Konflik Manusia dan Robot dalam Kajian Psychophysiological

Ditulis oleh Istianah Muslim (2511204204)_Mahasiswa Pascasarjarna Teknik Industri – ITS

robotfrank

Sebuah penelitian mengenai intraksi manusia robot dalam kajian psychophisiological dilakukan oleh Dehais, Causse, Vachon dan Tremblay pada tahun 2012. Tujuan utama dari penelitian yakni untuk memperlihatkan konflik yang terjadi antara interaksi manusia dengan otomasi (robot) yang mengakibatkan degradasi kinerja operator manusia dan berkurangnya tingkat perhatian serta fokus  operator dalam interaksi tersebut. Penelitian ini dikaji secara ilmu psychophysiological yang digunakan untuk mengukur emosi, tanggapan perhatian terhadap rangsangan, serta untuk memahami proses kognisi manusia selama beraktivitas.

Uji coba penelitian diterapkan pada penggunaan alat robot an unmanned ground vehicle (UGV) yang biasa digunakan pada penerbangan atau pembangkit tenaga listrik. Alat ini merupakan kendaraan yang memilki sensor dan bekerja untuk mengamati dan mengumpulkan informasi lingkungan sekitar serta mampu membuat keputusan sendiri tanpa kontrol manusia. Objek penelitian yaitu 13 anggota staff pertahanan dari Institut Supérieur de l’Aéronautique et de l’Espace (ISAE) yang telah berpengalaman mengoperasikan robot UGV. Adapun metode pengukuran (Physiological measurement) yang dilakukan terhadap konflik kognisi manusia-robot  yaitu dengan mengukur denyut jantung  (heart rate, HR; beats per minute, BPM) dan aktivitas gerakan mata (index of attentional focus). Hasil dari pengukuran bertujuan untuk menilai perilaku adan pengaruh kinerja operator dalam berinteraksi dengan robot. Skenario percobaan penelitian yakni menentukan target lokasi dan identifikasi tugas yang dilakukan secara manual oleh operator dan secara otomatis oleh robot.

Hasil penelitian menunjukan bahwa 9 peserta dari 13 (69,2%) bertahan pada mendeteksi target bukannya membiarkan robot kembali ke dasar atau tidak peduli dengan respon yang diberikan robot terhadap kesalahan yang dilakukan operator. Dalam ilmu psikologi perilaku ini dinamakan perseveration behavior yaitu kecenderungan perilaku untuk melanjutkan atau mengulangi tindakan atau kegiatan tanpa memperhatikan rangsangan dan respon sekitar (Wikipedia, 2013). Sedangkan 4 peserta memberikan respon berdasarkan prosedur dan tetap memperhatikan perintah atau respon yang diberikan robot. Hasil analisis perbandingan terhadap perilaku perserta yang perseverative dengan non-perseverative yaitu:

– Rata-rata perubahan denyut jantung (HR, BPM) 9 perserta perseverative meningkat secara tajam (16.77 bpm) dibandingkan dengan 4 peserta non-perseverative (3.21 bpm)

– Terjadi peningkatan fokus yang berlebihan pada peserta perseverative, sehingga waktu operasional robot lebih panjang (95.43% of fixation time)dibandingkan dengan perserta non- perseverative (82.10% of fixation time)

Penelitian ini menunjukan bahwa terjadi pertentangan kognisi dalam interaksi manusia-robot yang menimbulkan perilaku perseverative pada 9 perserta penelitian. Hal ini menyebabkan dampak Physiological bagi operator yaitu perubahan denyut jantung tidak normal dan terjadinya penunuran atensi serta fokus berlebihan dan mengakibatkan penurunan kinerja operator.

Referensi:

Dehais, F., Causse, M., Vachon, F., & Tremblay, S. (2012). Cognitive conflict in human–automation interactions: A psychophysiological study. Applied Ergonomics, 43(3), 588-595.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s