer saat ini merupakan salah satu aspek yang seharusnya menjadi perhatian khusus dalam hal meningkatkan kualitas sumber daya para taruna yang bekerja dibidang yang dapat dibilang lebih berat tantangannya dibandingkan untuk para pekerja kantoran dan sebagainya, dimana para taruna ini memiliki berbagai macam tantangan khususnya ketika sedang dalam medan pertempuran yang disebutkan diatas. dengan adanya analisa keterkaitan beban fisik dan kognitif tersebut nantinya dapat bermanfaat dalam hal penentuan kebijakan-kebijakan terkait dengan pembuatan peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh para taruna, karena secara tidak langsung seluruh indra manusia, baik indra visual, transformasi, logika, pengolahan, dan pengambilan keputusan secara tidak langsung dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia tersebut. dengan kata lain semakin berat aktivitas yang dilakukan maka kemampuan akan berfikir, membuat keputusan dan sebagainya semakin rendah.
    dengan memperhatikan beban fisik dan kognitif tersebut nantinya dapat membantu menangani atau sistem yang ada saat ini. bagaimanapun TNI merupakan bagian yang penting dalam pembangunan sebuah negara. selain dengan memperhatikan aspek beban fisik dan kognitif, hal lain yang dapat dilakukan ialah menerapkan waktu kerja sesuai dengan standar kekuatan manusia agar dalam menjalankan tugasnya kualitas yang dihasilkan optimal, hal ini dapat dilakukan dengan pembagian shift kerja dan waktu cuti sesuai dengan kapasitas fisik para taruna.

  2. ANISSA PUTRI HARWIYANI (2510100016) says:

    Ergonomi militer saat ini merupakan salah satu aspek yang seharusnya menjadi perhatian khusus dalam hal meningkatkan kualitas sumber daya para taruna yang bekerja dibidang yang dapat dibilang lebih berat tantangannya dibandingkan untuk para pekerja kantoran dan sebagainya, dimana para taruna ini memiliki berbagai macam tantangan khususnya ketika sedang dalam medan pertempuran yang disebutkan diatas. dengan adanya analisa keterkaitan beban fisik dan kognitif tersebut nantinya dapat bermanfaat dalam hal penentuan kebijakan-kebijakan terkait dengan pembuatan peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh para taruna, karena secara tidak langsung seluruh indra manusia, baik indra visual, transformasi, logika, pengolahan, dan pengambilan keputusan secara tidak langsung dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia tersebut. dengan kata lain semakin berat aktivitas yang dilakukan maka kemampuan akan berfikir, membuat keputusan dan sebagainya semakin rendah.
    dengan memperhatikan beban fisik dan kognitif tersebut nantinya dapat membantu menangani atau sistem yang ada saat ini. bagaimanapun TNI merupakan bagian yang penting dalam pembangunan sebuah negara. selain dengan memperhatikan aspek beban fisik dan kognitif, hal lain yang dapat dilakukan ialah menerapkan waktu kerja sesuai dengan standar kekuatan manusia agar dalam menjalankan tugasnya kualitas yang dihasilkan optimal, hal ini dapat dilakukan dengan pembagian shift kerja dan waktu cuti sesuai dengan kapasitas fisik para taruna.

  3. andika says:

    seorang prajurit haruslah memiliki kekuatan fisik yang baik, karena medan yang akan dihadapi adalah medan berat dan berbahaya, selain itu seorang prajurit harus mengetahui kemampuan fisiknya sendiri apakah itu kesehatan, kekuatan ataupun kelemahan yang ada pada dirinya, mengetahui kemampuan diri sendiri pun penting untuk mengerjakan aktivitas secara optimal, ketika seorang prajurit menggunakan kekuatan tubuhnya terlalu besar maka akan menyebabkan kelelahan dengan sangat cepat maka dari itu mengetahui kemampuan untuk mengangkat beban diri sendiri sangat penting bagi seorang prajurit karena akan mempengaruhi kecepatanm kecekatan, kelihaian yang seharrusny dapat dilakukan secara optimal akan tergerus oleh tubuh yang memusatkan kekuatan dan konsentrasi untuk mengangkat beban.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s