Rancangan Tempat Tidur Transit Pasien Rumah Sakit

Ditulis oleh Windarti Listyarini (2509100075)_Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS

Aplikasi ErgonomiErgonomi menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan diberbagai macam disiplin. Seperti pada militer, ruang kerja, fasilitas umum, dll. Salah satu disipilin ergonomi yakni pada bidang kesehatan. Masalah ergonomi di bidang keselematan dan kesehatan kerja telah diatur pemerintah yang dituangkan ke dalam beberapa pasal undang-undang. Terutama yang berkaitan dengan tunjangan asuransi kesehatan, keselamatan, hari tua, dan kematian menjadi hal wajib diberikan oleh perusahaan kepada setiap pegawainya. Salah satu penerapan ergonomi dalam bidang kesehatan yakni berkenaan dengan perancangan konsep tempat tidur rumah sakit.

Pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit, pasti akan mengalamai proses pemindahan dari ruang perawatan ke ruang lain seperti untuk keperluan medical check up, ruang operasi, dll. Hal ini akan mengakibatkan resiko low back point baik bagi pasien maupun bagi perawat. Bila pasien akan melakukan operasi biasanya akan dipindahkan ke ruang transit sebelum masuk ke ruang operasi. Pada umumnya tempat tidur bangsal dan transit dilengkapi dengan roda dan pengaman sisi. Salah satu perbedaan tempat tidur bangsal dan transit yaitu pada pengatur sandaran belakang tempat tidur bangsal yang dapat diatur sudutnya mulai dari 0o sampai 75o.

 Biasanya tempat tidur bangsal memiliki ketinggian yang tidak sama dengan tempat tidur transit sehingga perawat mengalami kesulitan saat melakukan pemindahan pasien antar tempat tidur pasien. Adapun biasanya perawat akan menggunakan alat bantu yang dinamakan slide sheet. Namun alat ini memiliki kekurangan, yakni apabila posisi tempat tidur pasien terlalu tinggi maka alat ini tidak dapat digunakan. Sehingga perancangan konsep tempat tidur pada rumah sakit menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ergonomis seperti anthropometri yang berkaitan dengan tinggi manusia maka akan menjadi dasar dalam pembuatan ukuran standar tinggi dari tempat tidur pasien. Data perbandingan antara dimensi tempat tidur pasien dengan ukuran yang seharusnya berdasarkan data anthropometri akan digunakan sebagai dasar perancangan tempat tidur transit dan bangsal.

Kesimpulannya ketinggian tempat tidur transit dan bangsal pada hasil rancangan didesain dengan ketinggian yang sama. Didesain dengan roda dan rel pada plat penempatan kasur yang bertujuan menghilangkan aktivitas pengangkatan pasien.

About apligo

Kumpulan referensi Aplikasi Ergonomi
This entry was posted in Artikel Ergonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s