Kursi Roda untuk Manula dalam aspek Ergonomi

Ditulis oleh Rayza Aulia Firgianti (2509100013)_Mahasiswa Teknik Industri ITS

Kursi RodaApa itu gerontologi? Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek yang berhubungan dengan masalah lanjut usia atau pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan ditinjau dari segi kesehatan, sosial, ekonomi, perilaku, hukum, lingkungan, dan lain-lain. (Sumber : http://chibijhunz.blogspot.com/2009). Gerontologi sangat penting untuk diperhatikan dikarenakan 7,18% dari penduduk Indoensia adalah lansia, dan oleh sebab itu, lansia tersebut perlu mendapatkan pelayanan yang baik untuk kesejahteraan lansia, termasuk dalam pembuatan alat bantu khusus untuk mereka.

Pada usia yang telah menginjak umur 60 tahun keatas, manula rentan sekali terhadap penyakit yaitu khusunya pada tubuh bagian bawah yang mengakibatkan manula tersebut tidak dapat berjalan dengan lincahnya dan tidak dapat melakukan aktivitasnya sendiri. Sehingga, diperlukan alat bantu yang digunakan untuk membantu manula dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Alat bantu yang sering digunakan adalah kursi roda.

Oleh karena itu, pada aplikasi ergonomi untuk gerontologi ini, kita lebih membahas alat bantu untuk manula, yaitu kursi roda. Bersumber pada Tugas Akhir (Batan, I Made), manula tidak menginginkan lagi saat beraktivitas didampingi oleh pendamping baik di dalam maupun di luar rumah. Oleh karena itu, kursi roda sebagai alat transportasi yang dibutuhkan oleh manula dibuat senyaman mungkin untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.

Adapun perhitungan untuk ukuran kursi roda berdasarkan data antropometri tubuh manula adalah sebagai berikut :

a)       Tinggi Tempat Duduk (Seat Height)

Untuk ukuran tnggi tempat duduk, dimensi yang digunakan adalah dimensi tinggi lipat lutu/popliteal dengan menggunakan persentil 5%.  Untuk perancangan tinggi tempat duduk (seat height), ditambahkan dengan adanya toleransi untuk alas kaki sebesar 10 mm. Sehingga, total tinggi untuk tempat duduk yaitu untuk persentil 5% untuk dimensi tinggi lipat lutut+toleransi alas kaki.

b)       Tinggi sandaran tangan (arm rest)

Untuk ukuran tinggi sandaran tangan, dimensi yang digunakan adalah dimensi tinggi siku duduk dengan menggunkan persentil 5%.

c)       Tinggi Sandaran Punggung (back Rest)

Untuk ukuran tinggi sandaran punggung, dimensi yang digunakan adalah dimensi tinggi bahu duduk dengan menggunakan persentil 95%.

d)       Panjang tempat duduk (Seath Depth)

Untuk ukuran panjang tempat duduk (seath depth). Dimensi yang digunakan adalah dimensi jarak popliteal ke pantat, dengan menggunakan persentil 5%.

e)       Lebar Tempat Duduk (Seat Width)

Untuk ukuran lebar tempat duduk (seat width), dimensi yang digunakan adalah dimensi lebar panggul dengan menggunakan persentil 95%

f)        Lebar Sandaran Punggung (back rest)

Untuk ukuran lebar sandaran punggung, dimensi yang digunakan adalah dimensi lebar bahu dengan menggunakan persentil 95%

g)       Lebar Sandaran Kaki

Untuk ukuran lebar sandaran kaki, dimensi yang digunakan adalah dimensi panjang telapak kaki, dengan menggunakan persentil 95%.

Saat ini, dimensi kursi roda telah distandarkan dengan menggunakan standar ISO 7176-5. Standar ISO 7176-5 ini menyediakan informasi yang tepat mengenai definisi teknis kursi roda dan prosedur pengukuran yang sesuai atas dimensi dan berat kursi roda baik manual, elektrik, maupun scooter. Dalam jurnal “Working Area of Wheelchairs, details about some dimensions that are specified in ISO”, disebutkan pula kriteria penting sebagai dasar dalam perancangan kursi roda.  Kriteria tersebut antara lain adalah dimensi kursi roda, ruang gerak minimum yang dibutuhkan, diameter yang dibutuhkan untuk memutar, dan ruang yang dibutuhkan untuk mundur. Adapun gambar 1 ini adalah gambar posisi tubuh pemakai kursi roda yang direkomendasikan oleh ISO 7176-5.

