Call Center Berpotensi Mengalami Gangguan Kesehatan

Ditulis oleh Handy Febri Satoto (2512204002)_Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri – ITS

call center pusingPada umunya shift pekerja call center terbagi menjadi 2 yaitu pekerja non-rotating shift dan pekerja rotating shift. Pekerja call center ini biasanya merupakan pekerja yang outsource. Call center bekerja pada waktu berjam-jam dan jadwal kerja yang bervariasi. Fido dan Ghali (2008) menunjukkan bahwa pekerja shift dapat menderita stres kerja yang lebih besar seperti: gangguan organ pencernaan, kinerja seksual yang buruk, kelelahan, kinerja yang rendah, kehilangan konsentrasi, dan absensi. Dalam jangka panjang pekerja shift dapat terkait dengan kondisi yang lebih serius seperti diabetes dan kanker. Pekerja rotating shift lebih berpotensi untuk mengalami stres kerja yang lebih besar seperti masalah tidur dan gangguan pencernaan dibandingkan dengan pekerja non-rotating shift.

Rameshbabu et al (2012) meneliti hubungan antara variabel stres kerja dari faktor interpersonal, stres kerja dari jadwal kerja, upaya mengatasi masalah kerja, kurang tidur, dan laporan gangguan kesehatan (gejala kardiovaskular dan gastrointestinal). Penelitian ini mengambil sampel dari 6 perusahaan call center di Bangalore, India yang merupakan pusat global aktivitas call center. Peneliti melakukan survei dengan sampel terdiri dari 239 pekerja call center, dengan 119 pekerja non-rotating shift dan 120 pekerja rotating shift. Usia rata-rata peserta adalah 25 tahun dan mayoritas peserta adalah laki-laki (66,2%), single (81,1%), dan tidak memiliki tanggungan (62,6%). Metode penelitian ini menggunakan  pertanyaan dengan  skala berkisar antara 1 sampai 5, dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan gangguan kesehatan yang lebih negatif. Peneliti menggunakan analisa statistik berupa analisis regresi berganda yang simultan pada masing-masing variabel.

Hasil penelitian Rameshbabu et al (2012) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok rotating shift dan non-rotating untuk masing-masing variabel. Analisis regresi simultan mengungkapkan kurang tidur dan stres kerja dari faktor interpersonal berhubungan yang signifikan dengan gangguan kesehatan. Variabel upaya dalam mengatasi masalah berbanding terbalik dengan gangguan kesehatan pekerja call center. Untuk variabel lainnya yakni job stres dari jadwal kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan kesehatan. Dari penelitiaan Rameshbabu et al (2012) dapat disimpulkan bahwa pekerja call center baik pekerja non-rotating shift dan pekerja rotating shift yang kurang tidur dan stres kerja dari faktor interpersonal berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Sebaiknya kita menjaga kesehatan dengan berolahraga, makan teratur, dan tidur yang cukup guna mencapai performa kinerja yang optimal.

Reference:

Rameshbabu, A., Reddy, D.M., Fleming, R. 2012.Correlates of negative physical health in call center shift workers.Applied Ergonomics, 44 (2013) 350-354.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s