Human Motion Capture Sensors and Analysis in Robotics

Ditulis oleh Brav Deva Bernadhi (2511204203)_Mahasiswa Pascasarjarna Teknik Industri – ITS

0490380206003Robot merupakan sebuah mesin yang dipergunakan untuk membantu pekerjaan manusia bahkan menggantikan peran manusia terhadap pekerjaan yang sulit dilakukan oleh manusia. Robot telah banyak dipergunakan di sector-sektor perindustrian. Penelitian tentang robotpun telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Salah satu peneliti (Matthew Field 2011) melakukan penelitian human motion capture sensors di robot.

Pada artikel penelitiannya, terdapat penjelasan tentang sistem sensor yang digunakan untuk teknologi robotika. Sistem sensor tersebut antara lain:

  1. Optical – passive marker
  2. Optical – active marker
  3. Optical – markerless
  4. Inertial
  5. Magnetic
  6. Mechanical
  7. Acoustic

Sistem sensor optical – passive marker dan optical – active marker mempunyai keuntungan dan kerugian yang hampir sama. Kedua sensor tersebut mempunyai kerugian yaitu harus mempunyai ruang kerja yang besar, sedangkan keuntungan dari kedua sensor tersebut yaitu subjek tidak perlu menggunakan kabel-kabel sensor. Sistem sensor optical – markerless hanya menggunakan satu kamera yang berfungsi mirip dengan indra penglihatan manusia, sedangkan sistem sensor inertial menggunakan setiap sensor di posisikan di titik – titik strategis tubuh manusia sehingga lebih fleksibilitas. Seperti halnya sistem sensor inertial, sistem sensor magnetic pun bersifat fleksibilitas namun daerah pengukuran kerjanya hanya di sekitar pemancar sensornya. Untuk sistem sensor mechanical, sistem tersebut efektif dalam banyak kasus robotik karena peralatannya bersifat portable, tetapi sistem ini sulit untuk mendeteksi pergerakan melompat atau memutar. Sistem sensor yang terakhir adalah acoustic. Sistem sensor ini rentan jika digunakan di luar ruangan. Di University of Wollongong melakukan penelitian menggunakan sistem sensor inertial dan metodologi Gaussian Mixture Model (GMM). Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh (Matthew Field 2011) adalah setiap sistem sensor pasti terdapat beberapa kekurangan, tetapi sensor gabungan muncul untuk mengatasi kekurangan tersebut serta penggunaan metodologi yang tepat untuk digunakan pada penelitian selanjutnya atau di masa depan.

Referensi :

Matthew Field, Z. P., David Stirling and Fazel Naghdy (2011). “Human motion capture sensors and analysis in robotics.” Industrial Robot: An International Journal: 163-171.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s