 2509100013_Aplikasi Ergonomi Kursi Roda untuk Manula

Gambar 1 Posisi tubuh pemakai kursi roda yang direkomendasikan oleh ISO 7176-5

Sehingga, berdasarkan ukuran tubuh manusia atau antropometry di Indonesia dan berdasarkan atas standar ISO 7176-5, maka dimensi bagian utama kursi roda telah ditetapkan pada Tabel 1.

Tabel 1 Ukuran standar ISO 7176-5

NO URAIAN / DESKRIPSI DIMENSI (mm)
1 Panjang Maksimum 1300
2 Lebar 700
3 Tinggi total 1000
4 Tinggi kursi 700
5 Lebar tempat duduk 500
6 Tinggi tempat duduk dari tanah 500
7 Tinggi sandaran tangan dari tempat duduk 200
8 Panjang tempat duduk 450
9 Tinggi sandaran 300

Untuk standar ISO 7176-5 masih menggunakan ukuran tubuh manusia untuk anthropometri penduduk di Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa dalam pengambilan ukuran standar kursi roda masih menggunakan antropometri penduduk Indonesia secara umum dan lebih disarankan lagi, untuk pengambilan data ISO 7176-5 ini khususnya untuk kursi roda, lebih dibedakan lagi untuk tujuan dari kursi roda, apakah kursi roda tersebut digunakan untuk manula, penyandang cacat, atau yang lainnya. Sehingga standarisasi pengukuran tersebut lebih akurat dan lebih terjamin untuk mengembangkan produk kursi roda sesuai denga sasaran pemakai kursi roda tersebut.

Daftar Pustaka

Adi, P. (2008). PERANCANGAN KURSI RODA DAN LAYOUT KAMAR MANDI UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR KERJA. 1-11.

Batan, I. M. (2006). PENGEMBANGAN KURSI RODA SEBAGAI UPAYA. 1-9.

Hitapriya, A. S. (2012). MODEL KONTROL PENGENDALIAN BAHAYA PADA RUANG PRODUKSI SEMEN. Retrieved Oktober 23, 2012, from http://www.scribd.com/doc/52919176/7/Aplikasi-Ergonomi

Rakhmaniar, A. (2009). REDESAIN KURSI RODA KHUSUS MANULA (MANUSIA USIA LANJUT) DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI KANSEI ENGINEERING DAN PENDEKATAN GERONTOLOGY. Retrieved Oktober 23, 2012, from http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-3100009034966/5590

Sam, A. (2012). PENGERTIAN ERGONOMI. Retrieved Oktober 23, 2012, from SAHABAT BERSAMA: http://sobatbaru.blogspot.com/2010/03/pengertian-ergonomi.html

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Kursi Roda untuk Manula dalam aspek Ergonomi

  1. Dwi setiyoko (2510100065) says:

    Dari penjelasan mengenai artikel diatas secara umum saya sependapat dengan penulis, dimana standarisasi sebuah kursi roda sesuai dengan ISO 7176-5 cukup baik akan tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan dari pembuatan kursi roda tersebut apakah hanya diperuntukkan pada manula atau dapat juga digunakan untuk penyandang cacat. Mengingat kedua jenis calon pengguna tersebut memiliki kebutuhan spesifikasi terhadap kursi roda yang berbeda. Sedangkan pada permasalahan standarisasi kursi roda dengan perhitungan antropometry dirasa sudah sangat sesuai. Hal tersebut membuat kualitas kursi roda memiliki standart minimum yang baku dan harus dipenuhi oleh seluruh produsen perusahaan pembuatan kursi roda. Dari perhitungan berdasarkan antropometry diatas sesuai dengan ISO 7176-5 juga dirasa sudah sangat lengkap dimana perhitungan dilakukan dari seluruh aspek mulai dari panjang, lebar hingga tinggi sandaran, hal tersebut membuat pengguna akan merasanya nyaman dan ergonomis ketika menggunakan kursi roda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s