Ergonomi dalam Dunia Militer

Ditulis oleh Mei Nindya Putri (2509100044) _ Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

2509100044_Ergonomi untuk MiliterPada awal mula kemunculan ergonomi, berasal dari permasalahan dalam bidang militer. Namun hingga saat ini, ternyata masih sering muncul beberapa masalah akibat kurangnya kondisi yang ergonomis. Beberapa kasus yang muncul tersebut adalah sering terjadinya inklinasi pada kepala dan leher akibat objek yang terlalu rendah atau terlalu kecil, terjadinya cidera punggung akibat sering membungkuk karena medan yang terlalu rendah atau diluar jangkauan, sering terjadinya fleksi dan abduksi pada muskulus trapesius dan levator pada skapula seratus anterior, m. deltoid dan supra spinator bisep akibat tangan dan bahu yang terangkat terlalu tinggi, serta kasus-kasus lainnya.

Cidera tersebut diakibatkan oleh ketidakergonomisan lingkungan. Hal itu bisa terjadi karena memang peralatan atau fasilitas yang tidak ergonomis atau memang dari pribadinya yang terlalu sering memposisikan badannya secara tidak ergonomis, malah terkadang mereka merasa tidak nyaman jika harus bersikap yang ergonomis.

Masalah besar yang harus dihadapi oleh militer dalam bidang ergonomi adalah penyusunan data ergonomi, peralatan militer, rekayasa material dan masalah lingkungan. Mengapa penyusunan data ergonomic ini menjadi penting? Hal ini merupakan dasar dalam pengaplikasian ergonomi. Data ergonomic dapat berupa data anthopometri dari pelaku militer sendiri, bertujuan untuk menjadi acuan dalam menentukan ukuran fasilitas serta beban yang dapat diberikan.

2509100044_Ergonomi untuk Militer 2 Peralatan yang digunakan dalam bidang militer juga harus didesain secara ergonomis agar nyaman saat digunakan dan tidak menimbulkan cidera. Baru-baru ini diciptakan desain kendaraan ampibhi terbaru yang dinyatakan lebih ergonomis, hal itu mungkin karena tempat duduknya telah diberi sandaran yang nyaman serta diberi busa sehingga nyaman dan aman untuk digunakan. Selain itu juga telah didesain sarung tangan yang mampu menahan getaran yang dapat melindungi tangan saat terkena tembakan.

Masalah lain yang juga menjadi penting adalah proporsi pemberian beban pada para prajurit. Proporsi pemberian beban merupakan hal yang cukup serius, namun pada pelaksanaannya belum terlalu diperhatikan. Padahal pemberian beban yang berlebihan dapat menimbulkan kelelahan fisik atau bahkan cidera yang dapat membuat prajurit kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Dari contoh diatas menunjukkan bahwa ternyata penerapan ergonomic dalam dunia militer ini masih banyak yang kurang, sehingga perlu dilakukan adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat memaksimalkan penerapan ergonomi.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s